SBY Turun Gunung Diplomasi 'Nasi Goreng', Demi Selamatkan AHY dari Kengototan NasDem Soal Andika Perkasa?

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Sabtu, 24 Desember 2022 | 08:06 WIB
SBY Turun Gunung Diplomasi 'Nasi Goreng', Demi Selamatkan AHY dari Kengototan NasDem Soal Andika Perkasa?
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.[YouTube/KompasTV]

Suara.com - Manuver partai politik jelang Pemilu 2024, khususnya terkait koalisi parpol mulai terlihat. Tak terkecuali upaya koalisi yang dibentuk Partai NasDem dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Terbaru, petinggi Demokrat dan PKS mendadak melakukan pertemuan di kediaman Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Rabu (21/12/2022). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum PKS Ahmad Syaikhu.

Dalam momen itu, disebutkan bahwa pertemuan itu diwarnai dengan jamuan nasi goreng yang diracik langsung oleh SBY. Hadir pula Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf dalam jamuan tersebut.

Diduga pertemuan itu untuk merespons Partai NasDem yang seolah ngotot menjadikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atau mantan Panglima TNI Andika Perkasa maju sebagai cawapres pasangan Anies Baswedan.

Adapun dugaan tersebut disampaikan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. Ia menilai SBY dan maupun Habib Salim bisa menjadi penentu untuk masing-masing partai untuk menyepakati sosok siapa yang dinilai tepat mendampingi Anies.

Padahal, Partai Demokrat dinilai menginginkan AHY maju sebagai cawapres yang mendampingi Anies. Sedangkan PKS sendiri mengharapkan sosok dari kader mereka, yakni mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher sebagai cawapres pendamping Anies.

“Mereka ingin memutuskan AHY atau Aher yang paling pas berduet dengan Anies pada Pilpres 2024,” kata Jamiluddin seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (24/12/2022).

Selain itu, Jamiluddin juga menilai bahwa SBY dan Habib Salim ingin segera menyepakati hal tersebut demi meningkatkan daya tawar politik dengan Nasdem dalam memilih cawapres.

Terlebih setelah NasDem justru terkesan ngotot ingin mengusung Khofifah atau Andika Perkasa untuk mendampingi Anies. Karena itu, kesepakatan Demokrat dan PKS bisa menjadi pertimbangan NasDem untuk menerimanya.

“Kalau Demokrat dan PKS satu suara dalam mengusung cawapresnya Anies, maka diharapkan Nasdem mau menerimanya,” tambah Jamiluddin.

Menurutnya, sejauh ini daya tawar politik Partai Nasdem semakin melemah dihadapan Demokrat dan PKS. Situasi ini berpotensi membuat Demokrat dan PKS bisa menekan NasDem untuk menerima cawapres usulan mereka.

Bahkan, bukan tidak mungkin SBY bakal memperjuangkan agar AHY disetujui PKS untuk menjadi pasangan Anies di Pilpres 2024.

“Kalau hal itu terwujud, maka Demokrat dan PKS tampaknya akan menyepakati AHY sebagai pendamping Anies,” terang Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

PKS, kata Jamiluddin, diprediksi akan mengalah demi terwujudnya koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS, dengan bersama-sama mengusung Anies-AHY. Bahkan bukan tidak mungkin deklarasi pembentukan koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS akan dipercepat.

“Koalisi ini juga akan bersamaan mendeklarasikan Anies-AHY sebagai pasangan yang diusung pada Pilpres 2024,” pungkas Jamiluddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Baswedan Unggul Voting ILC, Bachrum: Makanya Orang Serakah Berwacana 3 Periode

Anies Baswedan Unggul Voting ILC, Bachrum: Makanya Orang Serakah Berwacana 3 Periode

| Sabtu, 24 Desember 2022 | 07:06 WIB

Sambutan di Hadapan Jokowi, Ketum Hanura Tegas Tak Dukung Anies Baswedan: Sorry Ya!

Sambutan di Hadapan Jokowi, Ketum Hanura Tegas Tak Dukung Anies Baswedan: Sorry Ya!

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 21:03 WIB

Kelakar Cak Lontong Minta Kader Hanura Jangan sampai DPO Apalagi DP Nol, Sindir Siapa?

Kelakar Cak Lontong Minta Kader Hanura Jangan sampai DPO Apalagi DP Nol, Sindir Siapa?

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 21:01 WIB

CEK FAKTA: Surya Paloh Akhirnya Pilih Andika Perkasa Buat Jadi Cawapres Anies, Benarkah?

CEK FAKTA: Surya Paloh Akhirnya Pilih Andika Perkasa Buat Jadi Cawapres Anies, Benarkah?

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 20:59 WIB

Sentilan Faldo Maldini Diduga Buat Koalisi Anies: Makan Siang Terus, Anak Kecil Saja 3 Bulan Sudah Besar

Sentilan Faldo Maldini Diduga Buat Koalisi Anies: Makan Siang Terus, Anak Kecil Saja 3 Bulan Sudah Besar

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 20:56 WIB

Kasihan NasDem, Elektabilitas Makin Nyungsep, 'Anies Baswedan Effect' Malah Terciprat ke PKS-Demokrat

Kasihan NasDem, Elektabilitas Makin Nyungsep, 'Anies Baswedan Effect' Malah Terciprat ke PKS-Demokrat

News | Jum'at, 23 Desember 2022 | 20:17 WIB

Terkini

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB