Geger Mahasiswa S3 Kriminolog Jadi Tersangka Pembunuhan Tiga Mahasiswi Dan 1 Mahasiswa

Bangun Santoso

Minggu, 01 Januari 2023 | 11:19 WIB
Geger Mahasiswa S3 Kriminolog Jadi Tersangka Pembunuhan Tiga Mahasiswi Dan 1 Mahasiswa
ilustrasi pembunuhan. [Envato Elements]

Suara.com - Kasus mengejutkan sekaligus menggemparkan baru saja mengguncang Amerika Serikat. Seorang mahasiswa strata tiga (S3) kriminolog ditangkap dan jadi tersangka kasus pembunuhan.

Seorang mahasiswa S3 kriminolog bernama Bryan Christopher Kohberger (28) ditangkap polisi dan ditahan di Pennsylvania. Ia menjadi tersangka pembunuhan misterius yang menewaskan tiga mahasiswi dan satu mahasiswa di Negara Bagian Idaho pada November 2022.

Menyadur laman BBC, Minggu (1/1/2023), tempat kejadian perkara atau TKP pembunuhan ada di sebuah rumah kontrakan di Kota Moskow, dekat kampus Universitas Idaho.

Di lokasi tersebut, pada 13 November, Xana Kernodle, Ethan Chapin, Kaylee Goncalves, dan Madison Mogen ditemukan tewas ditikam di tempat tidur mereka. Beberapa dari mereka, yang semuanya berusia 20 atau 21 tahun, mengalami luka yang khas akibat membela diri.

Pemeriksaan post-mortem menemukan keempatnya mungkin sedang tidur ketika mereka diserang. Polisi mengatakan tidak ada bukti kekerasan seksual.

Selama berminggu-minggu setelah kematian keempat korban tersebut, para anggota keluarga telah menyuarakan rasa frustrasi mereka dengan perkembangan penyelidikan.

Kohberger ditangkap di dekat Kota Scranton, Negara Bagian Pennsylvania, pada Jumat (30/12) oleh kepolisian negara bagian dan agen FBI. Dia dilacak hingga ke rumah orang tuanya di Albrightsville, kata para pejabat kepada CBS, mitra BBC di AS.

Dia diperkirakan akan diekstradisi ke Idaho, telah menghadap hakim dan ditahan tanpa jaminan.

Jaksa Wilayah Latah, Bill Thompson, mengatakan dalam konferensi pers bahwa tersangka menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan perampokan.

baca juga

Tersangka disebut berstatus mahasiswa PhD atau strata tiga di bidang peradilan pidana dan kriminologi di Universitas Washington State.

Kampusnya di Kota Pullman, Negara Bagian Washington - yang juga kota tempat tinggalnya - berjarak 10 mil berkendara dari Kota Moskow, Idaho.

"Ini adalah kasus yang rumit dan luas," kata kepala polisi Moskow, James Fry, dengan nada emosional.

"Rangkaian pembunuhan tersebut telah mengguncang komunitas ini dan tidak ada penangkapan yang akan mengembalikan para mahasiswi muda ini," katanya kepada wartawan.

Polisi tidak mengungkap motif Kohberger. Alasannya, mereka perlu merahasiakan detil tertentu untuk menguatkan dakwaan di persidangan. Mereka mengatakan sedang menyelidiki apakah tersangka mengenal para korban.

James Fry mengatakan sejauh ini pihaknya telah meninjau lebih dari 19.000 masukan dari publik.

Awal bulan ini, terobosan besar mengemuka setelah para penyelidik meminta bantuan masyarakat untuk menemukan mobil Hyundai Elantra putih yang terlihat di dekat rumah para korban pada hari pembunuhan.

Pada Jumat (30/12), polisi mengklaim mobil Elantra tersebut telah ditemukan, tetapi senjata pembunuhnya belum ditemukan.

Fry menolak berkomentar tentang laporan bahwa tersangka bertanya kepada petugas yang menangkap apakah ada orang lain yang ditangkap.

"Yang bisa saya katakan adalah kami memiliki seseorang dalam tahanan yang melakukan kejahatan-kejahatan mengerikan ini dan saya yakin komunitas kami aman," ujarnya. "Tapi kita tetap harus waspada, kan?"

