Apa itu Kawin Tangkap Sumba? Tradisi yang Melenceng Jadi Kekerasan Gender

M Nurhadi

Jum'at, 08 September 2023 | 16:28 WIB
Apa itu Kawin Tangkap Sumba? Tradisi yang Melenceng Jadi Kekerasan Gender
Tangkapan layar seorang wanita di NTT dibawa paksa sekelompok pria untuk menjalani tradisi kawin tangkap. [X/Twitter]

Suara.com - Peristiwa kawin tangkap kembali terjadi di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Pertanyaan apa itu kawin tangkap Sumba dilontarkan netizen di Twitter setelah sebuah video viral.

Video tersebut menggambarkan sekelompok pria menangkap dan manaikkan perempuan yang akan dikawin paksa ke sebuah mobil bak terbuka. Peristiwa ini terjadi di  Pertigaan Kalembuweri, Jalur Tena Teke dan Jalur Rara, Desa Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT.

Tradisi kawin tangkap Sumba ini kemudian dijelaskan oleh akun Miss Tweet @heraloebss. Akun tersebut menyebutkan bahwa tradisi kawin tangkap yang asli tidaklah semenyeramkan yang terjadi di video, di mana seorang perempuan ditangkap dan diseret oleh sekelompok laki-laki. 

Merujuk pada buku Masyarakat Sumba dan Adat Istiadatnya yang ditulis oleh Oe. H. Kapita, kawin tangkap merupakan tahap awal dari proses peminangan perempuan dalam adat masyarakat Sumba.

Dalam istilah adat, cara peminangan ini dinamakan piti rambang atau ambil paksa. Dalam hal ini, calon mempelai laki-laki akan ‘menangkap’ calon mempelai perempuannya untuk kemudian dilamar dan dinikahi. 

Dalam tradisi aslinya, kawin tangkap sebenarnya sudah direncanakan dan disetujui terlebih dahulu oleh kedua belah pihak. Prosesnya pun melibatkan simbol-simbol adat, seperti kuda yang diikat atau emas di bawah bantal sebagai simbol bahwa prosesi adat tersebut tengah dilaksanakan.

Perempuan yang akan ditangkap juga sudah mempersiapkan diri dengan berdandan dan mengenakan pakaian adat lengkap. Dengan pakaian adat pula, calon mempelai pria akan menunggang kuda dan menangkap mempelai perempuannya di lokasi yang telah disepakati bersama. Dari penjelasan ini, perempuan yang ditangkap secara brutal seperti terlihat dalam video tentu saja menyalahi adat. 

Setelah ditangkap, pihak orang tua laki-laki akan memberikan satu ekor kuda dan sebuah parang Sumba sebagai permintaan maaf dan mengabarkan bahwa anak perempuannya telah berada di rumah pihak laki-laki. Proses resmi peminangan baru resmi dimulai setelah calon mempelai perempuan setuju untuk menikah, yang kemudian disusul penyerahan belis atau mahar perkawinan. 

Sayangnya, beberapa tahun terakhir prosesi kawin tangkap sering disertai dengan paksaan, intimidasi, dan kekerasan terhadap perempuan.

baca juga

Dengan mengatasnamakan adat atau tradisi, pelaku merasa berhak menculik dan membawa paksa perempuan-perempuan Sumba di mana pun dan kapan pun  mereka mau, padahal itu telah melenceng dari adat sebenarnya.

Melencengnya praktik kawin tangkap bisa dilihat mulai dari hilangnya kesepakatan sebelum dilangsungkannya prosesi tersebut, bahkan dalam beberapa kasus pelaku membawa senjata layaknya penculikan sungguhan. 

Dalam praktik kawin tangkap yang melenceng, pelaku merasa mempunyai kebebasan untuk memaksa perempuan menikah dengannya sesederhana karena ia laki-laki dan agresif merupakan sifat laki-laki yang bisa dimaklumi masyarakat. Selama bertahun-tahun, praktik adat tersebut telah bergeser menjadi pertunjukan kejantanan dan kekayaan bagi laki-laki Sumba.

Setidaknya ada dua aspek yang membuat tradisi kawin tangkap ini beralih menjadi penyerangan dan kekerasan berbasis gender. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Kawin Tangkap Wanita di Sumba Barat Daya, Netizen Kecam Bertentangan Norma

Aksi Kawin Tangkap Wanita di Sumba Barat Daya, Netizen Kecam Bertentangan Norma

Your Say | Jum'at, 08 September 2023 | 13:07 WIB

Mengenal Kawin Tangkap, Tradisi Sumba yang Viral Usai Terjadi Penyimpangan

Mengenal Kawin Tangkap, Tradisi Sumba yang Viral Usai Terjadi Penyimpangan

News | Jum'at, 08 September 2023 | 11:40 WIB

Ditonton 1 Juta Kali, Viral Video Mengerikan Kawin Tangkap di NTT, Warganet: Ini Mah Kriminal

Ditonton 1 Juta Kali, Viral Video Mengerikan Kawin Tangkap di NTT, Warganet: Ini Mah Kriminal

News | Jum'at, 08 September 2023 | 11:03 WIB

9 Potret Arawinda Kirana: Ngaku Korban Kekerasan Seksual, Idap Vaginismus

9 Potret Arawinda Kirana: Ngaku Korban Kekerasan Seksual, Idap Vaginismus

Entertainment | Jum'at, 08 September 2023 | 10:09 WIB

Cincin Kawin Kok Diplester? Terungkap Alasan Pratama Arhan Suami Zize Tutupi Wedding Ring

Cincin Kawin Kok Diplester? Terungkap Alasan Pratama Arhan Suami Zize Tutupi Wedding Ring

Entertainment | Rabu, 06 September 2023 | 15:21 WIB

Arawinda Kirana Cerita Alami Kekerasan Seksual Tahun 2022, Ini Fakta-faktanya

Arawinda Kirana Cerita Alami Kekerasan Seksual Tahun 2022, Ini Fakta-faktanya

Entertainment | Rabu, 06 September 2023 | 15:12 WIB

Terkini

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×