6 Fakta Wabah Kencing Tikus Terjang Pacitan, Berpotensi Jadi Kejadian Luar Biasa

Ruth Meliana

Selasa, 07 Maret 2023 | 10:13 WIB
6 Fakta Wabah Kencing Tikus Terjang Pacitan, Berpotensi Jadi Kejadian Luar Biasa
Kasus meningkatnya wabah leptospirosis di Pacitan kini menjangkit banyak warga. (Unsplash)

Suara.com - Wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira kini menyerang Kabupaten Pacitan. Pasalnya, curah hujan yang tinggi dan musim pancaroba yang terjadi di Pacitan menyebabkan bakteri ini dengan cepat menyebar dan menyerang semua kalangan usia.

Wabah kencing tikus ini pun diungkap oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan sebagai salah satu penyakit yang rawan terjadi di musim hujan, terutama bagi daerah yang sering terkena banjir. 

Simak inilah 6 fakta wabah kencing kuncing di Pacitan selengkapnya.

Dinkes Pacitan ambil sampel warga yang sedang sakit

Wabah kencing kucing atau leptospirosis yang melanda Pacitan membuat Dinas Kesehatan akhirnya mengambil sampel darah para warga yang sedang menderita penyakit, termasuk warga yang disuspek menderita leptospirosis.

"Sampai dengan hari Kamis lalu, 178 sampel suspek (warga yang menderita) leptospirosis telah diambil petugas kesehatan." ungkap Plt Kadinkes Pacitan Daru Mustiko Aji, Jumat (3/3/2023).

Hasil tes 114 orang positif leptospirosis

Dari 178 suspek yang diambil Dinkes, 144 orang dinyatakan positif leptospirosis. Mustiko menjelaskan, penyebab ratusan orang itu kena wabah kencing tikus karena penyebaran bakteri secara masif yang disebabkan karena curah hujan.

"Dari sana (pengambilan sampel) diketahui 114 orang di antaranya positif leptospirosis," lanjut Mustiko Aji.

baca juga

Curah hujan yang tinggi, lanjut Mustiko, menyebabkan banjir di Kabupaten Pacitan beberapa waktu lalu. Akibatnya, bakteri tersebut menyebar melalui air banjir yang merendam rumah warga.

Korban meninggal jadi 6 orang

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan pun membenarkan ada 6 orang warga yang meninggal dunia akibat terpapar bakteri leptospira ini. Mereka mengalami komorbid sehingga menyebabkan meninggal dunia.

Pemerintah Jawa Timur keluarkan surat edaran

Untuk mengantisipasi penyebaran yang masif, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa pun mengeluarkan surat edaran (SE) kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan terutama di musim penghujan ini.

"Berdasarkan data Dinkes Jatim, kasus leptospirosis pada tahun 2022 sejumlah 606 kasus, sedangkan sampai dengan 5 Maret 2023 jumlahnya sudah 249 kasus," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (6/3/2023) kemarin.

"Kita semua harus waspada agar jangan sampai lalai atas permasalahan kesehatan ini. Leptospirosis bisa ditemukan setiap waktu, tapi kemungkinannya meningkat saat musim penghujan,” lanjutnya.

Kepala Dinkes Jawa Timur ungkap pasien dengan gejala

Kepala Dinkes Jawa Timur, dr. Erwin Astha pun mengungkap bahwa penderita penyakit ini di Pacitan kebanyakan mengalami gejala ringan. Mereka yang bergejala ringan hanya perlu dirawat di Puskesmas dengan antibiotik amoxicillin dan ampicillin.

Sedangkan sekitar 10% dari total penderita leptospirosis ini mengalami gejala berat sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Rentan diderita petani dan petugas pengangkut sampah

Penyebaran penyakit melalui air dan kotoran ini menyebabkan leptospirosis lebih sering menyerang petani dan petugas pengangkut sampah. Mereka yang juga mengalami luka-luka di kaki juga berpotensi tertuluar leptospirosis.

Pemerintah Jawa Timur pun kini mempertimbangkan kejadian penyebaran wabah kencing kucing ini untuk diajukan ke pemerintah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramadan di Pacitan, Kamu Bisa Mampir 5 Lokasi Ngabuburit Asyik Ini

Ramadan di Pacitan, Kamu Bisa Mampir 5 Lokasi Ngabuburit Asyik Ini

Joglo | Minggu, 05 Maret 2023 | 11:35 WIB

Antisipasi Flu Burung, Pemkab Agam Turunkan Tim ke Pasar-pasar Tradisional

Antisipasi Flu Burung, Pemkab Agam Turunkan Tim ke Pasar-pasar Tradisional

Sumbar | Selasa, 28 Februari 2023 | 17:10 WIB

Kasusnya Ditemukan di Kamboja, Begini Cara Mengobati Flu Burung

Kasusnya Ditemukan di Kamboja, Begini Cara Mengobati Flu Burung

Your Say | Senin, 27 Februari 2023 | 14:26 WIB

Awas Flu Burung! Ini Penyebab dan Gejalanya yang Harus Diwaspadai

Awas Flu Burung! Ini Penyebab dan Gejalanya yang Harus Diwaspadai

Your Say | Senin, 27 Februari 2023 | 11:02 WIB

Wow! BIG dan BRIN Temukan Gunung Bawah Laut di Perairan Selatan Pacitan

Wow! BIG dan BRIN Temukan Gunung Bawah Laut di Perairan Selatan Pacitan

Joglo | Sabtu, 25 Februari 2023 | 14:06 WIB

Ditemukan Gunung Bawah Laut di Pacitan, BPBD: Bisa Meledak atau Muncul Ke Permukaan?

Ditemukan Gunung Bawah Laut di Pacitan, BPBD: Bisa Meledak atau Muncul Ke Permukaan?

Metro | Kamis, 23 Februari 2023 | 06:00 WIB

Terkini

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB