Sikap PBNU, Gusdurian Hingga Yenny Wahid Berpengaruh ke Elektabilitas Anies-Cak Imin yang Jeblok

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 16 September 2023 | 11:40 WIB
Sikap PBNU, Gusdurian Hingga Yenny Wahid Berpengaruh ke Elektabilitas Anies-Cak Imin yang Jeblok
Pasangan bakal capres dan cawapres, Anies Baswedan-Cak Imin bersama Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi di DPP PKS, Jakarta, Selasa (12/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyampaikan tiga variabel yang menyebabkan elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di bawah rivalnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Menurut Ujang, tiga hal tersebut tidak menguntungkan Anies-Cak Imin dalam konteks suara warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.

Persoalan pertama, ialah sikap PBNU yang menjaga jarak dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Cak Imin.

"Itu juga menjadi problem tersendiri bagi pasangan Anies-Cak Imin karena struktural PBNU secara umum tidak mau ditarik-tarik ke wilayah politik, apalagi mendukung PKB," kata Ujang kepada Suara.com, Sabtu (16/9/2023).

Hal lain yang dinilai merugikan elektabilitas pasangan Anies-Cak Imin ialah sikap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang terkesan berlawanan dengan mereka.

Terlebih, Gus Yaqut sempat melontarkan gurauan soal memilih 'Amin' adalah bidah dalam acara Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/9).

"Karena Menag juga berbeda dengan Anies dan Cak Imin, maka tidak menguntungkan di wilayah Jawa Timur," ujar Ujang.

Persoalan lainnya ialah perbedaan Cak Imin dengan warga NU Gusdurian, termasuk putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Yenny Wahid.

"Pasukan Gus Dur ya Gusdurian di bawah Yenny Wahid juga tidak menguntungkan Anies dan Cak Imin," ucap Ujang.

baca juga

"Tiga variabel tadi paling tidak, bisa menjawab bagaimana elektabilitas Anies dan Cak Imin masih tetap di bawah Prabowo dan Ganjar walaupun sudah punya pasangan," terangnya.

Survei Elektabilitas Bacapres

Perlu diketahui, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru saja merilis hasil survei terkait elektabilitas bakal calon presiden setelah Cak Imin dideklarasikan menjadi bakal calon wakil presiden untuk Anies.

Menjadi yang paling pertama deklarasi, ternyata pasangan Amin belum bisa meningkatkan elektabilitasnya dibandingkan pasangan capres-cawapres lainnya.

Dalam hasil survei terlihat elektabilitas Anies dan Cak Imin hanya mencapai 16,5 persen. Sementara untuk simulasi pasangan Prabowo Subianto dan Erick Thohir memperoleh elektabilitas 31,7 persen.

Untuk simulasi pasangan Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil mendapatkan elektabilitas 35,4 persen. Sebanyak 16,4 persen responden pada survei ini memilih belum menjawab.

“Tentu saja pasangan Ganjar maupun Prabowo bisa berubah, tapi setidaknya pasangan Anies-Muhaimin kemungkinan relatif stabil,” kata pendiri SMRC, Saiful Mujani dalam keterangannya dikutip Jumat (15/9).

Pada survei individual, Anies memperoleh elektabilitas 20 persen. Ketika dipasangkan dengan Cak Imin, suara Anies tidak tampak ada kenaikan.

Saiful lantas menjelaskan bahwa selama ini Anies didukung oleh NasDem, PKS serta Demokrat yang sudah ke luar. Dari dukungan tiga partai itu, Anies mengantongi suara sekitar 20 persen.

Oleh sebab itu menurutnya, jika suara Anies dan Cak Imin pada survei hanya sekitar 16 persen, maka kemungkinan ada kekuatan suara yang disumbangkan oleh dua partai yakni PKB dengan NasDem atau NasDem dengan PKS.

“Kalau menurun, saya tidak bisa bilang begitu. Tapi setidak-tidaknya (data ini menunjukkan) tidak meningkat. Ini reaksi publik beberapa hari setelah deklarasi Anies-Muhaimin. Harapan bahwa suara pasangan ini akan meningkat paska deklarasi belum terjadi," jelasnya.

Survei dilakukan pada 5-8 September 2023. Survei dilakukan kepada responden yang merepresentasikan 80 persen pemilih melalui sambungan telepon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKS Resmi Dukung Duet Anies-Cak Imin, NasDem: Tak Ada Bagi-bagi Kekuasaan

PKS Resmi Dukung Duet Anies-Cak Imin, NasDem: Tak Ada Bagi-bagi Kekuasaan

News | Sabtu, 16 September 2023 | 10:43 WIB

Siap Dipinang, Erick Thohir Dinilai Mampu Tambal Kelemahan Prabowo

Siap Dipinang, Erick Thohir Dinilai Mampu Tambal Kelemahan Prabowo

Kotak Suara | Sabtu, 16 September 2023 | 06:30 WIB

Soal Ridwan Kamil jadi Cawapres Ganjar, PDIP: Nama-nama yang Beredar Masih dalam Keranjang Ibu Ketum

Soal Ridwan Kamil jadi Cawapres Ganjar, PDIP: Nama-nama yang Beredar Masih dalam Keranjang Ibu Ketum

Video | Sabtu, 16 September 2023 | 10:00 WIB

Terkini

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

×