Sosok Anak Bungsu yang Racuni Keluarga di Magelang: DDS Dikenal Aktif, Pernah Daftar Akmil Tapi Gagal

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 30 November 2022 | 11:38 WIB
Sosok Anak Bungsu yang Racuni Keluarga di Magelang: DDS Dikenal Aktif, Pernah Daftar Akmil Tapi Gagal
Korban ditemukan tewas sekitar pukul 07.30 WIB di dalam 3 kamar mandi yang terpisah. Korban adalah pasangan suami-istri, Abas Ashar dan Heri Riyani, serta anak perempuan pertama bernama Dea Khairunisa. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Suara.com - Dhio Daffa Syahdilla atau DDS (22) disorot usai meracuni kedua orang tua serta kakaknya hingga tewas. Peristiwa ini terjadi pada Senin (28/11/2022) di Magelang, Jawa Tengah tewas diracun. Korban ini terdiri, Abbas Ashar (58), Heri Riyani (54), dan Dea Choirunnisa (25).

Pelaku sudah diamankan polisi di hari yang sama setelah sebelumnya menjadi saksi. DDS ditangkap usai mengaku meracuni keluarganya. Lantas, seperti apa sosok DDS? Berikut informasi selengkapnya.

Sosok DDS 

DDS merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Abbas Ashar dan Heri Riyani. Ia juga adik kandung dari Dhea Choirunnisa, anak pertama keluarga tersebut. Sang ayah diketahui sudah pensiun.

Abbas sempat bekerja sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kementerian Keuangan. Sementara itu, Riyani adalah seorang ibu rumah tangga. Dhea dan Dhio merupakan pegawai, namun tidak diketahui tempatnya.

Kakak kandung Riyani, Agus Sutiarso tidak menyangka keponakannya itu membunuh keluarganya sendiri. Ia bercerita jika selama ini mereka tidak pernah ribut. Namun, Dhio dikenal suka menghambur-hamburkan uang.

Kesaksian lain diberikan oleh Kepala Desa Mertoyudan, Eko Sungkono. Ia menyebut sosok Dhio adalah pribadi yang pendiam. Dhio juga dikenal aktif mengikuti kegiatan warga, seperti pengajian atau pertemuan remaja.

Eko juga mengatakan sepengetahuan dirinya, setelah lulus SMA, Dhio sempat mendaftar di Akademi Militer namun gagal. Sebelum ujian terakhir, DDS mengalami kecelakaan sehingga jari kakinya harus diamputasi.

Membunuh karena Merasa Dibebani

baca juga

Kepada penyidik, DDS mengaku kesal lantaran ia harus menanggung kebutuhan keluarga yang besar dan menjadi satu-satunya tumpuan utama. Ditambah, sang kakak yang diakuinya tidak dibebankan hal sama.

Terbaru, Sukoco, paman DDS  membantah keponakannya dibebani ekonomi keluarga. Ia menyebut justru Dhio yang menghabiskan uang hingga 32 juta setiap bulannya. Dana itu, dipakai untuk mengikuti kursus.

Namun, ia tidak mengetahui persis kebenaran terkait kursus apa yang diikuti Dhio. Informasi itu Sukoco dapatkan dari adiknya, Heri Riyani, yang juga merupakan korban. Kala itu, Riyani mengaku mengeluarkan jutaan rupiah untuk anak keduanya.

"Jadi waktu almarhumah adik saya (Heri Riyani), pernah beberapa bulan yang lalu bertemu dengan saya 'mas ini untuk pengeluaran Dhio satu bulan 32 juta' untuk kursus bahasa Inggris, belum yang lain-lainnya," ungkap Sukoco dalam tayangan Youtube Kompas TV, Rabu (30/11/2022).

"Namun kursusnya belum dibuktikan benar adanya," sambungnya.

Saat pemeriksaan polisi, DDS juga mengaku sempat memberikan racun kepada kedua orang tua dan kakaknya pada 23 November 2022 melalui minuman dawet. Namun karena dosis arsenik yang diberikan terlalu rendah, percobaan pembunuhan itu gagal.

