Mengenal Kawin Tangkap, Tradisi Sumba yang Viral Usai Terjadi Penyimpangan

Ruth Meliana | Suara.com

Jum'at, 08 September 2023 | 11:40 WIB
Mengenal Kawin Tangkap, Tradisi Sumba yang Viral Usai Terjadi Penyimpangan
Ilustrasi korban penyimpangan kawin tangkap. [Pixabay]

Suara.com - Kawin tangkap yang merupakan tradisi khas Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi topik hangat di media sosial. Hal ini terjadi usai akun X @Heraloebss membagikan video detik-detik penangkapan seorang wanita.

Wanita itu dibawa paksa oleh sekelompok pria untuk menjalani kawin tangkap. Namun, warganet menilai apa yang ada dalam video lebih terlihat seperti kriminal, bukan tradisi.

Lantas, bagaimana sebetulnya kawin tangkap? Berikut informasinya.

Mengenal Kawin Tangkap

Menurut keterangan masyarakat Sumba, pelaksanaan kawin tangkap sebetulnya tidak sesadis seperti yang terlihat di video. Namun, tahun-tahun terakhir ini, tradisi tersebut memang sudah melenceng dari prosedur adatnya hingga bisa memicu trauma.

Dalam buku berjudul Masyarakat Sumba dan Adat Istiadatnya karya Oe. H. Kapita, kawin tangkap adalah tahap awal dari proses peminangan perempuan di adat Sumba. Cara ini dinamai piti rambang atau ambil paksa dan sudah disepakati dua belah pihak.

Di mana piti rambang dilakukan dengan cara calon mempelai laki-laki menangkap calon mempelai perempuannya untuk kemudian dinikahi. Prosesnya juga melibatkan simbol-simbol adat, seperti kuda diikat dan emas di bawah bantal.

Dalam pelaksanaannya, perempuan yang akan ditangkap pun telah mempersiapkan diri dengan memakai riasan dan baju adat lengkap. Para pria juga perlu mengenakan pakaian adat dan menangkap calonnya sembari menunggangi kuda.

Setelah calon pengantin perempuan ditangkap, pihak orang tua laki-laki akan memberikan sebuah parang Sumba dan seekor kuda. Hal ini sebagai bentuk permintaan maaf dan memberi kabar orang tua perempuan bahwa anaknya sudah berada di kediaman pihak laki-laki.

Proses peminangan baru resmi dimulai setelah calon mempelai wanita setuju untuk menikah. Lalu, disusul dengan penyerahan belis atau mahar perkawinan. Seperti itu lah syarat-syarat asli tradisi kawin tangkap di NTT yang perlu dipenuhi.

Sayangnya, beberapa tahun terakhir, kawin tangkap justru dilakukan dengan paksaan, intimidasi, dan kekerasan terhadap wanita. Dengan mengatasnamakan tradisi, pelaku merasa berhak membawa paksa perempuan di Sumba untuk dikawini.

Belum lagi, mereka melakukannya tanpa ada rencana terlebih dahulu. Bahkan, dalam beberapa kasus, pelaku sampai membawa senjata seperti penculikan betulan. Tak heran jika hal tersebut dikecam publik dan berisiko membuat wanita trauma.

Tradisi tersebut saat ini juga bisa dibilang telah menjadi pertunjukan kejantanan dan kekayaan bagi pria Sumba. Praktik itu tak sejalan dengan penghormatan hak asasi manusia, di mana wanita pun berhak merasa aman dari ancaman kekerasan.

Kawin tangkap yang melenceng sudah melanggar berlapis hak asasi manusia dalam Konvensi Penghapusan Diskriminasi pada Perempuan (CEDAW) yang tercantum dalam UU RI No.7 Tahun 1984. Namun, keadilan hukum tetap sulit digapai.

Sebab, meski ditangkap secara paksa jika ada kesepakatan kedua belah pihak yang akan dinikahkan, maka pelaku bisa bebas. Di sisi lain, fakta yang sungguh memilukan pun sempat terungkap. Di mana korban kawin tangkap bukan hanya wanita dewasa.

Melainkan juga menyasar kepada anak-anak. Dengan kata lain, kawin tangkap ini turut meningkatkan angka perkawinan anak di Indonesia. Adapun korban yang menolak dikawini akan dicap sebagai aib keluarga. Mereka pun diejek tak akan bisa menikah.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suami Luluk Nuril Ternyata Rekam Istrinya Maki Siswi SMK di Probolinggo: Cara Bimbing Istri yang Benar Gimana?

Suami Luluk Nuril Ternyata Rekam Istrinya Maki Siswi SMK di Probolinggo: Cara Bimbing Istri yang Benar Gimana?

Lifestyle | Jum'at, 08 September 2023 | 11:31 WIB

Dirlantas Ngaku Langsung Marahi Anggota Pembawa Mobil Patroli yang Ganggu Iring-iringan Delegasi Laos

Dirlantas Ngaku Langsung Marahi Anggota Pembawa Mobil Patroli yang Ganggu Iring-iringan Delegasi Laos

News | Jum'at, 08 September 2023 | 11:05 WIB

Ditonton 1 Juta Kali, Viral Video Mengerikan Kawin Tangkap di NTT, Warganet: Ini Mah Kriminal

Ditonton 1 Juta Kali, Viral Video Mengerikan Kawin Tangkap di NTT, Warganet: Ini Mah Kriminal

News | Jum'at, 08 September 2023 | 11:03 WIB

Warung di Atas Awan Ini Sajikan Pemandangan Memukau, Tak Menyesal Jika Berkunjung

Warung di Atas Awan Ini Sajikan Pemandangan Memukau, Tak Menyesal Jika Berkunjung

Your Say | Jum'at, 08 September 2023 | 10:23 WIB

Usai Viral 'Polisi Goblok', Kini Gantian Kapolsek Setiabudi Dimaki di Jalur KTT ASEAN

Usai Viral 'Polisi Goblok', Kini Gantian Kapolsek Setiabudi Dimaki di Jalur KTT ASEAN

News | Jum'at, 08 September 2023 | 10:02 WIB

Viral Seorang Guru SMA Potong Rambut Siswi Berhijab Tuai Perdebatan Warganet

Viral Seorang Guru SMA Potong Rambut Siswi Berhijab Tuai Perdebatan Warganet

Jatim | Jum'at, 08 September 2023 | 08:15 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB