Duduk Perkara Putri Balqis Korban KDRT Malah Jadi Tersangka di Depok, 'Pak Listyo Sigit Kok Begini?'

Putri Balqis, korban KDRT oleh suaminya yang berinisial BB, malah ditahan dan dijadikan tersangka oleh polisi.

Ruth Meliana
Rabu, 24 Mei 2023 | 14:51 WIB
Duduk Perkara Putri Balqis Korban KDRT Malah Jadi Tersangka di Depok, 'Pak Listyo Sigit Kok Begini?'
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Kabar pilu mengenai tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terungkap di Twitter dan menjadi viral. Ini setelah Putri Balqis, korban KDRT oleh suaminya yang berinisial BB, ditahan dan dijadikan tersangka oleh polisi.

Hal itu diungkapkan panjang lebar oleh adik korban lewat Twitter @/saharahanum pada Selasa (23/5/2023) lalu. Sahara membeberkan kakaknya telah menerima kekerasan dari suaminya hingga belasan kali, selama 14 tahun menjalani biduk rumah tangga.

Ini kakak kandung gue, namanya Putri Balqis. 14 tahun sudah berumah tangga, belasan kali dianiaya suami. Sampai hampir kehilangan nyawa," tulis Sahara mengawali cuitannya.

"Bulan Febuari terjadi penganiayaan terhadap kakak gue, di mana kakak gue matanya disiram bon cabe, dijedotin kepalanya ke tembok dan dijambak rambutnya,” sambungnya.

Baca Juga:Sempat Berkelahi, Jenazah Yogi Ditemukan Mengambang di Sungai Cikamiri Garut, Ayah Almarhum: Semoga Polisi Cepat Menangkap Pelakunya

Sahara menjelaskan, setelah kerap menerima kekerasan, sang kakak akhirnya memberanikan diri untuk melapor ke kepolisian, tepatnya Polres Depok.

Namun suaminya malah melaporkan balik Putri Bilqis dengan laporan yang sama, yakni dugaan KDRT. Namun anehnya, setelah dua bulan, ditambah tanpa ada pemeriksaan saksi terlebih dahulu, korban malah dijadikan tersangka.

Kakak gue malah jadi tersangka juga, dan harus ditahan di Polres Depok selama 2 hari. Sedangkan suaminya tidak ditahan sama sekali,” ungkap Sahara.

Setelah ditahan, kondisi Putri Bilqis makin memprihatinkan. Tak hanya fisik, kini psikisnya pun tertekan karena ia dilarang bertemu dengan anak-anaknya yang masih kecil.

Saat ini Kakak gue nge-drop banget sampai harus dibawa ke UGD Rumah Sakit, kerena punya asam lambung akut. Sudah 2 hari ditahan dan tidak ketemu anak-anaknya sampai masuk rumah sakit juga harus dengan pengawalan, tetap gak boleh ketemu anak-anaknya,” lanjut Sahara.

Baca Juga:Ferry Irawan Tetap Bantah Jadi Pelaku KDRT Venna Melinda: Saat Itu Saya Harus Ikut Skenario yang Dia Janjikan

Suami korban punya senjata api

Sahara juga mengungkapkan kalau selama ini kakaknya selalu diam dan bertahan, meski menerima kekerasan dari suaminya. Usut-punya usut, ternyata hal itu disebabkan sang suami memiliki senjata api.

Kakak gue selalu diam dan bertahan karena selalu diancam kalau keluarga gue mau dibunuh. Kakak gue tahu suaminya punya pistol, jadi dia takut untuk laporin hal ini ke polisi,” kicaunya.

Tak hanya itu, lanjut Sahara, meski sudah babak belur, kakanya malah didesak untuk berdamai dengan keluarga suaminya. Namun sang kakak menolaknya.

"Gue minta tolong keadilan buat kakak gue, kenapa kok bisa dijadikan tersangka? Padahal kakak gue korban sampai diancam dan hampir kehilangan nyawanya! Apa harus sampai kakak gue meninggal dulu baru dapat keadilan?” pungkasnya.

Banjir dukungan di media sosial

Unggahan akun Twitter @saharahanum itu berhasil mencuri perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberikan dukungan untuk Sahara dan kakaknya Putri Bilqis.

Tanggapan bahkan datang dari sejumlah lembaga negara seperti Kementerian Pemberdayaan Perlindungan dan Anak, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Komnas Perempuan.

Selamat pagi Kak Sahara, terima kasih sudah mention Komnas Perempuan. Kami turut sedih atas kejadian yang telah dialami oleh korban. Semoga korban dalam keadaan sehat dan aman. Saat ini kami sudah koordinasi langsung melalui DM ya untuk ditindak lanjuti,” tulis akun @KomnasPerempuan.

Warganet lainnya juga ikut memberikan dukungan sambil menyatakan kegeramannya setelah membaca utas yang dibuat Sahara Anum mengenai kakaknya. Bahkan ada yang langsung menandai Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Pak Listyo Sigit, ko begini Polres Depok? Atas dasar apa pak mereka menahan korban dan menjadikannya tersangka? Saya yakin bapak lebih bijak dalam mendidik anak buahnya jika ada kesalahan, cukup ditegur saja pak dan dimutasi ke kutub utara oknum yang terlibatnya,” tulis salah satu warganet.

Polres Depok Polres go*lok ga becus, siap-siap aja reskrim dan Kapolres lu dicopot. Kalian tuh pake otak harusnya dengan kasus yang viral-viral sekarang, udah pasti kalian bakal disanksi sama polda atau pusat,” cuit warganet lainnya.

Namun hingga kini, belum ada tanggapan dari Polres Depok ataupun Polri mengenai kasus ini.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

NEWS

TERKINI