Sekilas Sejarah Pasar Tanah Abang, Dibangun Pejabat VOC, Apakah Akan Terus Sepi?

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 21 September 2023 | 15:29 WIB
Sekilas Sejarah Pasar Tanah Abang, Dibangun Pejabat VOC, Apakah Akan Terus Sepi?
Kondisi Blok G Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (10/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto] - Sekilas Sejarah Pasar Tanah Abang, Apakah Akan Terus Sepi?

Suara.com - Jika mendengar Pasar Tanah Abang, apa yang pertama kali terbersit dalam pikiran Anda? Apakah tempat kulakan baju dan kain? Atau justru sumber segala macam barang dengan harga terjangkau namun berkualitas? Sekilas tentang sejarah Pasar Tanah Abang dapat Anda cermati di artikel singkat ini.

Nama Pasar Tanah Abang sebenarnya mulai naik setelah konten mengenai sepinya pasar tersebut viral di media sosial. Tidak sedikit pedagang yang mengeluhkan bahwa omzetnya turun drastis, karena sepinya pelanggan yang datang ke tempat tersebut.

Sekilas Sejarah Pasar Tanah Abang

Lokasi Pasar Tanah Abang sendiri bermula ketika seorang pejabat VOC bernama Justunus Vinck membeli tanah dari Cornelis Chastelein di Pusat Batavia. Ia melepas tanah tersebut dengan harga sekitar 39.000 ringgit, di tahun 1733 lalu.

Vinck kemudian membuat dua pasar utama, pertama Pasar Senen, dan kedua Pasar Tanah Abang. Keduanya dibangun atas izin dari Gubernur VOC kala itu, Abraham Patras melalui surat keputusan yang resmi.

Awalnya, Pasar Senen hanya dibuka pada hari Senin saja, sementara Pasar Tanah Abang hanya dibuka pada hari Sabtu. Tidak heran jika dahulu Pasar Tanah Abang dikenal dengan Pasar Sabtu. Namun seiring berjalannya waktu, Pasar Tanah Abang terus berkembang, dan menyaingi kejayaan Pasar Senen.

Pasar Tanah Abang kemudian sempat porak-poranda akibat serangan yang dialaminya di tahun 1740, yang merupakan peristiwa berdarah pembantaian orang-orang China, perusakan, dan penghancuran serta pembakaran pasar tersebut.

Serangan in adalah respon dari sikap agresif orang-orang China yang menyerang pos jaga VOC di hari sebelumnya. Akibatnya pasar ini lumpuh cukup lama, dan baru pada akhir abad ke-19 Pasar Tanah Abang mulai dibangun dari nol. Tepatnya pada tahun 1881, pasar ini dibangun dan buka pada hari Rabu.

Pemerintah Batavia di tahun 1926 kemudian membongkar Pasar Tanah Abang, dan diganti dengan bangunan permanen berupa tembok dan papan dengan atap genteng. Kantor pasar berada di atas bangunan, dan mirip dengan kandang burung.

Di era Jepang, area ini hampir tidak berfungsi karena menjadi tempat para gelandangan. Setelah dibangun Stasiun Tanah Abang, pasar ini kembali bergeliat dan mulai beraktivitas. Pembangunan berbagai fasilitas umum turut mendukung kembalinya Pasar Tanah Abang ke masa kejayaan.

Pada tahun 1973 pasar ini kembali diremajakan dengan empat bangunan berlantai empat. Hingga saat ini Pasar Tanah Abang masih menjadi rujukan ketika seorang ingin mencari produk tekstil.

Itu tadi sekilas mengenai sejarah Pasar Tanah Abang yang dapat diberikan dalam artikel singkat ini. Semoga berguna!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senjakala Pasar Tanah Abang, Kini Sepi Tergerus Teknologi

Senjakala Pasar Tanah Abang, Kini Sepi Tergerus Teknologi

News | Kamis, 21 September 2023 | 11:19 WIB

5 Keluh Kesah Pedagang Jualan di TikTok Sampai 8 Jam Sepi Penonton: Live Jam 1 Malam Pakai Daster

5 Keluh Kesah Pedagang Jualan di TikTok Sampai 8 Jam Sepi Penonton: Live Jam 1 Malam Pakai Daster

Lifestyle | Rabu, 20 September 2023 | 17:45 WIB

Pasar Tanah Abang Dikunjungi Menteri UKM, Viral Pedagang Berteriak TikTok Shop Minta Dihapus: Warganet Tak Setuju?

Pasar Tanah Abang Dikunjungi Menteri UKM, Viral Pedagang Berteriak TikTok Shop Minta Dihapus: Warganet Tak Setuju?

Lifestyle | Rabu, 20 September 2023 | 15:40 WIB

Tak Sedang Bercanda, Menteri Teten Sebut Sepinya Pasar Tanah Abang Bakal Permanen

Tak Sedang Bercanda, Menteri Teten Sebut Sepinya Pasar Tanah Abang Bakal Permanen

Bisnis | Rabu, 20 September 2023 | 13:02 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB