Makna Tari Mandayasih, Tarian Baru Mangkunegaran Diciptakan untuk Pernikahan Kaesang-Erina

Sabtu, 10 Desember 2022 | 16:02 WIB
Makna Tari Mandayasih, Tarian Baru Mangkunegaran Diciptakan untuk Pernikahan Kaesang-Erina
Situasi Dalem Ageng Pura Mangkunegaran Surakarta, Sabtu (14/8/2021). ANTARA/Aris Wasita

Suara.com - Kaesang Pangarep dan Erina Gudono kini telah diikat dalam pernikahan usai menjalani prosesi akad nikah di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, hari ini Sabtu (10/12/2022). 

Tak lupa, pernikahan antara putra bungsu presiden Joko Widodo dengan sosok finalis Puteri Indonesia tersebut akan dilanjutkan dengan resepsi yang digelar Puro Mangkunegaran, kota Surakarta pada Minggu (11/12/2022) besok.

Adapun baik panitia hingga pihak Mangkunegaran telah mematangkan berbagai persiapan yang dibutuhkan untuk resepsi tersebut, yakni salah satu unsur yang tak luput adalah pertunjukan tarian.

Tasyakuran pernikahan Kaesang-Erina nantinya akan diwarnai dengan sebuah tarian karya asli Mangkunegaran bertajuk Mandayasih yang menyimpan segudang fakta unik dan filosofi yang mendalam.

Tarian karya sosok seniman Mangkunegaran

Tarian Mandayasih merupakan karya asli dari kreativitas seniman tari Mangkunegaran. Tarian tersebut diperuntukkan untuk menjemput kedua mempelai usai menjalani prosesi ngunduh mantu yang digelar di Loji Gandrung pada hari yang sama.

Adapun sosok seniman jenius yang telah merancang koreografi tarian Mandayasih adalah Rustini, seorang perempuan kelahiran Surakarta yang berprofesi sebagai abdi dalem Kemantren Langenpraja Pura Mangkunegaran.

Mengenal sosok Rustini

Dihimpun dari berbagai sumber, Rustini lahir di Surakarta pada 2 Juni 1949. Rustini kini memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk pihak Mangkunegaran sebagai seorang seniman.

Baca Juga: Paling Mentereng di Perkampungan, Rumah Mewah Erina Gudono Bikin Publik Kagum

Konon, Rustini melanjutkan jejak orang tuanya yang juga menggeluti seni dan budaya tradisional.

Makna tarian Mandayasih

Menurut penciptanya, nama Mandayasih diambil dari dua kata dalam bahasa Jawa kuno alias bahasa Kawi yang mewakili nilai-nilai luhur yang menjadi bekal pernikahan.

Dua kata tersebut yakni mandaya yang berarti selalu berusaha dan sih yang diambil dari kata kasih, welas asih, atau cinta dan kasih.

Menyimbolkan kemesraan antara pasangan

Kedua kata tersebut menyiratkan simbolisme nilai luhur yang tercermin dari lemah-lembut gerakan para pemain yang terdiri atas penari laki-laki dan penari perempuan yang saling berpasang-pasangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI