Demonstrasi di Iran: Jika Anda Berbicara, Mereka akan Menembak Kepala Anda

Siswanto, BBC

Kamis, 13 Oktober 2022 | 11:04 WIB
Demonstrasi di Iran: Jika Anda Berbicara, Mereka akan Menembak Kepala Anda
BBC

Suara.com - Anna Foster & Jewan Abdi BBC News, Kurdistan, Irak

Soran mengarahkan kedua jari di pelipis kirinya dengan gerakan layaknya menembakkan pistol.

Jika Anda berbicara, mereka akan menembakkan peluru ke kepala Anda, tuturnya kepada saya.

Di sekeliling kami, pegunungan menjulang tinggi di dataran tinggi Iran.

Kami berada di sebuah terminal bus di Penjwen, kota di kawasan Kurdistan, Irak bagian utara, yang berada dekat dengan pos perbatasan Iran.

Mobil-mobil secara sporadis membawa dan menurunkan penumpang di halaman terminal yang berdebu.

Beberapa dari penumpang rehat sejenak sembari meminum teh, sementara lainnya langsung naik ke minibus kecil yang akan membawa mereka ke Kota Sulaimaniya di Irak.

Baca juga:

Soran sering menggerakkan tangan dan kakinya sebagai gestur ketika berbicara.

baca juga

Dia memperagakan tendangan dengan salah satu kakinya, kala dia menunjukkan kepada saya bagaimana dia dipukuli oleh pasukan keamanan Iran.

Itu terjadi beberapa hari yang lalu ketika saya berunjuk rasa, ujarnya.

Rezim memukuli saya dari belakang, mereka menendang saya dan memukul saya dengan pentungan.

Mereka menembak teman saya, dan yang lainnya juga. Semua karena saya ikut serta dalam demonstrasi."

Soran adalah pria berusia 32 tahun yang tinggal di Saqqex, kota asal Mahsa Amini, perempuan etnis Kurdi berusia 22 tahun yang kematiannya dalam tahanan polisi tiga pekan lalu memicu gelombang demonstrasi anti-pemerintah Iran.

Selama ini dia melintasi perbatasan Iran dan Irak, untuk bekerja di wilayah Kurdistan, namun kini dia ragu apakah dia akan kembali ke kampung halamannya.

Aksi demonstrasi terus berkembang dan menyambung hidup kian sulit.

Dia mengatakan tak ada akses internet selama tiga pekan terakhir karena pembatasan yang diberlakukan otoritas Iran, yang menindak keras demonstrasi.

Kami dulu takut terhadap rezim, tapi sekarang tembok ketakutan telah runtuh. Tak ada takut lagi.

Namun ketika saya bertanya padanya apakah gelombang demonstrasi ini akan memicu runtuhnya Republik Islam, dia menjawab dengan tegas, Tidak, rezim tidak runtuh.

Itu tidak dapat diubah Mereka kuat dan mereka terus membunuh orang. Kami tidak akan pernah berhenti dan mereka akan terus membunuh kami.

Ini gila, dan korup. Tak ada yang peduli dengan kami. Dunia luar mengatakan mereka mendukung Iran, tapi tak ada yang melakukannya. Kami disiksa dan dibunuh setiap hari.

Saat sekawanan anjing liar tertidur di bawah naungan truk yang diparkir, sejumlah orang tampak berkelompok di pemberhentian minibus.

Berkumpul dalam lingkaran, mereka mengobrol sambil menunggu minibus memulai perjalanan.

Sebagian dari mereka adalah warga Kurdi Irak, tapi satu di antara mereka adalah warga Iran, dan dia menjabarkan kisah hidupnya pada yang lain.

Farhad berusia 36 tahun dan berasal dari Sanandaj, tempat di mana terjadi demonstrasi besar-besaran dan bentrokan mematikan dengan aparat keamanan.

Baca juga:

Kelompok hak asasi manusia Kurdi Hengaw melaporkan sedikitnya 32 warga sipil dibunuh oleh aparat keamanan dan 1.540 lainnya terluka di Iran barat yang ditinggali oleh etnis Kurdi.

Akan tetapi, Farhad meyakini jumlah korban jiwa jauh lebih tinggi dari angka itu.

Setidaknya 20 orang terbunuh tadi malam, katanya pada kelompok itu. Ada yang bilang sebanyak 40 orang, lebih dari 70 orang ditangkap. Tapi kami tidak bisa membicarakannya karena intelijen Iran selalu mengawasi, mereka diam-diam merekam.

Mereka menahan saudara laki-laki saya di penjara karena alasan politik.

Demonstrasi ini semakin besar, namun mereka tak akan menjatuhkan rezim. Tidak, [rezim] itu kuat. Berkuasa. Republik Islam pasti akan bertahan.

https://twitter.com/KhosroKalbasi/status/1579800628825845762?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1579800628825845762%7Ctwgr%5E9f26d2db11126d2eb0f0c82a89985b665f971844%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Fnews%2Fworld-middle-east-63218963

Tuana berada di antrean bus selanjutnya, Dia kini tinggal di sisi perbatasan Irak, namun telah menghabiskan lebih dari 20 tahun hidupnya di Iran.

Pria tersebut masih kerap kembali ke Iran tiga kali dalam sepekan untuk bekerja.

Mengenakan kemeja putih bersih dan kacamata hitam, dia menjelaskan sejumlah perubahan yang dia saksikan dalam beberapa pekan terakhir di Iran barat.

Ada peningkatan pasukan di perbatasan. Mereka tidak terlihat seperti militer mungkin milisi?

