Mulai dari Siklus Aksi, Ini 5 Kemiripan Kasus Serial Killer Wowon Cs dan Mbah Slamet

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Selasa, 04 April 2023 | 16:02 WIB
Mulai dari Siklus Aksi, Ini 5 Kemiripan Kasus Serial Killer Wowon Cs dan Mbah Slamet
Polisi kembali melakukan penggalian dan temukan 10 mayat lainnya yang diduga korban pembunuhan oleh ST. (Suara.com/Citra Ningsih).

Suara.com - Dukun pengganda uang di Banjarnegara bernama Slamet Tohari (45) telah melakukan pembunuhan berantai atau serial killer hingga ditemukan 11 korban.

Kasus pembunuhan berantai ini terungkap pasca seorang anak korban PO (53) yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat melaporkan hal tersebut ke Polres Banjarnegara pada 27 Maret 2023. Anggota Pusat Kajian Asessment Pemasyarakatan Poltekip Kementerian Hukum dan HAM Reza Indragiri Amriel pun berpendapat kasus ini mirip dengan kasus Wowon Cs.

Sebelumnya, Wowon bersama rekan-rekannya membunuh sejumlah korbannya juga berawal dari modus penggandaan uang. Berkenaan dengan hal itu, berikut kemiripan kasus serial killer Wowon CS dan Mbah Slamet.

1. Siklus Aksi

Taktik yang dilakukan pun sama, yakni janji penggandaan. Namun, saat korban menagih uang, pelaku justru membunuh korban. Dalam kasus mbah Slamet, korban PO dan sang anak berinisial G (14) ke Banjarnegara menaiki bus. Selanjutnya, korban dan G pun dijemput oleh pelaku dan diajak ke rumahnya.

Dalam rumah tersebut, ada ruangan untuk melakukan ritual penggandaan uang. Korban saat itu menitipkan uang sebanyak Rp70 juta.

Berikutnya pada tanggal 20 Maret 2023, korban pergi ke rumah Slamet di Banjarnegara dengan mobil untuk menagih hasil penggandaan yang dijanjikan yakni sebesar Rp5 miliar. Namun tiga hari berikutnya, korban menghubungi anaknya S untuk memberitahu lokasinya melalui WhatsApp.

"Selanjutnya pada tanggal 20 Maret 2023, PO kembali berangkat ke Banjarnegara seorang diri untuk bertemu Mbah Slamet dengan menggunakan kendaraan Wuling warna hitam," kata Kepala Polres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Yulianto.

Isi pesan tersebut menyampaikan takut dirinya mati dan korban berinisiatif membagikan lokasi rumah Slamet jika korban meninggal. Setelah mengirim itu, korban tidak dapat dihubungi. Sang anak G pun melaporkannya ke polisi.

"Nah pada tanggal 23 Maret, korban sempat komunikasi dengan anaknya. Menyampaikan kalau korban sedang di rumah pelaku. Dan pada esok harinya, korban sudah tidak bisa dihubungi," ujar Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto saat pers release di Mapolres Banjarnegara, Senin (3/4/2023).

Wowon CS juga melakukan penipuan kepada 11 TKW dengan modus penggandaan uang. Modusnya dilakukan dengan Duloh dan Dede Solihudin yang dimulai pada 2016.

Wowon beralasan bahwa ia memiliki ilmu supranatural dan mengaku sebagai Aki Banyu yang dianggap sakral dan sakti. Namun, Wowon hanya berkomunikasi dengan korban melalui telpon dan akan bertemu jika para korban sukses.

2. Pengulangan Tindak Pidana

Reza menyampaikan pendapatnya bahwa para tersangka dalam dua kasus itu disebut residivis atau pengulangan tindak pidana. Pasalnya, keduanya terlibat pembunuhan majemuk atau multiple killing.

Baginya, pelaku telah menjadikan tindakan pembunuhan sebagai cara mencari uang. Bahkan semakin lama ditekuni, aksinya pun semakin fasih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan WhatsApp Ayah, Korban Pembunuhan Penipuan Penggandaan Uang Asal Sukabumi Kepada Sang Anak Sebagai Tanda Bahaya

Pesan WhatsApp Ayah, Korban Pembunuhan Penipuan Penggandaan Uang Asal Sukabumi Kepada Sang Anak Sebagai Tanda Bahaya

| Selasa, 04 April 2023 | 15:45 WIB

Warga Sukabumi Jadi Korban Serial Killer Mbah Slamet

Warga Sukabumi Jadi Korban Serial Killer Mbah Slamet

Jabar | Selasa, 04 April 2023 | 15:45 WIB

Merinding, 3 Kasus Serial Killer di Indonesia Libatkan Dukun, Terbaru Mbah Slamet

Merinding, 3 Kasus Serial Killer di Indonesia Libatkan Dukun, Terbaru Mbah Slamet

News | Selasa, 04 April 2023 | 15:34 WIB

Mengerikan, Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet Bunuh 10 Orang

Mengerikan, Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet Bunuh 10 Orang

Bogor | Selasa, 04 April 2023 | 15:25 WIB

FAKTA TERBARU! Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang asal Banjarnegara, Bunuh 11 Korban Pakai Racun Ikan dapat Rp 5 Miliar

FAKTA TERBARU! Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang asal Banjarnegara, Bunuh 11 Korban Pakai Racun Ikan dapat Rp 5 Miliar

| Selasa, 04 April 2023 | 14:52 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB