Gonta-ganti Menteri Kominfo, Adakah yang Ahli di Bidang IT?

Farah Nabilla

Jum'at, 19 Mei 2023 | 17:11 WIB
Gonta-ganti Menteri Kominfo, Adakah yang Ahli di Bidang IT?
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate (tengah) memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ditetapkannya Johnny G Plate sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek BTS, membuat jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ikut menerima sorotan.

Saat ini, Johnny G Plate sudah ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena terlibat tindak pidana yang disebut-sebut merugikan negara hingga Rp 8,32 triliun.

Di sisi lain, sosoknya ini memang telah lama menjadi bulan-bulanan publik. Sebab, ia dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai menteri di bidang teknologi informasi saat menghadapi seorang hacker bernama Bjorka.

Jabatan Menkominfo sendiri sudah ada sejak tahun 2001 dan tercatat ada enam tokoh termasuk Johnny G Plate yang mengisinya. Lantas, siapa saja mereka dan adakah yang benar-benar berasal dari profesional IT? Berikut informasi selengkapnya.

1. Syamsul Muarif 

Dalam Kabinet Gotong Royong, jabatan Menkominfo masih bernama Menteri Negara Komunikasi dan Informasi yang diisi oleh Syamsul Muarif. Lulusan Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu menjabat untuk periode 2001-2004.

Ia lahir di Batang Kulur Kandangan, Kalimantan Selatan, pada 8 Desember 1948 dan dikenal sebagai organisator yang sukses. Adapun pencapaian tersebut diantaranya terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa (Dema) kampusnya dan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Kalimantan.

Sementara karier politiknya diawali dengan bergabung bersama Golkar hingga dipercaya menjabat Ketua Fraksi partai tersebut di DPR RI. Ia kemudian dipilih menjadi Menteri Negara Komunikasi dan Informasi di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Syamsul Muarif dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit di Singapura, pada 3 April 2012 lalu karena menderita kanker paru yang disebut-sebut sudah parah dan sulit diobati.

baca juga

2. Sofyan A. Djalil

Pria kelahiran Aceh pada 23 September 1953 itu berasal dari keluarga sederhana. Sofyan A. Djalil sempat menjadi kondektur metromini dan pengurus masjid Pusdiklat Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta.

Meski begitu, ia berhasil lulus dengan gelar sarjana hukum di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1983. Ia juga menyabet gelar master dan doktor bidang ekonomi di Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat. Berbekal ilmu ini, ia menggeluti profesi dosen, konsultan, peneliliti, hingga komisaris sejumlah perusahaan lokal dan internasional.

Sofyan juga beberapa kali dipercaya menjadi menteri, salah satunya Menkominfo untuk periode 2004-2007. Setelahnya, ia menjabat Menteri BUMN, Menteri Koordinator Ekonomi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, dan terakhir Menteri Agraria dan Tata Ruang yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2019 lalu. Terlalu seringnya gonta-ganti jabatan itu karena ia kerap terkena reshuffle atau perombakan kabinet.

3. M. Nuh

Mohammad Nuh lahir di Surabaya pada 17 Juni 1959 dan menjabat Menkominfo untuk periode 2007–2009. Ia juga sempat menjadi Menteri Pendidikan Nasional Indonesia selama 2009-2014. Ia lulus dari jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tahun 1983.

Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Prancis. Nuh pun kerap dijadikan profesor di bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia bahkan menulis buku bertajuk "Strategi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SAKTI)".

4. Tifatul Sembiring

Ketua Poksi Komisi VII Fraksi PKS DPR RI Tifatul Sembiring lahir di Bukittinggi pada 28 September 1961. Ia merupakan Sarjana Komputer dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer, Jakarta dan melanjutkan studi S2 di International Political Centre For Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan.

Ia sempat menjadi Menkominfo untuk periode 2009-2014 dengan pencapaian meningkatkan penerimaan negara sebesar Rp 13,59 triliun. Tifatul juga membuat 72.000 desa berhasil terhubung dengan sambungan telepon hingga wilayah jangkauan komunikasi seluler di Indonesia mencapai 95%. Hal ini lantas membuatnya menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana.

5. Rudiantara

Rudiantara lahir di Bogor pada 3 Mei 1959 dan merupakan lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) dan IPPM. Ia adalah sosok profesional di bidang telekomunikasi. Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang bekerja di Indosat selama 10 tahun dengan salah satu jabatan sebagai General Manager Business Development.

Beragam provider lain seperti Telkomsel hingga XL pernah ia sambangi untuk tempat meniti karier. Pencapaiannya itu lantas membuat Presiden Jokowi memintanya menjabat Menkominfo pada kabinet Kerja periode 2014-2019. 

6. Johnny G Plate

Johnny Gerard Plate lahir di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 10 September 1965. Ia lulus dari Universitas Katolik Atmaya Jakarta di tahun 1986. Sebelum menjadi Menkominfo sejak 23 Oktober 2019, Johnny G Plate terlebih dahulu menjabat sebagai anggota DPR periode 2014-2019 mewakili Dapil NTT I. Selain politik, ia juga menggeluti dunia bisnis.

Johnny memulainya di bidang alat perkebunan pada 1980. Ia juga sempat mengemban jabatan Direktur Utama Air Asia. Sementara dalam karier politiknya, Sekretaris Jenderal Partai NasDem itu pernah meraih penghargaan sebagai menteri terbaik dari Obsession Awards periode 2021.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Spesifikasi Mobil 'Sultan' Johnny G Plate Seharga Rp 6 Miliar yang Tak Masuk LHKPN

Intip Spesifikasi Mobil 'Sultan' Johnny G Plate Seharga Rp 6 Miliar yang Tak Masuk LHKPN

News | Jum'at, 19 Mei 2023 | 16:50 WIB

Deretan Menteri di Kabinet Jokowi yang Berasal dari Partai NasDem

Deretan Menteri di Kabinet Jokowi yang Berasal dari Partai NasDem

Kotak Suara | Jum'at, 19 Mei 2023 | 16:38 WIB

Susi Pudjiastuti Usul Honor Menteri Dihapus, Tapi Gaji Naik

Susi Pudjiastuti Usul Honor Menteri Dihapus, Tapi Gaji Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:59 WIB

5 Menteri Kabinet Jokowi Diperkirakan 'Terima' Uang Korupsi Lebih dari Rp169 Miliar

5 Menteri Kabinet Jokowi Diperkirakan 'Terima' Uang Korupsi Lebih dari Rp169 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:38 WIB

Ditunjuk Jadi Plt Menkominfo, Inilah Rekam Jejak Mentereng Mahfud MD

Ditunjuk Jadi Plt Menkominfo, Inilah Rekam Jejak Mentereng Mahfud MD

News | Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:25 WIB

Amien Rais Sebut Surya Paloh Dapat Hidayah, Minta Ketum NasDem Lakukan Skema Serangan Balik

Amien Rais Sebut Surya Paloh Dapat Hidayah, Minta Ketum NasDem Lakukan Skema Serangan Balik

Linimasa | Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:15 WIB

Jokowi vs Surya Paloh soal Riuhnya Isu Intervensi Politik Kasus Johnny G Plate

Jokowi vs Surya Paloh soal Riuhnya Isu Intervensi Politik Kasus Johnny G Plate

News | Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:08 WIB

Basuki Hadimuljono Kena Sorot KPK, Karena Hal Ini!

Basuki Hadimuljono Kena Sorot KPK, Karena Hal Ini!

Cianjur | Jum'at, 19 Mei 2023 | 15:00 WIB

Aturan Baru, Honor Menteri Negara Jadi Narasumber Maksimal Rp1,7 Juta

Aturan Baru, Honor Menteri Negara Jadi Narasumber Maksimal Rp1,7 Juta

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2023 | 14:56 WIB

Terkini

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

×