Sosok Sultan Nganjuk yang Pajang Pesawat di Depan Rumah, Ternyata Juragan Minyak!

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Selasa, 23 Mei 2023 | 15:23 WIB
Sosok Sultan Nganjuk yang Pajang Pesawat di Depan Rumah, Ternyata Juragan Minyak!
Ilustrasi pesawat (Foto: Twitter)

Suara.com - Sebuah pesawat viral karena terparkir di depan rumah warga di Nganjuk, Jawa Timur. Pesawat yang menyerupai pesawat kepresidenan RI itu berwarna putih dan merah dengan panjang kurang lebih 30 meter.

Rumah yang berada di selatan Jalan Raya Nganjuk-Surabaya, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Nganjuk itu adalah milik Haji Yusuf (78), juragan sawit. Simak sosok sultan Nganjuk yang pajang pesawat di depan rumah berikut ini.

1. Sosok Sultan Nganjuk

Sosok sultan Nganjuk yang di halaman rumahnya terparkir pesawat adalah seorang juragan sawit bernama Haji Yusuf (78). Dia memiliki anak yang jadi juragan minyak bernama Haji Gatutkoco (46). Usaha yang digeluti Haji Gatutkoco di bidang SPBU atau pengisian BBM dan SPBE pengisian elpiji.

"Kalau pesawat ini yang datangkan Pak Haji Gatutkoco anak dari Pak Haji Yusuf usahanya perkebunan kelapa sawit sedangkan Pak Gatutkoco usahanya bidang perminyakan," ungkap penjaga rumah, Budi Santoso (45) pada Minggu (21/5/2023).

Budi menyebut sang juragan jarang pulang karena biasanya rumah itu hanya untuk persinggahan. "Jarang pulang karena tinggal di Jakarta. Pulang terakhir setelah Lebaran kemarin, kadang kalau lewat (rumah di Nganjuk) buat persinggahan," ujarnya.

2. Pesawat Cuma Pajangan

Selain itu, Budi mengungkap bahwa pesawat terbang itu sudah tak bisa difungsikan lagi sehingga hanya sebagai pajangan. Hal itu dapat dilihat dari bagian dalam badan pesawat yang dirombak total jadi ruang pertemuan dengan dilengkapi sofa, meja tamu serta meja makan.

Namun, tak semua orang bisa masuk ke dalam pesawat. Hal itu karena bagian dalam badan pesawat kini dialihfungsikan menjadi ruang keluarga.

3. Pesawat Sudah Ada Sejak Tahun 2019

Budi menjelaskan bahwa pesawat itu didatangkan Haji Gatutkoco sejak tahun 2019. Pesawat itu didatangkan dengan cara diangkut menggunakan truk kontainer dengan beberapa badan pesawat dipotong jadi beberapa bagian.

Pesawat itu didatangkan dari Jakarta. Sepengetahuan Budi, pesawat yang dipajang di halaman rumah Haji Yusuf dulunya  angkutan udara dalam negeri (domestik). "Pesawat angkutan biasa, domestik," paparnya.

4. Alasan Parkir Pesawat di Depan Rumah

Haji Gatutkoco menaruh pesawat itu di rumah orang tuanya bukan tanpa alasan. Menurut Budi, pesawat itu dipajang di depan rumah untuk menyenangkan Haji Yusuf.

"Mungkin hanya ingin menyenangkan orang tua saja," ujar Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Konsumen Dikerjai Oknum Pegawai SPBU Pertamina: Merokok Sampai Dipaksa Bayar

Kronologi Konsumen Dikerjai Oknum Pegawai SPBU Pertamina: Merokok Sampai Dipaksa Bayar

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 15:14 WIB

Pro-kontra Publik Soroti Calon Pemimpin yang Gemar Nonton Bokep, Ganjar Pranowo: Wong Saya Suka, Kok!

Pro-kontra Publik Soroti Calon Pemimpin yang Gemar Nonton Bokep, Ganjar Pranowo: Wong Saya Suka, Kok!

| Selasa, 23 Mei 2023 | 15:04 WIB

Sejarah Susuk, Berkembang Sejak Masyarakat Asia Tenggara Menganut Animisme

Sejarah Susuk, Berkembang Sejak Masyarakat Asia Tenggara Menganut Animisme

| Selasa, 23 Mei 2023 | 14:55 WIB

Komentari Video 47 Detik Mirip Rebecca Klopper, Nikita Mirzani: Punya Gue mah Lucu

Komentari Video 47 Detik Mirip Rebecca Klopper, Nikita Mirzani: Punya Gue mah Lucu

| Selasa, 23 Mei 2023 | 14:49 WIB

Klarifikasi Soal Pemeran Pria di Video 47 Detik yang Diduga Rebecca Klopper

Klarifikasi Soal Pemeran Pria di Video 47 Detik yang Diduga Rebecca Klopper

Your Say | Selasa, 23 Mei 2023 | 14:39 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB