Aktivis di Australia Mengenang Filep Karma: Bapak Bangsa Papua Barat

Siswanto, ABC

Rabu, 09 November 2022 | 13:04 WIB
Aktivis di Australia Mengenang Filep Karma: Bapak Bangsa Papua Barat
Filep Karma [suara.com/Siswanto]

Suara.com - Aktivis kemerdekaan Papua Filep Jacob Semuel Karma atau yang lebih dikenal dengan Filep Karma, tutup usia pada hari Selasa, 1 November 2022 lalu.

Filep ditemukan meninggal dunia di Pantai Base G Jayapura usai menyelam dan terbawa arus di usianya yang ke-63 tahun.

Putri Filep, Andrefina Karma mengatakan kepada media penyebab kematiannya adalah "murni kecelakaan", namun organisasi hak asasi manusia menuntut adanya penyelidikan lebih lanjut.

Nama Filep dikenal setelah pada tahun 1998, ia memimpin pengibaran bendera Bintang Kejora di Biak hingga dipenjara selama 10 bulan, setelah mengajukan banding terhadap hukuman penjara yang tadinya adalah 6,5 tahun.

Pada tahun 2004, Filep menggelar aksi yang sama hingga dijatuhkan hukuman 15 tahun penjara, namun dibebaskan pada pada tahun 2015.

Di samping aktivismenya, sosok Filep juga lekat di hati mereka yang sering berinteraksi dengannya secara pribadi.

Kepada ABC Indonesia, beberapa aktivis kemerdekaan Papua yang tinggal di Australia mengatakan masih berat hati melepas kepergiannya.

Mereka dan seorang akademisi Indonesia mencurahkan perasaan dan pandangan tentang Filep.

'Bapak Bangsa Papua Barat'

Ronny Kareni, aktivis dan sarjana diplomasi di Canberra pertama kali bertemu dengan Filep di tahun 2002, saat dirinya masih duduk di bangku SMA.

baca juga

"Beliau waktu itu suaranya sangat concerned isu Papua dan HAM tapi fokus di bagaimana pemuda-pemudi bisa berani untuk melihat isu Papua dengan menggunakan pendidikan, nonviolent resistance [perlawanan tanpa kekerasan]," kenangnya.

Prinsip ini terus dipegang Ronny yang menggunakan kata 'fearless' atau pemberani untuk mendeskripsikan Filep.

"Dia terbuka untuk mendengar masukan dari siapa saja, entah itu dilihat musuh, dari kacamata masyarakat Papua, entah itu dari tentara, maupun polisi, dia terbuka untuk bicara langsung," katanya.

"Dia tidak kenal takut dan berani untuk menyampaikan apa yang dia pikirkan, realita yang ada, tapi dia humble [rendah hati] dan tidak berpihak ke pihak internal juga."

Ronny yang sudah menganggap Filep keluarganya sendiri terakhir berjumpa langsung dengannya di tahun 2014.

Keduanya terus berhubungan jarak jauh melalui telepon atau pun Zoom bila ada acara webinar.

Ia mengaku sempat tidak percaya mendengar kabar meninggalnya Filep dan masih memproses kepergiannya yang menurutnya menimbulkan "perasaan kehilangan besar."

"Sebagai individu, dia juga seorang … father figure [sosok bapak] dalam visi dan aspirasi masyarakat Papua," ujarnya.

"Itu yang membuat para pemuda-pemudi datang untuk menyampaikan ungkapan duka, mengunjungi makamnya sebagai bentuk kehormatan melepas beliau.

"Kami semua melihatnya sebagai Bapak Bangsa Papua Barat."

'Tokoh pemimpin kaliber dunia'

Sementara itu, Veronica Koman, aktivis dan pengacara HAM pro-Papua yang mengenal dekat Filep semasa hidup mendeskripsikannya dari kacamata seorang teman dekat.

"Kalau misalnya pernah ketemu Pak Filep, orangnya itu sangat ramah, hangat, terbuka untuk dialog, diskusi dan juga sangat generous [dermawan] dengan ilmunya," ujar Veronica.

"Orangnya juga humoris dan santai."

Veronica pertama kali berjumpa dengan Filep waktu mengunjunginya di penjara pada tahun 2015.

Ketika sudah bebas, mereka sering bertemu di Jakarta maupun Jayapura.

Veronica memandang Filep sebagai seorang "guru dan mentor yang sangat rendah hati."

"Beliau bisa dibilang pemimpin Papua yang paling humble yang saya kenal dan tipe pemimpin yang tidak mencari kehormatan maupun posisi, tapi posisi pemimpin itu datang kepadanya," katanya.

Di mata Veronica, Filep juga adalah sosok yang membangun fondasi berpikir dan caranya memandang Papua sebagai orang Indonesia.

