KontraS dan ICW Minta Pemerintah Jalankan Rekomendasi Ombudsman Dalam Penunjukkan Pj Kepala Daerah

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Sabtu, 07 Januari 2023 | 11:53 WIB
KontraS dan ICW Minta Pemerintah Jalankan Rekomendasi Ombudsman Dalam Penunjukkan Pj Kepala Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat melantik tiga penjabat gubernur untuk tiga daerah otonomi baru (DOB) Papua di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti proses penunjukkan terhadap beberapa Penjabat (Pj) Kepala Daerah.

Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum memenuhi permintaan temuan Ombudsman RI untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai basis untuk melakukan penunjukkan Pj atau Plt Kepala Daerah tersebut.

Dalam hal ini, Ombudsman RI lebih dulu menyampaikan temuan tentang maladministrasi pengangkatan Pj atau Plt Kepala Daerah. Catatan KontraS dan ICW, ada 101 daerah yang masa jabatan kepala daerahnya habis.

Selain itu, pada beberapa daerah di antaranya sudah ditunjuk Pj/Plt Kepala Daerah oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Kami menyaksikan bahwa penunjukkan kepala daerah tersebut tidak berbasis pada mekanisme objektif yang mampu membantu permasalahan sesuai dengan kebutuhan di tingkat daerah," kata perwakilan koalisi dari KontraS, Rivanlee Anandar dalam siaran persnya, Sabtu (7/1/2023).

Rivanlee menjelaskan, penunjukan Pj Kepala Daerah yang tidak berbasis pada mekanisme objektif itu terjadi karena beberapa hal. Pertama, tidak mempunyai landasan hukum untuk melakukan penunjukkan dan dilakukan dengan melegalkan sejumlah cara.

Teranyar, Tito Karnavian selaku Mendagri melantik tiga Pj Kepala Daerah di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua pada 11 November 2022. Daerah tersebut adalah Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Rivanlee melanjutkan, tiga provinsi itu masing-masing “disahkan” kelahirannya melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022. Kemudian, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022.

"Kami melihat bahwa penunjukkan Penjabat DOB Papua tanpa diiringi oleh mekanisme pemilihan yang layak dan demokratis," jelas dia.

baca juga

KontraS dan ICW juga memandang, pelantikan itu dilakukan tanpa didahului dengan penjaringan aspirasi, dialog publik dan uji tuntas mengenai kebutuhan sesungguhnya dari Orang Asli Papua (OAP) secara maksimal.

Selain itu, proses pemilihan serupa dengan penunjukkan Achmad Marzuki yang dilakukan penempatan di Kemendagri beberapa hari sebelum diangkat menjadi Pj Gubernur Aceh.

Dalam hal ini, Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan.

Selanjutnya, Pj. Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo merupakan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama Internasional Kejaksaan Agung RI.

Sementara itu, Pj. Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik.

Dari latar belakang itu, KontraS dan ICW menilai, penunjukan ketiga Pj. Gubernur tersebut sarat akan kepentingan. Pasalnya, semuanya memiliki jabatan di pemerintahan pusat.

"Kami menilai proses penunjukkan Penjabat Kepala Daerah dengan serampangan semacam ini terus dilanjutkan. Selain tidak terbuka terhadap calon yang ada sebelumnya, Kemendagri sebagai pemegang otoritas tak pernah menjelaskan secara detail dan terperinci bahwa penjabat yang dipilih telah sesuai kebutuhan dan akan menjawab permasalahan yang ada di daerah," jelas Rivanlee.

Meski hanya menjabat sementara, lanjut Rivanlee, Pj atau Plt Kepala Daerah tetap memiliki kewenangan cukup besar. Adapun kaitannya dengan kepentingan masyarakat seperti mengajukan dan menetapkan rancangan Peraturan Daerah (Perda) serta menetapkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

"Yang nantinya akan berdampak mengatur kehidupan masyarakat dalam ruang lingkup daerah yang dipimpinnya," ucap dia.

Pada tahun 2023 terdapat 171 kepala daerah tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi yang akan habis masa jabatannya. Tentunya, hal tersebut harus menjadi catatan penting bagi Negara untuk memenuhi rekomendasi Ombudsman.

"Guna membuat peraturan pemerintah sebagai landasan dalam penunjukkan kepala daerah guna memenuhi prinsip prinsip Keterbukaan dalam Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) atau good governance, pemerintah harus memastikan keterbukaan mengenai informasi kepada publik khususnya pada kebijakan yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup masyarakat," beber Rivanlee.

KontraS dan ICW pun menilai bahwa penunjukan Pj Gubernur yang sesungguhnya sangat berpengaruh kepada publik tanpa keterbukaan dari Kemendagri sesungguhnya melanggar prinsip good governance.

Penunjukkan birokrat pusat untuk mengisi pos penjabat kepala daerah di Papua ini juga berpotensi memperuncing situasi.

"Sebab, penunjukkan ini hanya akan dilihat sebagai berlanjutnya pemaksaan kepentingan pusat."

Atas hal tersebut, KontraS dan ICW mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menetapkan Peraturan Pemerintah sebagaimana rekomendasi Ombudsman. Tujuannya, untuk menjalankan perintah peraturan perundang-undangan.

Kemudian, dalam penunjukkan Pj Kepala Daerah seharusnya menggunakan mekanisme terbuka, baik dalam parameter maupun rekam jejak dari calon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag Zulhas Minta Bantuan Kepala Daerah Buat Turunkan Harga Pangan

Mendag Zulhas Minta Bantuan Kepala Daerah Buat Turunkan Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 06 Januari 2023 | 17:25 WIB

Giliran Prabowo Ketemu Presiden Jokowi di Istana Setelah Mendagri Tito Karnavian

Giliran Prabowo Ketemu Presiden Jokowi di Istana Setelah Mendagri Tito Karnavian

Serang | Jum'at, 06 Januari 2023 | 15:02 WIB

Bagikan Foto Jokowi, Dokter Tifa Sebut 'Gambar Paling Konyol' Gegara Satu Benda Ini

Bagikan Foto Jokowi, Dokter Tifa Sebut 'Gambar Paling Konyol' Gegara Satu Benda Ini

News | Senin, 02 Januari 2023 | 17:35 WIB

7 Poin Inmendagri Soal Pencabutan PPKM: Izinkan Keramaian, Prokes Masih Berlaku

7 Poin Inmendagri Soal Pencabutan PPKM: Izinkan Keramaian, Prokes Masih Berlaku

News | Sabtu, 31 Desember 2022 | 18:05 WIB

Momen Jokowi Pastikan Bansos Tetap Dilanjutkan di 2023 Meski PPKM Dicabut

Momen Jokowi Pastikan Bansos Tetap Dilanjutkan di 2023 Meski PPKM Dicabut

Foto | Jum'at, 30 Desember 2022 | 18:49 WIB

Efek PPKM Dicabut, Tidak Ada Lagi Sanksi untuk Kerumunan

Efek PPKM Dicabut, Tidak Ada Lagi Sanksi untuk Kerumunan

Purwokerto | Jum'at, 30 Desember 2022 | 18:48 WIB

PPKM Resmi Berhenti, Mendagri Tito Perintahkan Kepala Daerah Cabut Aturan Sanksi Kerumunan

PPKM Resmi Berhenti, Mendagri Tito Perintahkan Kepala Daerah Cabut Aturan Sanksi Kerumunan

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 17:34 WIB

Terkini

John Herdman Buka Suara soal Mental Thom Haye Usai Kartu Merah Lawan Malaysia

John Herdman Buka Suara soal Mental Thom Haye Usai Kartu Merah Lawan Malaysia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:27 WIB

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit

DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Gaji Masuk Langsung Habis: Bisakah Sukses Self-Reward Tanpa Nabung Air Mata?

Gaji Masuk Langsung Habis: Bisakah Sukses Self-Reward Tanpa Nabung Air Mata?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Jalan Panjang Karier Komjen Suyudi Ario Seto, dari Reserse Kriminal Jadi Calon Kapolri

Jalan Panjang Karier Komjen Suyudi Ario Seto, dari Reserse Kriminal Jadi Calon Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Punya Gaji Rp17 Juta Perbulan? Kini Bisa Ambil KPR Subsidi

Punya Gaji Rp17 Juta Perbulan? Kini Bisa Ambil KPR Subsidi

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Ekshibitor Siap Partisipasi dalam TEI 2026

Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Ekshibitor Siap Partisipasi dalam TEI 2026

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Kupu-Kupu Kertas: Bertahannya Cinta di Tengah Kebencian yang Diwariskan

Kupu-Kupu Kertas: Bertahannya Cinta di Tengah Kebencian yang Diwariskan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Soal Pengesahan Kilat Calon Kapolri Baru, Ini Penjelasan Puan Maharani

Soal Pengesahan Kilat Calon Kapolri Baru, Ini Penjelasan Puan Maharani

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Listyo Sigit Prabowo Menjabat Kapolri Sejak Kapan? Diganti Suyudi Ario Seto Lewat Surpres

Listyo Sigit Prabowo Menjabat Kapolri Sejak Kapan? Diganti Suyudi Ario Seto Lewat Surpres

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Serum Hanasui Pink vs Viva Vitamin C, Mana yang Paling Cepat Mencerahkan?

Serum Hanasui Pink vs Viva Vitamin C, Mana yang Paling Cepat Mencerahkan?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:22 WIB

×