Melalui Mahfud MD, Pemerintah Akui Pilot Susi Air Disandera TPNPB-OPM

Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 14 Februari 2023 | 18:31 WIB
Melalui Mahfud MD, Pemerintah Akui Pilot Susi Air Disandera TPNPB-OPM
Menko Polhukam Mahfud MD jelaskan soal upaya pembebasan pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens yang disandera TPNPB-OPM, Selasa (14/2/2023). (tangkap layar video)

Suara.com - Pemerintah mengakui adanya penyanderaan pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan kalau pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin melakukan penyelamatan terhadap Philip.

"Sampai hari ini masih terjadi penyanderaan oleh sekelompok orang KKB di Papua, yang masih menyandera Kapten Pilot Philip Mark Mehrtens yang belum dilepas," kata Mahfud melalui rekaman video, Selasa (14/2/2023).

Mahfud menjelaskan kalau pemerintah akan melakukan penyelamatan dengan menggunakan pendekatan persuasif terhadap pasukan TPNPB-OPM. Cara itu dipilih pemerintah demi mengutamakan keselamatan Philip sebagai korban sandera.

Sementara itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut juga mengatakan kalau pemerintah Indonesia akan terus berkomunikasi dengan pemerintah Selandia Baru terkait pembebasan anak buah Susi Pudjiastuti itu.

"Pemerintah RI terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Selandia Baru untuk memantau dan mengakselerasi penanganan pembebasan sandera Philip Mark Merthens," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud juga menegaskan kalau penyanderaan warga sipil itu tidak dapat diterima mau apapun alasannya. Meskipun mengupayakan pendekatan persuasif, namun pemerintah tidak menutupi upaya lain dalam proses pembebasan Philip dari penyanderaan.

"Oleh sebab itu upaya persuasif menjadi pedoman utama demi keselamatan sandera, tetapi pemerintah tidak menutup upaya lain," tuturnya.

Sebelumnya, Philip membawa pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY dengan rute Timika-Paro-Timika pada Selasa (7/2/2023). Ia membawa lima penumpang termasuk seorang bayi.

Pada pukul 06.35 WIT, pihak Susi Air dan pesawat yang dibawa Philip sempat hilang kontak. Tidak lama dari itu, diketahui pesawat Susi Air dibakar oleh TPNPB-OPM.

baca juga

Bukan hanya dibakar, mereka juga menculik Philip sebagai tawanan politik.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengungkapkan kalau TPNPB-OPM bakal mengeksekusi pilot apabila negosiasi dengan pemerintah gagal dilakukan.

"Kami tidak akan pernah kasih lepas pilot. (Pilot) masih hidup dan dia akan buat negoisasi dengan Jakarta, jika Jakarta kepala batu, maka pilot akan dieksekusi," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebby Sambom Ungkap Kondisi Terbaru Pilot Asing Susi Air yang Disandera TPNPB-OPM

Sebby Sambom Ungkap Kondisi Terbaru Pilot Asing Susi Air yang Disandera TPNPB-OPM

News | Selasa, 14 Februari 2023 | 17:54 WIB

Indahnya Danau Cinta di Raja Ampat, Pas untuk Merayakan Valentine

Indahnya Danau Cinta di Raja Ampat, Pas untuk Merayakan Valentine

Poptren | Selasa, 14 Februari 2023 | 17:28 WIB

Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Bisa Lolos dari Hukuman Mati, Asal...

Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Bisa Lolos dari Hukuman Mati, Asal...

Dexcon | Selasa, 14 Februari 2023 | 16:45 WIB

Mahfud MD Nilai Vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sudah Tepat: Itu Tidak Bisa Dikurangi

Mahfud MD Nilai Vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sudah Tepat: Itu Tidak Bisa Dikurangi

Metro | Selasa, 14 Februari 2023 | 15:34 WIB

Kapolda Papua Sebut Pilot Susi Air Bersama KKB di Paro, Titik Lokasi Belum Bisa Dipastikan

Kapolda Papua Sebut Pilot Susi Air Bersama KKB di Paro, Titik Lokasi Belum Bisa Dipastikan

News | Selasa, 14 Februari 2023 | 15:11 WIB

Terkini

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Pesta Rakyat Saloka  Rayakan HUT ke-81 RI Bersama Warga dan Pengunjung

Pesta Rakyat Saloka Rayakan HUT ke-81 RI Bersama Warga dan Pengunjung

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:28 WIB

2 Pekerja Migran Korban Kecelakaan Kapal Ditemukan Tewas di Perairan Rupat

2 Pekerja Migran Korban Kecelakaan Kapal Ditemukan Tewas di Perairan Rupat

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:25 WIB

×