Kelakar Fahri Hamzah: Partai Politik Sekarang Pakai Logika Dagang!

Farah Nabilla | Fita Nofiana
Kelakar Fahri Hamzah: Partai Politik Sekarang Pakai Logika Dagang!
Politisi Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menyebut Papua sebagai alternatif lokasi yang paling pas dijadikan ibu kota baru Indonesia (akun instagram @fahrihamzah).

Begini kata Fahri Hamzah soal Partai politik yang memakai logika berdagang.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritisi partai politik habis-habisan. 

Fahri Hamzah menyebutkan bahwa para pendiri partai atau petinggi partai kini sudah seperti pedagang, bukan menjajakan ideologi.

"Partai politik ada krisis ini, lihat saja partai politik kan harusnya lembaga intelektual kan pendiri harunya pemikir pemilik ideologi," ungkap Fahri Hamzah di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.

"Di indonesia dulu seorang tokoh nasionalis besar Soekarno mendirikan partai nasionalis seorang sosalis seperti Syahrir mendiriikan PSI, Pak natsir ideologi Islam mendirikan Masyumi, ini orang jago berpikir yang mendirikan partai," imbuhnya.

Baca Juga: Kaesang Diisukan Terjun ke Politik, Apa Kata PKB?

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah [SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora]
Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah [SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora]

Membandingkan dengan partai politik sekarang, Fahri Hamzah menyebutkan bahwa ideologi bukan lagi yang utama.

Dia lebih lanjut menyebut partai politik belakangan bernalar bak pedagang.

"Tapi kalau kita lihat hari ini, ini kan pedagang yang mendirikan parta politik atau sebenarnya tergerus oleh logika pedagang, bagaimana enggak kena krisis partai?" imbuhnya.

Hal ini yang kemudian membuatnya bersama Anis Matta membentuk partai baru.

Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah saat itu mendaftar pemilu di kantor KPU, Minggu (7/8/2022). (Suara.com/Novian)
Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah saat itu mendaftar pemilu di kantor KPU, Minggu (7/8/2022). (Suara.com/Novian)

"Maka kita buat partai politik, dulu saya berharap PKS bisa, tapi udah kena krisis. Feodalismenya dahsyat ada kelompok tertentu yang sulit dikiritik," ungkap Fahri yang sebelumnya memang berasal dari PKS.

Baca Juga: Kalau Paham Etika, Wasekjen PKB Sarankan Kaesang Segera Masuk Partai Politik

"Maka akhirnya kita buat partai, kita siapkan buku dari sebelum dan setelah republik, kelompok ketiga, lalu buat buku arah baru bagaimana kita meng set up negara ini," imbuhnya.