Aktivis di Australia Mengenang Filep Karma: Bapak Bangsa Papua Barat

Siswanto, ABC

Rabu, 09 November 2022 | 13:04 WIB
Aktivis di Australia Mengenang Filep Karma: Bapak Bangsa Papua Barat
Filep Karma [suara.com/Siswanto]

Ia mengaku sempat tidak percaya mendengar kabar meninggalnya Filep dan masih memproses kepergiannya yang menurutnya menimbulkan "perasaan kehilangan besar."

"Sebagai individu, dia juga seorang … father figure [sosok bapak] dalam visi dan aspirasi masyarakat Papua," ujarnya.

"Itu yang membuat para pemuda-pemudi datang untuk menyampaikan ungkapan duka, mengunjungi makamnya sebagai bentuk kehormatan melepas beliau.

"Kami semua melihatnya sebagai Bapak Bangsa Papua Barat."

'Tokoh pemimpin kaliber dunia'

Sementara itu, Veronica Koman, aktivis dan pengacara HAM pro-Papua yang mengenal dekat Filep semasa hidup mendeskripsikannya dari kacamata seorang teman dekat.

"Kalau misalnya pernah ketemu Pak Filep, orangnya itu sangat ramah, hangat, terbuka untuk dialog, diskusi dan juga sangat generous [dermawan] dengan ilmunya," ujar Veronica.

"Orangnya juga humoris dan santai."

Veronica pertama kali berjumpa dengan Filep waktu mengunjunginya di penjara pada tahun 2015.

Ketika sudah bebas, mereka sering bertemu di Jakarta maupun Jayapura.

baca juga

Veronica memandang Filep sebagai seorang "guru dan mentor yang sangat rendah hati."

"Beliau bisa dibilang pemimpin Papua yang paling humble yang saya kenal dan tipe pemimpin yang tidak mencari kehormatan maupun posisi, tapi posisi pemimpin itu datang kepadanya," katanya.

Di mata Veronica, Filep juga adalah sosok yang membangun fondasi berpikir dan caranya memandang Papua sebagai orang Indonesia.

Ia mengatakan Filep selalu mengajarnya dengan sabar, namun tegas.

"Dari filosofi berpikirnya, menurut saya Pak Filep itu tokoh pemimpin kaliber dunia, bukan sekedar Papua," ujarnya.

"Pak Filep ini yang mempopulerkan bahwa yang harus kita perangi dan benci itu adalah sistem kolonialisme Indonesia, bukan rakyatnya. Dan itu luar biasa."

Karena hubungan pertemanan yang erat ini, berita kepergian Filep bukanlah hal yang mudah diterima Veronica.

"Foto dan video Pak Filep yang meninggal di pantai itu sejauh advokasi Papua saya merupakan foto tersulit yang pernah saya encounter dan teliti. Itu setengah mati," katanya.

Konsisten, menurut akademisi

Sementara itu, dari sudut pandang intelektual peneliti isu Papua di Indonesia Dr Adriana Elisabeth, Filep Karma adalah seseorang yang konsisten.

Menurutnya, Filep terus berpegang pada satu pemikiran, yang semuanya dinyatakan "dengan cara yang tidak provokatif."

"Dia melihat tidak ada harapan ketika Papua berada di Indonesia. Itu selalu kalimat-kalimatnya," kata Dr Adriana.

"Esensinya bahwa tidak ada solusi untuk Papua selama ini kecuali Papua berdiri sendiri."

Dr Adriana memperkuat pernyataannya dengan menuturkan fakta bahwa Filep masih memiliki pandangan yang sama bahkan setelah dipenjara selama 11 tahun.

"Kan mungkin kalau orang dipenjara itu kan diharapkan ada efek jera, ternyata kan beliau tidak, selain juga beliau bilang 'saya tidak merasa bersalah', seperti itu," katanya.

"Jadi artinya ada prinsip yang sangat sulit untuk diubah dari pemahaman beliau tentang kondisi di Papua.

"Dan pernah juga di penjara misalnya dia tidak mau diberikan grasi atau amnesti, karena kalau dia menerima itu dia merasa memang melakukan kesalahan, sementara dia merasa yang dia lakukan itu benar."

Filep Karma dimakamkan pada Rabu malam (02/11) di Expo Waena, Distrik Heram, Jayapura.

Pemakamannya dihadiri ribuan orang yang menyanyikan lagu "Hidup Ini Suatu Misteri" yang dikarang Arnold C Ap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty International Indonesia Minta Negara Selidiki Penyebab Kematian Filep Karma

Amnesty International Indonesia Minta Negara Selidiki Penyebab Kematian Filep Karma

News | Selasa, 01 November 2022 | 13:59 WIB

Profil Filep Karma, Aktivis Kemerdekaan Papua Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai

Profil Filep Karma, Aktivis Kemerdekaan Papua Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai

News | Selasa, 01 November 2022 | 12:30 WIB

Filep Karma Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Base G, Veronica Koman: Keluarga Masih Terguncang

Filep Karma Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Base G, Veronica Koman: Keluarga Masih Terguncang

News | Selasa, 01 November 2022 | 12:19 WIB

Ditemukan Tewas di Pantai Base G, Filep Karma Masih Kenakan Pakaian Diving

Ditemukan Tewas di Pantai Base G, Filep Karma Masih Kenakan Pakaian Diving

News | Selasa, 01 November 2022 | 10:32 WIB

BREAKING NEWS! Aktivis Kemerdekaan Papua Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pantai Base G Jayapura

BREAKING NEWS! Aktivis Kemerdekaan Papua Filep Karma Ditemukan Meninggal di Pantai Base G Jayapura

News | Selasa, 01 November 2022 | 07:38 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB