'Nyanyian' Megawati di Acara HUT Lemhannas: Kritik TNI-Polri, Singgung Kasus Sambo

Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 21 Mei 2023 | 10:17 WIB
'Nyanyian' Megawati di Acara HUT Lemhannas: Kritik TNI-Polri, Singgung Kasus Sambo
Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri menghadiri acara ulang tahun Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) pada Sabtu (20/5/2023) di Jakarta. (Dok. PDIP)

Suara.com - Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri menghadiri acara ulang tahun Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) pada Sabtu (20/5/2023) di Jakarta. Dalam agenda peluncuran 58 buku baru, ia didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Sejumlah menteri juga turut hadir dalam perayaan ulang tahun Lemhannas. Selama memberi sambutan, Megawati menyampaikan beragam 'nyanyian' yang hampir semuanya menyinggung soal TNI dan Polri. Berikut keenam daftarnya yang berhasil Suara.com rangkum.

1. Klaim Banyak Jenderal Mau Masuk PDIP

Megawati mengatakan bahwa saat ini, banyak jenderal baik dari TNI maupun Polri yang bakal bergabung dengan PDIP. Hal tersebut, katanya, termasuk kemajuan karena dulu, jumlah peminat di pangkat itu masih sangat sedikit.

"Kalau sekarang banyak banget jenderal yang mau masuk ke PDIP," klaim Megawati.

Adapun diketahui sebanyak 17 purnawirawan jenderal TNI dan Polri telah terdaftar sebagai bakal calon legislatif (caleg) PDIP di Pemilu 2024. Hal ini sempat diungkap oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu.

Nama-nama itu diantaranya, Mayjen TNI Marinir Purnawirawan Frederikus Saud Tambatua dan Mayjen TNI Purnawirawan Andi Gunawan Pakki. Lalu dari kepolisian ada Brigjen Pol purnawirawan Wagiman dan Komjen Pol purnawirawan Muhamad Nurdin.

2. Kritik TNI-Polri

Megawati saat itu juga menyoroti soal hubungan antara atasan dengan anak buah di ruang lingkup TNI dan Polri yang seringkali tidak harmonis. Menurutnya, seorang pimpinan wajib memperhatikan bawahan, yakni mengurusnya dengan baik.

baca juga

"Saya ngomong begini supaya inget juga. Kalian bisa begitu (dihormati) karena siapa? Karena ada anak buah. Tolong benar-benar anak buah diurus banget," pinta Megawati.

3. Singgung Kasus Sambo

Dalam sambutannya, Megawati turut menyinggung kasus Ferdy Sambo. Ia heran mengapa seseorang dengan pangkat jenderal bisa membunuh anak buahnya sendiri. Ia juga tidak bisa membayangkan jika kedepannya bakal ada Sambo-sambo yang lain.

"Polisi, kalau sudah jadi jenderal, anak buahnya diurus. Jangan sampai mati keleleran. Saya selalu bilang mana ada jenderal yang mati di depan perang. Nggak ada, yang ada anak buah," kata Megawati.

"Polisinya nanti banyak yang jadi Sambo, saya nggak bisa bayangin. Itu anak orang ngapain dibunuh coba. Bayangin dia pangkat berapa? Dua ya? Pak Sambo itu pangkatnya dua, kalau polisi, Irjen," tambahnya.

4. Heran Dengar Orang Panggil Pangkat

Megawati kemudian mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang menyapa dengan memandang pangkat atau jabatan. Hal tersebut, lanjutnya, sangat berbeda dengan zaman Soekarno yang masih menyebut 'bung' sebagai panggilan.

"Kalau sekarang 'siap, Jenderal', 'iya, Pak Menteri'. Sepertinya ada kesan melihatnya dari pangkat (atau jabatan), kalau dulu 'bung', Bung Karno, Bung Tomo," beber Megawati.

Megawati lebih lanjut menilai jika panggilan 'bung' menandakan bahwa adanya status sosial yang sama. Sementara sapaan dengan menyebut pangkat atau jabatan, lebih mementingkan status. Ia bahkan merasa tergelitik usai ada yang berkata 'siap' ketika dirinya lewat.

5. Sindir Pembentukan Kodam Baru

Rencana pembentukan sejumlah kodam baru juga dikritik Megawati.  Menurutnya, saat ini Indonesia sedang tidak dalam situasi perang, sehingga penambahan tempat itu di tiap provinsi tak terlalu diperlukan.

"Katanya mau dibuat (kodam) di tiap tempat. Udah lah dulu Pak. Ini nggak ada perang dan apa kita juga mau perang?," kata Megawati.

Megawati lantas mengenang masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Dikatakannya, saat itu tidak ada kodam, melainkan laskar-laskar yang memelihara keutuhan negara. Menurutnya, hal ini lebih baik jika tujuannya ingin menghindari perang.

6. Sebut Fakir Miskin Bisa Dipelihara Negara

Dalam sambutannya, Megawati juga menilai bahwa fakir miskin seharusnya bisa dipelihara oleh negara. Sebab, hal tersebut memang sudah diatur dalam UUD 1945. Ia lantas meminta Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo agar mengerjakan tugas-tugasnya. 

"Pak Bambang kalau sebagai MPR tahu dong. Jangan manggut-manggut aja. Karena itu (sudah ada di) undang-undang dasar lho, fakir miskin dipelihara oleh negara," ujar Megawati.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap, Ini Tanggal PDIP Umumkan Sosok Bacawapres Pendamping Ganjar

Siap-siap, Ini Tanggal PDIP Umumkan Sosok Bacawapres Pendamping Ganjar

News | Minggu, 21 Mei 2023 | 08:34 WIB

PDIP Tak Ambil Pusing Soal Pertemuan Prabowo-Gibran: Kami Fokus Cari Bakal Cawapres

PDIP Tak Ambil Pusing Soal Pertemuan Prabowo-Gibran: Kami Fokus Cari Bakal Cawapres

News | Minggu, 21 Mei 2023 | 08:11 WIB

Wanti-wanti Ganjar Pranowo ke Pendukung: Tetap Jaga Adab dan Jangan Membully

Wanti-wanti Ganjar Pranowo ke Pendukung: Tetap Jaga Adab dan Jangan Membully

Kotak Suara | Minggu, 21 Mei 2023 | 07:34 WIB

Diserang Isu Korupsi E-KTP, Bantahan Ganjar Pranowo: Saya Tak Terima Uang

Diserang Isu Korupsi E-KTP, Bantahan Ganjar Pranowo: Saya Tak Terima Uang

Mamagini | Sabtu, 20 Mei 2023 | 19:25 WIB

Buntut Dukungan ke Prabowo Subianto, DPP PDIP Bakal Panggil Gibran

Buntut Dukungan ke Prabowo Subianto, DPP PDIP Bakal Panggil Gibran

Surakarta | Sabtu, 20 Mei 2023 | 18:55 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×