Diduga Ditabrak Anak Petinggi Polisi di Perempatan Ragunan, Keluarga Korban Tewas Minta Pelaku Ditangkap

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 29 Maret 2023 | 15:27 WIB
Diduga Ditabrak Anak Petinggi Polisi di Perempatan Ragunan, Keluarga Korban Tewas Minta Pelaku Ditangkap
Seorang remaja bernama Muhammad Syamil Akbar (18) tewas usai tertabrak mobil Mercedes Benz type GLA 200 dengan nomor polisi D 1127 DQ pada Minggu (12/3) dinihari lalu. (ist)

Suara.com - Seorang remaja bernama Muhammad Syamil Akbar (18) tewas usai tertabrak mobil Mercedes Benz type GLA 200 dengan nomor polisi D 1127 DQ pada Minggu (12/3) dinihari lalu.

Kakak Syamil, Nadia Utami, menuturkan peristiwa nahas ini bermula ketika adiknya Syamil sedang melaju dari arah Cilandak menuju arah pulang. Saat itu Syamil berboncengan dengan rekannya, Bayu.

Bayu yang saat itu mengendarai motor milik Syamil. Sementara Syamil berada duduk di jok belakang motor Honda Vario miliknya.

Saat di perempatan traffic light Ragunan, kata Nadia, sebuah Mercedes Benz yang dikendarai oleh Maulana Malik Ibrahim menghantam Vario yang di kendarai Bayu.

“Dari arah Mampang mobil Mercy kecepatan kencang, kejadian tabrakan kemungkinan jam 12 atau jam 1 pagi, hari Minggu 12 Maret 2023,” kata Nadia saat dihubungi Suara.com, pada Rabu (29/3/2023).

Nadia menuturkan, berdasarkan keterangan beberapa rekan Syamil yang berada di lokasi, mobil bercat hitam itu sempat ingin berupaya kabur usai menabrak. Namun upaya pelarian diri itu terhenti saat rekan-rekan Syamil mengejarnya.

“Mobil berusaha kabur namun dikejar oleh teman adikku di motor yang lain dan warga disekitar sana,” kata Nadia.

Nadia mengatakan, adiknya hendak dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu. Namun nyawa Syamil tidak tertilong dan meninggal di tempat karena mengalami luka di bagian kepala, serta beberapa tulang leher dan tulang ekor mengalami keretakan.

“Akhirnya adikku dibawa ke RSUD Pasar Minggu, namun sudah meninggal saat di TKP dan temannya Bayu, dirawat di rumah sakit, sempat koma di ICU,” katanya.

baca juga

Nadia menuturkan, ada beberapa kejanggalan pascakematian adiknya. Kejanggalan pertama yakni pelaku atau pengendara mobil yang bernama Maulana Malik Ibrahim hingga hari ini, tidak ditahan.

“Pelaku tidak ditahan sampai saat ini, dan proses mengambang setelah belasan hari,” ucap Nadia.

Berdasarkan informasi, kata Nadia, diduga pelaku merupakan anak polisi berpangkat Kombes yang saat ini berdinas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Anak petinggi polisi dan anak dari artis lawas, tahun 90-an,” kata Nadia.

Dari pengakuan Nadia, hanya seorang yang mengaku bernama Rudi menghubungi keluarga pascakejadian.

“Rudi yang mengaku saudara pelaku. Rudi bilang orang tua pelaku masih di luar kota dan tidak menggunakan HP. Sehingga tidak bisa bertemu bahkan mengucap belasungkawa sekalipun sampai detik ini,” katanya.

Kejanggalan lain juga nampak dari keterangan polisi yang menyebut jika Syamil hanya mengalami lecet, tidak sampai meninggal dunia. Hanya perlu perawatan di rumah sakit. Surat itu pun di kirim ke keluarga Bayu, bukan ke keluarga Syamil.

“Lalu adik aku juga yang dinyatakan mengendarai motor padahal bukan. Identitas adik aku tertulis mahasiswa padahal masih SMA. Padahal data diri dompet, tas dan lain-lain itu hilang tidak ditemukan,” ungkapnya.

Ia menuturkan pihak kepolisian saat itu juga memberi kabar kalau adiknya telah meninggal dunia di tempat, dan pelaku bakal ditangkap. Namun nyatanya hingga saat ini pelaku juga belum ditangani petugas.

“Surat kematian yang dikeluarkan rumah sakit juga tidak tertulis bahwa penyebab kematian karena kecelakaan lalu lintas, melainkan karna penyakit tidak menular,” jelas Nadia.

Nadia beserta keluarga telah berupaya meminta keterangan kepada pihak kepolisian tentang orang tua pelaku. Namun mereka hanya dipertemukan oleh orang yang bukan bagian dari keluarga pelaku.

“Kami dipertemukan dengan saudara Olop, yang mengaku pengacara dari keluarga pelaku. Pertemuan tersebut membahas rencana pertemuan dengan orangtua pelaku namun sampai saat ini tidak terjadi dan tidak ada kabar,” beber Nadia.

Nadia menilai, perkara ini sengaja ditutupi lantaran berdasarkan informasi, pelaku atas nama Maulana Malik Ibrahim diduga merupakan anak dari petinggi Polri di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB)

“Kami dapatkan bahwa, pelaku bernama Maulana Malik Ibrahim yang di duga anak petinggi Polri NTB,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vito Raditya Tewas Ditabrak Bocah 15 Tahun, Keluarga Pelaku Diduga Ungkit Duit ICU

Vito Raditya Tewas Ditabrak Bocah 15 Tahun, Keluarga Pelaku Diduga Ungkit Duit ICU

Entertainment | Minggu, 26 Maret 2023 | 19:40 WIB

Bawa Linggis hingga Samurai, Puluhan Remaja di Cipete dan Kalibata Ditangkap Polisi Gegara Hendak Tawuran saat Sahur

Bawa Linggis hingga Samurai, Puluhan Remaja di Cipete dan Kalibata Ditangkap Polisi Gegara Hendak Tawuran saat Sahur

News | Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:57 WIB

Anggota TNI AL Dianiaya Pak Ogah di Cilandak, Ini Pemicunya

Anggota TNI AL Dianiaya Pak Ogah di Cilandak, Ini Pemicunya

Jakarta | Jum'at, 24 Maret 2023 | 17:17 WIB

Diduga Aniaya Anggota TNI AL di Cilandak, Pak Ogah Langsung Ditangkap dan Diproses Polisi

Diduga Aniaya Anggota TNI AL di Cilandak, Pak Ogah Langsung Ditangkap dan Diproses Polisi

News | Jum'at, 24 Maret 2023 | 11:11 WIB

Anggota TNI AL Diduga Dianiaya 'Pak Ogah' di Cilandak hingga Terluka di Bagian Mulut

Anggota TNI AL Diduga Dianiaya 'Pak Ogah' di Cilandak hingga Terluka di Bagian Mulut

News | Jum'at, 24 Maret 2023 | 09:53 WIB

Raffi Ahmad dan Marshel Widianto Sambangi Rumah Mewah Fuji, Harganya Rp13 Miliar?

Raffi Ahmad dan Marshel Widianto Sambangi Rumah Mewah Fuji, Harganya Rp13 Miliar?

Ntb | Rabu, 22 Maret 2023 | 16:21 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×