Saya melihat lebih banyak kendaraan yang mengangkut lebih banyak orang. Tampaknya mereka dibawa dari bagian lain di Iran ke daerah Kurdi di sini.

Tuana juga meyaksikan perbedaan lalu lintas kendaraan di perbatasan Iran.

Lalu lintas berkurang drastis. Orang-orang sekarang hanya datang untuk bekerja, mereka takut jika mereka pergi mereka akan dianggap sebagai anggota pasukan oposisi, atau bahkan mata-mata.

Ada desas-desus yang beredar tentang konsekuensi bagi mereka yang turut dalam demonstrasi.

Itu menyebar dari mulut ke mulut. Teman-teman saya di Karaj [dekat Teheran] sudah mendengar hal ini. Bahwa rezim akan mengosongkan rekening para demonstran.

Atau seiring musim dingin yang kian dekat, pasokan gas mereka akan dihentikan dan mereka dibiarkan kedinginan.

Satu jam menjelang matahari terbenam, menyisakan segelintir orang yang berdatangan di terminal.

Saat ini Soroush tengah melanjutkan studi di Universitas Teheran.

Perjalanannya melintasi perbatasan Iran dan Irak adalah demi pekerjaan yang berkaitan dengan studinya.

Janggutnya yang panjang berwarna oranye dan perak.

Dia memberitahu saya bahwa dia bisa berbahasa Inggris ketika dia mengumpulkan uang dari penumpang lain yang mengantre untuk membayar perjalanan mereka.

Para mahasiswa di Teheran melakukan demonstrasi, iya, dan saya melakukan demonstrasi. Tapi, 80% orang yang tinggal di sana masih senang dengan rezim, walaupun anak buahnya melenggang di jalan dengan senjata dan membunuh orang-orang.

Jin, Jiyan, Azadi, ujar Soroush sambal meninju udara. Senyum terpancar dari wajahnya.

Jin, Jiyan, Azadi adalah slogan para pengunjuk rasa yang berarti Perempuan, Kehidupan, kebebasan.

Baca juga:

Itu membuat saya sangat sadar bahwa walaupun ini adalah gerakan yang dipimpin oleh perempuan, saya belum berhasil mendengar kisah dari seorang perempuan di perbatasan.

Jumlah mereka yang bepergian jauh lebih sedikit ketimbang para pria.

Dan dari orang-orang yang saya ajak bicara, masing-masing diperingatkan untuk tidak berbicara tentang demonstrasi oleh kawan seperjalanan mereka.

Seorang perempuan lanjut usia menyambut saya dengan hangat kala dia turun dari taksi, dan bertanya bagaimana kabar saya.

Ketika saya bertanya padanya tentang bagaimana situasi di rumah, putranya dengan cepat memperingatkannya.

Jangan berkata apa-apa.

Dia langsung mengambil tas katun putihnya yang penuh dengan barang bawaan, tersenyum dan beranjak pergi dalam diam.

----

Semua nama dalam tulisan ini telah diubah demi melindungi identitas mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekerasan Terhadap Perempuan Kurdistan: Membakar diri Sebagai Bentuk Protes

Kekerasan Terhadap Perempuan Kurdistan: Membakar diri Sebagai Bentuk Protes

Video | Jum'at, 16 Juni 2023 | 11:00 WIB

Kelompok Separatis Kurdi Sangkal Keterlibatan dalam Ledakan di Istanbul

Kelompok Separatis Kurdi Sangkal Keterlibatan dalam Ledakan di Istanbul

News | Selasa, 15 November 2022 | 17:02 WIB

Ledakan di Istanbul, Erdogan Sebut Ada 'Bau Terorisme'

Ledakan di Istanbul, Erdogan Sebut Ada 'Bau Terorisme'

Video | Selasa, 15 November 2022 | 16:20 WIB

Polisi Turki Telah Tangkap 46 Orang yang Diduga Terlibat dalam Ledakan di Istanbul

Polisi Turki Telah Tangkap 46 Orang yang Diduga Terlibat dalam Ledakan di Istanbul

News | Senin, 14 November 2022 | 17:19 WIB

Terkini

Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis

Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Rekam Jejak Ayah Bigmo: Sempat Jadi Buronan dan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Rekam Jejak Ayah Bigmo: Sempat Jadi Buronan dan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:05 WIB

3 Contoh Susunan Acara Tirakatan Malam 17 Agustus 2026, Khidmat dan Meriah

3 Contoh Susunan Acara Tirakatan Malam 17 Agustus 2026, Khidmat dan Meriah

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:05 WIB

4 Daftar Bahan Aktif yang Efektif dalam Serum Penumbuh Rambut, Kenali Fungsinya

4 Daftar Bahan Aktif yang Efektif dalam Serum Penumbuh Rambut, Kenali Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Kim Soo Hyun Comeback TV, Jadi Special Guest dalam Acara Mahakarya RCTI 37

Kim Soo Hyun Comeback TV, Jadi Special Guest dalam Acara Mahakarya RCTI 37

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Membongkar Pesan Posesif dan Self Love di Balik Judul Nyeleneh MMG Naykilla

Membongkar Pesan Posesif dan Self Love di Balik Judul Nyeleneh MMG Naykilla

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Harga Vape Lebih Murah dari Rokok Konvensional, Remaja Jadi Kelompok Rentan

Harga Vape Lebih Murah dari Rokok Konvensional, Remaja Jadi Kelompok Rentan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:58 WIB

FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan

FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?

Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:55 WIB

×