Seorang aparat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media AS bahwa bukti DNA menghubungkan Kohberger dengan rentetan pembunuhan tersebut.

Dia terdaftar sebagai asisten dosen untuk tiga mata kuliah hukum pidana S1 di Universitas Washington State, menurut surat kabar Idaho Statesman.

Sampai sekarang dia tidak memiliki catatan penangkapan di Idaho, Washington atau Pennsylvania, sebut surat kabar itu. Namun, Namanya muncul dalam laporan polisi karena tidak mengenakan sabuk pengaman pada Agustus lalu di daerah Idaho yang mencakup Kota Moskow.

Ben Roberts, seorang rekan mahasiswa S3 mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa tersangka tampak percaya diri dan ramah, tetapi juga "sangat canggung".

Roberts menambahkan bahwa Kohberger ingin terlihat pintar.

"Satu hal yang selalu dia lakukan, hampir tanpa gagal, adalah menemukan cara yang paling rumit untuk menjelaskan sesuatu," katanya.

"Dia harus memastikan Anda tahu bahwa dia mengetahuinya."

Penangkapan Kohberger terjadi pada hari yang sama ketika upacara peringatan diadakan untuk mendiang Kaylee Goncalves dan Madison Mogen di sebuah gereja di Coeur D'Alene, Idaho.

"Hari ini kami memperingati Maddie dan temannya Kaylee dengan perasaan lega mengetahui bahwa dia sekarang dapat dimakamkan dengan baik," sebut sebuah pernyataan dari keluarga Madison Mogen.

Sebuah pernyataan dari keluarga Ethan Chapin kepada media AS mengatakan mereka lega bab ini berakhir.

"Namun, itu tidak mengubah hasil atau mengurangi rasa sakit. Kami merindukan Ethan, dan keluarga kami berubah selamanya." (Sumber: BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Perempuan di Bali Tewas Terbunuh Tanpa Mengenakan Pakian

Seorang Perempuan di Bali Tewas Terbunuh Tanpa Mengenakan Pakian

Denpasar | Minggu, 01 Januari 2023 | 10:32 WIB

Sadis, Pelaku Mutilasi Wanita di Tambun Selatan Diduga Potong Tubuh Korban dengan Menggunakan Gergaji Listrikk

Sadis, Pelaku Mutilasi Wanita di Tambun Selatan Diduga Potong Tubuh Korban dengan Menggunakan Gergaji Listrikk

Sumedang | Minggu, 01 Januari 2023 | 08:26 WIB

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pria Bertato Joker di Duri Kosambi, Tiga Pelaku Kesal Korban Ingkar Janji Ngamen Bareng

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pria Bertato Joker di Duri Kosambi, Tiga Pelaku Kesal Korban Ingkar Janji Ngamen Bareng

Jakarta | Sabtu, 31 Desember 2022 | 18:20 WIB

Dengan Tubuh Penuh Lubang Peluru, Brigadir J Datangi Sang Ibu Sambil Menangis

Dengan Tubuh Penuh Lubang Peluru, Brigadir J Datangi Sang Ibu Sambil Menangis

Depok | Sabtu, 31 Desember 2022 | 13:35 WIB

Ecky Terduga Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Tambun Selatan Sempat Berupaya Kabur Bersama Wanita

Ecky Terduga Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Tambun Selatan Sempat Berupaya Kabur Bersama Wanita

News | Sabtu, 31 Desember 2022 | 13:22 WIB

Momen Brigadir J Minta Pertolongan Ibunya: Dia Hujani Peluru, Apa Salah Abang Ma?

Momen Brigadir J Minta Pertolongan Ibunya: Dia Hujani Peluru, Apa Salah Abang Ma?

Selebtek | Sabtu, 31 Desember 2022 | 13:15 WIB

Merinding, 5 Fakta Korban Mutilasi di Bekasi: Potongan Tubuh Disimpan di Dua Boks

Merinding, 5 Fakta Korban Mutilasi di Bekasi: Potongan Tubuh Disimpan di Dua Boks

News | Sabtu, 31 Desember 2022 | 12:22 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×