Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang
Peringatan 81 tahun tragedi bom atom Hiroshima mempertegas tuntutan global untuk menghapus senjata nuklir. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Hiroshima memperingati 81 tahun tragedi bom atom dengan mendesak pemusnahan total senjata nuklir.

  • Daftar korban meninggal kini mencapai 353.639 jiwa setelah penambahan 4.393 nama baru.

  • Generasi muda Jepang berkomitmen meneruskan kesaksian sejarah dari para penyintas yang kian berkurang.

Suara.com - Persepsi publik global mendesak para pembuat kebijakan dunia untuk segera memusnahkan seluruh senjata nuklir tanpa penundaan. Tuntutan keras tersebut mengemuka di tengah mengheningkan cipta tepat pukul 08.15 pagi untuk mengenang 81 tahun tragedi bom atom Hiroshima.

Ancaman kehancuran manusia akibat radiasi masa lalu kini bertumpu pada pundak generasi muda untuk terus menyuarakan perdamaian. Penegasan ini menjadi krusial mengingat jumlah penyintas langsung yang makin menyusut dengan usia rata-rata melampaui 86 tahun.

Upacara tahunan di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima tahun ini dihadiri perwakilan dari 121 negara dan wilayah. Momen bersejarah tersebut menegaskan kembali posisi Hiroshima sebagai pusat desakan pelucutan senjata atom di tingkat internasional.

Ilustrasi Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki (freepick)
Ilustrasi Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki (freepick)

Walikota Hiroshima, Matsui Kazumi, memasukkan daftar terbaru korban tewas akibat bom atom ke dalam cenotaph memorial. Penambahan 4.393 nama dalam 12 bulan terakhir membuat total daftar korban kini mencapai 353.639 jiwa.

Dalam Deklarasi Perdamaian, Walikota Matsui melayangkan kritik terbuka dan tajam kepada para pemimpin negara pemilik senjata nuklir.

"Pembuat kebijakan dunia, masyarakat sipil menuntut pemusnahan segera senjata nuklir. Berapa lama lagi Anda berniat mengecewakan kami? Anda pasti memahami bahwa penggunaan senjata nuklir apa pun akan menimbulkan kerusakan katastrofik bagi kemanusiaan, dan bahwa non-proliferasi serta pelucutan senjata nuklir hanya dapat diatasi melalui upaya multilateral. Pemimpin negara bersenjata nuklir, Anda memikul tanggung jawab utama atas pelucutan senjata nuklir. Anda pasti menyadari keharusan untuk memimpin dengan memberi contoh."

Perdana Menteri Takaichi Sanae menegaskan kembali komitmen nasional Jepang untuk terus berdiri di garis depan diplomasi anti-nuklir.

"Jepang dengan tegas menjunjung tinggi Tiga Prinsip Non-Nuklir dan sebagai 'satu-satunya bangsa yang menderita pemboman atom selama perang,' akan bertahan dalam mewujudkan 'dunia yang bebas dari senjata nuklir.' Inilah misi yang kami emban. Saat ini, lingkungan keamanan global semakin parah. Baru-baru ini, 'Konferensi Tinjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir' telah diadakan dan menunjukkan kepada kita bahwa jalan menuju 'dunia tanpa senjata nuklir' masih jauh dari mulus. Namun justru karena itulah kita harus terus melangkah ke depan," kata PM Takaichi.

Bagi keluarga korban, peringatan ini menjadi panggilan jiwa untuk menjaga ingatan sejarah agar tidak pudar ditelan zaman.

baca juga

Seorang anak perempuan dari penyintas bom atom menuturkan kisahnya saat mendatangi lokasi memorial.

"Ibu saya, yang selamat dari pemboman atom, juga telah meninggal dunia. Ketika beliau masih hidup, saya mendengarkan cerita-ceritanya dengan tekun. Jumlah penyintas terus berkurang. Jadi saya pikir kita, sebagai anak-anak mereka, harus meneruskan kisah tentang apa yang terjadi dengan bom atom dan terus berbicara tentang pentingnya perdamaian dunia untuk masa depan."

Kesadaran serupa mendorong sanak keluarga penyintas lainnya untuk hadir dan memanjatkan doa bersama.

"Hari ini adalah hari yang spesial, jadi kami datang ke sini untuk merenungkan kembali arti perdamaian. Saya berdoa untuk perdamaian dunia bagi anak-anak," kata seorang anak laki-laki penyintas.

Tongkat estafet penyampaian sejarah kini berada di tangan pelajar dan kaum muda yang peduli akan masa depan bumi.

Seorang siswa SMA yang hadir menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran pemuda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia

Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian

Review Drama Loved One, Perjalanan Tim Forensik Menyingkap Misteri Kematian

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×