Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Pemerintah Soroti Polusi Udara yang Kian Memburuk

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Pemerintah Soroti Polusi Udara yang Kian Memburuk
Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di Jakarta, Rabu (11/8/2021). [Antara/Aditya Pradana Putra/aww]

Kota Jakarta menempati posisi ke-10 sebagai kota dengan polusi udara tinggi di dunia selama 2021.

Suara.com - Kota Jakarta menempati posisi ke-10 sebagai kota dengan polusi udara tinggi di dunia selama 2021. Sementara untuk Indonesia, berada di urutan ke-17 sebagai negara dengan tingkat polusi udara tinggi.

Polusi udara yang tinggi di Jakarta diperkirakan telah menyebabkan 3.700 kematian warga hingga 2021 dan potensi kerugiannya mencapai USD960 juta atau sekitar Rp14,4 triliun (kurs Rp15.000 per dolar AS).

Kondisi ini pun jadi sorotan pemerintah, dalam hal ini Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Ia mengungkapkan, isu polusi udara merupakan permasalahan seluruh masyarakat karena dapat berpengaruh terhadap penyakit pernapasan.

Salah satu penyebab penyakit yang bebannya paling tinggi di Indonesia, yakni penyakit respiratorik atau penyakit gangguan pernapasan.

Baca Juga: Politisi PDIP Benarkan Gibran Masuk Bursa Calon Gubernur DKI Jakarta

“Oleh karena itu, pendidikan agar masyarakat Indonesia tetap sehat terutama bebas dari gangguan penyakit pernapasan itu sangat baik, karena buat kami lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Budi dalam keterangannya usai acara film dokumenter SENGAL terkait polusi udara pada Kamis (8/12/2022).

Permasalahan polusi udara, lanjut Budi, tidak akan selesai kalau hanya dilakukan oleh pemerintah, sehingga perlu kerja sama dan kontribusi dari seluruh pihak mulai dari stakeholder pemerintahan sampai masyarakat luas.

“Ini nggak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama. Nggak bisa dilakukan secara eksklusif, harus inklusif. Nggak bisa dilakukan dalam bentuk program pemerintah tapi harus dalam bentuk gerakan masyarakat,” lanjut Budi.

Menurutnya, masyarakat perlu diedukasi bahwa polusi udara bisa menyebabkan penyakit pernapasan karena sudah banyak sekali masyarakat yang masuk rumah sakit dan mendatangi dokter karena penyakit pernapasan yang termasuk lima besar penyakit yang bebannya paling tinggi di Indonesia, selain jantung, stroke dan kanker.

“Saya merasa seharusnya lebih banyak lagi film-film seperti ini, edukasi-edukasi seperti ini, yang bisa menyadarkan masyarakat bahwa polusi udara itu sangat besar dampaknya bagi kesehatan kita,” ungkap Budi.

Baca Juga: Persija Lawan Persita Ditunda, Hansamu Yama Alihkan Fokus Lawan Arema FC

Bagi Budi, keberadaan organisasi masyarakat seperti Bicara Udara yang fokus dalam menyuarakan isu terkait kualitas udara di Indonesia pun sangat diperlukan sebagai modal sosial yang luar biasa dari masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan Indonesia.

“Sehingga seluruh bangsa Indonesia, masyarakat Indonesia, bisa bergerak bersama-sama mengatasi masalah ini,” katanya.