6 Fakta Mutilasi Wanita di Sleman, Lilitan Pinjol Rp 8 Juta Berujung Ancaman Hukuman Mati

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 23 Maret 2023 | 12:14 WIB
6 Fakta Mutilasi Wanita di Sleman, Lilitan Pinjol Rp 8 Juta Berujung Ancaman Hukuman Mati
HP, tersangka mutilasi seorang wanita di Sleman dihadirkan di Mapolda DIY, Rabu (22/3/2023). [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Mayat perempuan inisial A ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar sebuah wisma daerah Purwodadi, Pakembinangun, Pakem, Sleman, D.I.Yogyakarta pada Minggu (19/3/2023) malam. Mayat perempuan itu ditemukan dalam kondisi telah termutilasi menjadi 62 bagian. 

Pelaku mutilasi wanita A itu adalah sang teman kencan, HP yang punya motif karena terlilit utang pinjol. Simak fakta baru mutilasi wanita warga Kraton di Sleman berikut ini.

1. Kronologi Kejadian

Pelaku mutilasi wanita A (34) di sebuah penginapan Sleman adalah sang teman kencan pria inisial HP (24). Menurut keterangan dari Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra, HP memotong tubuh korban menjadi 3 bagian dan puluhan potongan berukuran kecil setelah membunuhnya pada Sabtu (18/3/2023) sore. 

Pelaku diungkap sudah membuat rencana untuk membunuh korban. Sebelum menjemput korban, dia sudah menyiapkan berbagai senjata mulai dari gergaji, pisau hingga cutter. Selain menyiapkan berbagai senjata, pelaku juga belajar beberapa titik lemah manusia dari YouTube.

Mutilasi dilakukan pelaku dengan tujuan untuk memudahkannya membuang tubuh korban. Awalnya pelaku berencana ingin membuang mayat korban ke toilet penginapan sementara tulangnya akan dibuang di tempat lain. Tas ransel khusus bahkan sudah disiapkan pelaku untuk mengangkut tulang korban.

2. Modus Terlilit Pinjol

Pelaku mutilasi wanita di wisma Sleman itu berhasil ditangkap polisi pada Selasa (21/3/2023) setelah kabur ke Temanggung, Jawa Tengah. Dia nekat melakukan mutilasi karena ingin menguasai harta benda korban usai terlilit utang pinjaman online dari 3 aplikasi dengan total mencapai Rp8 juta. Utang yang menumpuk itu membuatnya gelap mata hingga melakukan tindakan nekat dengan menghabisi nyawa sang teman kencan.

3. Istirahat Makan Malam

baca juga

Dari pemeriksaan pada sejumlah saksi, pelaku sempat makan malam di sebuah warmindo usai memutilasi korban. Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan wisma menuju sebuah warmindo. Tapi dia kembali ke penginapan karena lupa membawa uang.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku memakai jasa ojek online (ojol) pergi ke RS Bethesda untuk mengambil sepeda motor matic milik korban yang ditinggal di sana. Kemudian pelaku kembali ke warmindo sambil naik motor itu.

Di warmindo, pelaku sempat menghubungi salah satu temannya untuk meminjam pisau. Namun temannya tak memberikan pinjaman pisau. Hingga kemudian pelaku kembali ke penginapan untuk melanjutkan aksinya lagi untuk memutilasi tubuh korban.

4. Tinggalkan Surat

Usai melakukan mutilasi pada korban, pelaku kabur ke Temanggung, Jawa Tengah. Sebelum kabur, pelaku menulis sepucuk surat berisi penyesalan dan pengakuan terlilit utang. 

Dalam surat itu, pelaku menuliskan permintaan maaf pada keluarga atas tindakan yang dilakukannya. Dia juga menyesali perbuatannya dan menyampaikan rasa sayang pada keluarganya.

5. Periksa Kondisi Kejiwaan

Pihak kepolisian akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku yang mutilasi wanita di wisma Sleman itu. Sementara itu tubuh korban baru ditemukan penjaga wisma pada Minggu (19/3/2023) malam. Dari hasil pemeriksaan, harta benda korban yang dikuasai pelaku adalah sepeda motor Honda Scoppy warna putih dan satu handphone dijual Rp600 ribu.

6. Ancaman Hukuman Mati

Atas perbuatannya membunuh dan memutilasi, pelaku dikenakan pasal berlapis. Dia terancam hukuman maksimal mati atau seumur hidup.

Diungkap bahwa pelaku dan korban berkenalan sejak 2 bulan terakhir lewat aplikasi Facebook. Dalam pengakuannya, pelaku pernah berkencan dengan korban. Saat kencan kedua kali dengan korban inilah, pelaku melakukan aksi pembunuhan dan mutilasi.

Korban adalah salah satu pegawai di Angkasa Pura Yogyakarta. Dia seorang janda dengan dua anak berusia 8 tahun dan 1 tahun. Ayah korban yang bernama Heri Prasetyo mengaku jika putrinya akan menikah setelah lebaran.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Pelaku Mutilasi Wanita di Sleman: Pekerja Persewaan Tenda, Kenal Korban di Facebook

Sosok Pelaku Mutilasi Wanita di Sleman: Pekerja Persewaan Tenda, Kenal Korban di Facebook

News | Rabu, 22 Maret 2023 | 18:41 WIB

Bertindak Keji, Polisi Bakal Lakukan Pemeriksaan Kejiwaan Terhadap Tersangka Mutilasi di Sleman

Bertindak Keji, Polisi Bakal Lakukan Pemeriksaan Kejiwaan Terhadap Tersangka Mutilasi di Sleman

Jogja | Rabu, 22 Maret 2023 | 17:56 WIB

Enam Jam Mencekam di Kamar 51 Wisma Kaliurang, Kilas Balik Kasus Mutilasi di Sleman

Enam Jam Mencekam di Kamar 51 Wisma Kaliurang, Kilas Balik Kasus Mutilasi di Sleman

Jogja | Rabu, 22 Maret 2023 | 16:07 WIB

Timeline Hubungan Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman: dari Facebook Berujung Horor di Wisma

Timeline Hubungan Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman: dari Facebook Berujung Horor di Wisma

News | Rabu, 22 Maret 2023 | 14:50 WIB

Terungkap! Ternyata Ini Motif Pelaku Nekat Mutilasi Perempuan di Sleman

Terungkap! Ternyata Ini Motif Pelaku Nekat Mutilasi Perempuan di Sleman

Jogja | Rabu, 22 Maret 2023 | 10:05 WIB

Marak Pembunuhan Sadis Disertai Mutilasi, Psikolog Forensik UGM Beberkan Penyebabnya

Marak Pembunuhan Sadis Disertai Mutilasi, Psikolog Forensik UGM Beberkan Penyebabnya

Jogja | Selasa, 21 Maret 2023 | 16:11 WIB

Terkini

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Pergantian Menkeu Tak Serta-merta Bereskan Beban Fiskal, Utang Tembus Rp10.294 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

7 Tips Merebus Telur Puyuh agar Mudah Dikupas dan Tidak Hancur

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Seribu Anak Muda Curhat Masal Bareng Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan di Stage of Mind 2.0

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Panduan Lengkap Menghitung Denda Pajak Mobil Mati dan Cara Mengurusnya secara Resmi

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:58 WIB

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

Satu Beasiswa Indonesia Diluncurkan, 71 Program Kuliah Kini Bisa Dicari di Satu Platform

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:56 WIB

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:53 WIB

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:50 WIB

×