Obat Sirup India Jadi Biang Kerok Kematian 70 Anak, Aktivis: Kasus Serupa Rutin Terjadi

Rifan Aditya

Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:28 WIB
Obat Sirup India Jadi Biang Kerok Kematian 70 Anak, Aktivis: Kasus Serupa Rutin Terjadi
Obat Sirup India Jadi Biang Kerok Kematian 70 Anak, Aktivis: Kasus Serupa Rutin Terjadi - Ilustrasi obat sirup (Dok. Element Envato)

Suara.com - WHO menyebut kematian 70 anak di Gambia, Afrika karena gangguan ginjal akut diduga disebabkan obat sirup produksi India yang terkontaminasi Dietilen Glikol Dan Etilen Glikol. Aktivis kesehatan mengungkapkan fakta mengejutkan seputar industri obat di India.

Dinesh S. Thakur, aktivis kesehatan menyebut bahwa kasus serupa rutin terjadi di India. Dikutip dari npr.org (20/10/2022), pada masa lalu, sirup obat batuk juga dikaitkan dengan keracunan massal pada anak-anak di India serta negara-negara lain.

Menurut aktivis, hal ini terjadi karena lemahnya pengaturan industri farmasi India yang sedang naik daun. Dalam beberapa tahun terakhir, industri obat di India mengalami tren positif.

Pengekspor Obat Terbesar

India jadi salah satu negara top 10 pengekspor obat di dunia. India mengekspor obat-obatan ke lebih dari 200 negara dan berkontribusi pada pasar obat generik yang besar di Amerika Serikat.

Omzetnya diperkirakan mencapai $ 50 miliar atau setara Rp 778 triliun. Tahun 2020, India menduduki peringkat 7 negara pengekspor obat terbesar di dunia dengan $ 24,6 miliar.

Hal yang patut diwaspadai, bahwa Indonesia termasuk salah satu negara tujuan eksport obat-obatan dari India. Setidaknya menurut data wits.worldbank.org, dalam sepuluh tahun terakhir India rajin memasok ethylene glycol atau Etilen Glikol ke Indonesia bersama dengan Arab Saudi, Malaysia dan Singapura.

Produk ini masuk dalam kode HS 290531 yaitu terdiri dari Alcohols, acyclic, diols, ethylene glycol (ethanediol). Sebelum tahun 2010, Indonesia mendatangkan produk ini dari India hingga lebih dari 10 juta kg. Lima tahun terakhir ini jumlahnya mulai berkurang.

Sayangnya, pengawasan pemerintah India terhadap industri obat sangat kurang. Menurut pendapat kritikus, kelonggaran ini dapat melahirkan kondisi yang mengarah pada pelanggaran berbahaya.

baca juga

Seperti baru-baru ini terjadi pada Maiden Pharmaceuticals, perusahaan obat asal India yang terbukti melanggar sejumlah aturan. Obat produksi Maiden diduga menyebabkan kematian puluhan anak di India.

Otoritas India telah menghentikan produksi obat dari Maiden. WHO pun merilis peringatan kepada seluruh negara terhadap empat obat batuk sirup yang diproduksi Maiden yang bisa jadi menyebabkan gangguan ginjal akut.

Keracunan Massal Jadi Peristiwa Rutin

Dinesh Thakur menyebut peristiwa serupa di Gambia sebenarnya telah terjadi di India sebelumnya. Hal itu diceritakannya dalam buku berjudul "The Truth Pill".

"Keracunan massal anak-anak dengan obat sirup yang terkontaminasi DEG (dietilen glikol) telah menjadi peristiwa rutin," kata Dinesh Thakur dialihbahasakan dari npr.org.

Lima kasus serupa terjadi sejak 1972-2019 di India. Berikut ini daftarnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

99 Anak Indonesia Meninggal Gegara Gangguan Ginjal Akut, Penyakit Apa Sih Itu dan Bagaimana Gejalanya?

99 Anak Indonesia Meninggal Gegara Gangguan Ginjal Akut, Penyakit Apa Sih Itu dan Bagaimana Gejalanya?

Health | Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:51 WIB

Hits: 6 Obat Sirup Paling Sering Dibeli di Apotek Hingga Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup Terkontaminasi Etilen glikol

Hits: 6 Obat Sirup Paling Sering Dibeli di Apotek Hingga Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup Terkontaminasi Etilen glikol

Health | Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Gagal Ginjal Akut Misterius: Ada 3 Zat Kimia Berbahaya di Tubuh Pasien Anak, Apa Saja?

Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Gagal Ginjal Akut Misterius: Ada 3 Zat Kimia Berbahaya di Tubuh Pasien Anak, Apa Saja?

Health | Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Obat Sirup Disetop, Orang Tua Bisa Berikan Racikan Obat Herbal Kunyit Bubuk Saat Bayi Sakit

Obat Sirup Disetop, Orang Tua Bisa Berikan Racikan Obat Herbal Kunyit Bubuk Saat Bayi Sakit

Health | Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:45 WIB

Terkini

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:45 WIB

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

5 Perbedaan Rice Cooker dan Magic Com, Mana yang Paling Worth It Dibeli?

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

BRI dan Holding UMi Dorong Emas Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Pemerintah Klaim Proyek Motor Listrik Nasional Bisa Hemat Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

Sosok Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional

Sumbar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:34 WIB

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:25 WIB

×