Ia mengatakan Filep selalu mengajarnya dengan sabar, namun tegas.

"Dari filosofi berpikirnya, menurut saya Pak Filep itu tokoh pemimpin kaliber dunia, bukan sekedar Papua," ujarnya.

"Pak Filep ini yang mempopulerkan bahwa yang harus kita perangi dan benci itu adalah sistem kolonialisme Indonesia, bukan rakyatnya. Dan itu luar biasa."

Karena hubungan pertemanan yang erat ini, berita kepergian Filep bukanlah hal yang mudah diterima Veronica.

"Foto dan video Pak Filep yang meninggal di pantai itu sejauh advokasi Papua saya merupakan foto tersulit yang pernah saya encounter dan teliti. Itu setengah mati," katanya.

Konsisten, menurut akademisi

Sementara itu, dari sudut pandang intelektual peneliti isu Papua di Indonesia Dr Adriana Elisabeth, Filep Karma adalah seseorang yang konsisten.

Menurutnya, Filep terus berpegang pada satu pemikiran, yang semuanya dinyatakan "dengan cara yang tidak provokatif."

"Dia melihat tidak ada harapan ketika Papua berada di Indonesia. Itu selalu kalimat-kalimatnya," kata Dr Adriana.

"Esensinya bahwa tidak ada solusi untuk Papua selama ini kecuali Papua berdiri sendiri."

Dr Adriana memperkuat pernyataannya dengan menuturkan fakta bahwa Filep masih memiliki pandangan yang sama bahkan setelah dipenjara selama 11 tahun.

"Kan mungkin kalau orang dipenjara itu kan diharapkan ada efek jera, ternyata kan beliau tidak, selain juga beliau bilang 'saya tidak merasa bersalah', seperti itu," katanya.

"Jadi artinya ada prinsip yang sangat sulit untuk diubah dari pemahaman beliau tentang kondisi di Papua.

"Dan pernah juga di penjara misalnya dia tidak mau diberikan grasi atau amnesti, karena kalau dia menerima itu dia merasa memang melakukan kesalahan, sementara dia merasa yang dia lakukan itu benar."

Filep Karma dimakamkan pada Rabu malam (02/11) di Expo Waena, Distrik Heram, Jayapura.

Pemakamannya dihadiri ribuan orang yang menyanyikan lagu "Hidup Ini Suatu Misteri" yang dikarang Arnold C Ap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty International Indonesia Minta Negara Selidiki Penyebab Kematian Filep Karma

Amnesty International Indonesia Minta Negara Selidiki Penyebab Kematian Filep Karma

News | Selasa, 01 November 2022 | 13:59 WIB

Profil Filep Karma, Aktivis Kemerdekaan Papua Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai

Profil Filep Karma, Aktivis Kemerdekaan Papua Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai

News | Selasa, 01 November 2022 | 12:30 WIB

Filep Karma Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Base G, Veronica Koman: Keluarga Masih Terguncang

Filep Karma Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Base G, Veronica Koman: Keluarga Masih Terguncang

News | Selasa, 01 November 2022 | 12:19 WIB

Ditemukan Tewas di Pantai Base G, Filep Karma Masih Kenakan Pakaian Diving

Ditemukan Tewas di Pantai Base G, Filep Karma Masih Kenakan Pakaian Diving

News | Selasa, 01 November 2022 | 10:32 WIB

BREAKING NEWS! Aktivis Kemerdekaan Papua Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pantai Base G Jayapura

BREAKING NEWS! Aktivis Kemerdekaan Papua Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pantai Base G Jayapura

News | Selasa, 01 November 2022 | 07:38 WIB

Terkini

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:17 WIB

Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura

Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura

Surakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 15:15 WIB

5 Rekomendasi HP Android dengan Hasil Video Mirip iPhone, Stabil dan Jernih Harga Under Rp7 Juta

5 Rekomendasi HP Android dengan Hasil Video Mirip iPhone, Stabil dan Jernih Harga Under Rp7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 15:15 WIB

Link Daftar Formasi CPNS Guru Agama Sekolah Rakyat 2026, Cek Rincian 331 Kebutuhannya

Link Daftar Formasi CPNS Guru Agama Sekolah Rakyat 2026, Cek Rincian 331 Kebutuhannya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:14 WIB

Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 15:14 WIB

Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?

Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:09 WIB

Persib dan Borneo FC Menggila di Asia, Media Vietnam Mulai Ketar-ketir

Persib dan Borneo FC Menggila di Asia, Media Vietnam Mulai Ketar-ketir

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:09 WIB

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 15:05 WIB

Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap

Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 15:03 WIB

Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata

Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:00 WIB

×