Orangtua Masih Pertanyakan Kepastian Penyebab Kasus Gangguan Ginjal Akut

Siswanto, ABC

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 09:59 WIB
Orangtua Masih Pertanyakan Kepastian Penyebab Kasus Gangguan Ginjal Akut
Dokter merawat pasien anak penderita gagal ginjal akut di ruang Pediatrik Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Jumat (21/10/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsaa/hp].

Suara.com - Obat dalam bentuk sirop selama ini mungkin dikenal sebagai sahabat orangtua yang praktis dan efektif saat anak, terutama balita, sakit karena selain mudah dicerna, rasanya juga tidak pahit.

Namun, dua minggu belakangan ini obat sirop adalah hal yang menakutkan, setelah Kementerian Kesehatan melarang semua apotek menjual segala merk dan jenis obat sirop.

Langkah konservatif ini diambil pemerintah Indonesia setelah 141 anak sepanjang tahun ini meninggal dunia karena gagal ginjal akut yang penyebabnya misterius.

“Jadi pada September, kita bingung juga ada kasus acute kidney injury yang naiknya pesat, menyerang anak-anak, sangat mematikan, tapi bukan disebabkan patogen … yang membuka mata kami adalah kasus di Gambia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menkes memastikan meski sumber obat yang dikonsumsi para pasien di Indonesia dan Gambia berbeda, ada benang merah antara kasus di kedua negara yakni senyawa yang terkandung di dalam obat, yaitu ethylene glycol (EG) dan diethylene glycol (DEG).

"Sumber obatnya enggak sama, tapi sumber senyawa kimianya yang sama, yaitu EG dan DEG," sebut Menkes.

“Apa sudah pasti [kedua senyawa itu penyebabnya]? Sekarang sudah jauh lebih pasti dibanding sebelumnya karena memang terbukti darah anak-anak mengandung senyawa ini.”

Etilen glikol dan dietilen glikol sendiri adalah kontaminan dari bahan baku obat seperti propilen glikol, gliserin, dan polietilen glikol yang berfungsi sebagai pelarut pada obat sirop.

Menurut Dr Anis Yohana Chairunissa, guru besar farmasi di Universitas Padjadjaran, kontaminan yang terdeteksi dalam produk akhir obat jumlahnya tidak boleh melebihi batas ambang aman, yakni 0,1 persen pada bahan gliserin dan propilen glikol dan 0,25 persen pada polietilen glikol.

baca juga

Sejauh ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan ada lima obat sirop batuk dan demam yang mengandung kadar etilen glikol di atas ambang batas, sementara sekitar 150 obat lainnya telah dinyatakan aman sambil pengujian terus berjalan.

Namun, temuan tersebut bukan otomatis berarti obat sirop memiliki keterkaitan langsung dengan gagal ginjal akut pada anak.

"Karena tugas kami menunjukkan mana yang memenuhi standar, aman, dan mana yang melebihi standar dan tidak aman. Hanya itu saja," kata kepala BPOM Penny Lukito.

Hubungan antara sirop obat dan gagal ginjal akut yang inkonklusif inilah yang mengganggu dan menjadi ganjalan hati sebagian orangtua yang telah kehilangan anaknya.

Ganjalan dan pertanyaan dari orangtua

“Maaf ya baru bisa diwawancarai sekarang,” kata Agustina Maulani di ujung sambungan telepon.

Suaranya terdengar letih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genap Setahun Kasus Gagal Ginjal Akut: Orangtua Korban Akui Masih Diabaikan Pemerintah

Genap Setahun Kasus Gagal Ginjal Akut: Orangtua Korban Akui Masih Diabaikan Pemerintah

Video | Senin, 23 Oktober 2023 | 08:00 WIB

Sempat Heboh Cemaran Etilen Glikol, Begini Pertimbangan Caca Tengker Pilih Obat Untuk Anak

Sempat Heboh Cemaran Etilen Glikol, Begini Pertimbangan Caca Tengker Pilih Obat Untuk Anak

Health | Rabu, 22 Maret 2023 | 15:30 WIB

Cegah Kematian karena Gangguan Ginjal Akut, IDAI Minta Orang Tua Catat dan Simpan Obat yang Dipakai untuk Anak

Cegah Kematian karena Gangguan Ginjal Akut, IDAI Minta Orang Tua Catat dan Simpan Obat yang Dipakai untuk Anak

Health | Selasa, 21 Maret 2023 | 21:46 WIB

IDAI Minta Orang Tua Tak Perlu Ragu Lagi Pakai Obat Sirup, Sudah Pasti Aman dari Gangguan Ginjal Akut?

IDAI Minta Orang Tua Tak Perlu Ragu Lagi Pakai Obat Sirup, Sudah Pasti Aman dari Gangguan Ginjal Akut?

Health | Selasa, 21 Maret 2023 | 15:09 WIB

Gagal Ginjal Akut Anak: Sri Rubiyanti hingga Kini Masih Mencari Keadilan di Meja Hijau

Gagal Ginjal Akut Anak: Sri Rubiyanti hingga Kini Masih Mencari Keadilan di Meja Hijau

Video | Jum'at, 03 Maret 2023 | 12:05 WIB

Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes DKI Minta Masyarakat Musnahkan Obat Pakai Cara Ini

Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes DKI Minta Masyarakat Musnahkan Obat Pakai Cara Ini

News | Senin, 13 Februari 2023 | 12:41 WIB

Dinkes DKI Duga Pasien Baru Gangguan Ginjal Akut Terindikasi Gejala Long COVID-19

Dinkes DKI Duga Pasien Baru Gangguan Ginjal Akut Terindikasi Gejala Long COVID-19

News | Senin, 13 Februari 2023 | 12:20 WIB

Lolos Uji Lab, BPOM Nyatakan Praxion Aman Dikonsumsi

Lolos Uji Lab, BPOM Nyatakan Praxion Aman Dikonsumsi

Foto | Rabu, 08 Februari 2023 | 17:06 WIB

Praxion Obat Apa? Peredarannya Dihentikan BPOM

Praxion Obat Apa? Peredarannya Dihentikan BPOM

Health | Selasa, 07 Februari 2023 | 15:21 WIB

Muncul Kasus Ginjal Akut Baru, Bareskrim Telusuri Obat yang Dikonsumsi Pasien

Muncul Kasus Ginjal Akut Baru, Bareskrim Telusuri Obat yang Dikonsumsi Pasien

News | Senin, 06 Februari 2023 | 15:16 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×