Para korban saat itu hanya menderita mual-mual namun tidak menyebabkan kematian. Lalu, tiba pada Senin (28/11/2022) pagi, DDS kembali mencampur 2 sendok teh arsenik ke dalam teh dan kopi yang biasa disajikan ibunya. Ia melakukannya saat sang ibu keluar dari dapur.

Adapun setelah penyidik dari Satreskrim Polres Magelang melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan hasil autopsi kepada seluruh korban tewas, DDS resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ini disampaikan oleh Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun. Ia mengungkapkan akibat perbuatannya itu, DDS dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Penyebab Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polda Metro Jaya: Bukan Keracunan atau Kelaparan

Soal Penyebab Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polda Metro Jaya: Bukan Keracunan atau Kelaparan

Jakarta | Selasa, 29 November 2022 | 18:47 WIB

Polisi: Tim Psikologi Forensik Masih Dalami Motif Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Polisi: Tim Psikologi Forensik Masih Dalami Motif Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Jakarta | Selasa, 29 November 2022 | 18:32 WIB

Duga Ada Aktivitas Ritual Terkait Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi: Ditemukan Buku Mantra dan Kemenyan

Duga Ada Aktivitas Ritual Terkait Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi: Ditemukan Buku Mantra dan Kemenyan

Jakarta | Selasa, 29 November 2022 | 18:17 WIB

Fakta Menarik Sosok Pelaku Pembunuhan di Magelang, dari Keluarga Berada dan Pernah Daftar Akmil

Fakta Menarik Sosok Pelaku Pembunuhan di Magelang, dari Keluarga Berada dan Pernah Daftar Akmil

Jawa Tengah | Selasa, 29 November 2022 | 18:13 WIB

5 Fakta Kematian Satu Keluarga di Mertoyudan, Dipicu Sakit Hati hingga Korban Alami Luka Bakar di Tenggorokan

5 Fakta Kematian Satu Keluarga di Mertoyudan, Dipicu Sakit Hati hingga Korban Alami Luka Bakar di Tenggorokan

Jogja | Selasa, 29 November 2022 | 17:57 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas

Ahmad Luthfi Tinjau TPA Putri Cempo, Pemadaman dan Perlindungan Warga Menjadi Prioritas

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 14:04 WIB

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Kebakaran Hutan, Ekspansi Kapital dan Krisis Tata Kelola

Opini | Sabtu, 05 September 2026 | 14:01 WIB

Membaca Panji Tengkorak Karya Seno Gumira Ajidarma: dari Komik ke Disertasi

Membaca Panji Tengkorak Karya Seno Gumira Ajidarma: dari Komik ke Disertasi

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 14:00 WIB

PGN Sulap Potensi Desa Jadi Mesin Ekonomi, Omzet Tembus Rp3,6 M

PGN Sulap Potensi Desa Jadi Mesin Ekonomi, Omzet Tembus Rp3,6 M

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:58 WIB

Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan

Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan

Sulsel | Sabtu, 05 September 2026 | 13:53 WIB

Bingung Cari Aktivitas Keluarga Akhir Pekan? Bisa Lari Santai hingga Bertemu Snoopy!

Bingung Cari Aktivitas Keluarga Akhir Pekan? Bisa Lari Santai hingga Bertemu Snoopy!

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 13:49 WIB

DPR Dorong RUU Perampasan Aset Juga Bidik Kejahatan Perbankan, Harris Turino: Itu Juga Sadis

DPR Dorong RUU Perampasan Aset Juga Bidik Kejahatan Perbankan, Harris Turino: Itu Juga Sadis

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:44 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 13:43 WIB

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:38 WIB

1.961 Anak Diduga Keracunan MBG dalam 3 Hari, KPAI: Bukan Hanya Sakit Fisik, Tapi Juga Alami Trauma

1.961 Anak Diduga Keracunan MBG dalam 3 Hari, KPAI: Bukan Hanya Sakit Fisik, Tapi Juga Alami Trauma

News | Sabtu, 05 September 2026 | 13:30 WIB

×