Aksi Keji Mario Dandy
Penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (20) terhadap Cristalino David Ozora (17) terjadi di Kompleks Grand Permata Boulevard, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 20 Februari 2023. Perilaku anak mantan pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo ini menuai sorotan karena dianggap begitu keji.
![Terdakwa kasus penganiayaan David Ozora, Mario Dandy saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (7/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/07/10152-sidang-mario-dandy-kasus-penganiayaan-david-ozora.jpg)
Selain menyoroti kekejian dari bentuk penganiayaan yang dilakukannya, publik juga 'menguliti' sisi lain dari gaya hidup Mario Dandy yang kerap pamer kekayaan di media sosial. Mulai dari aksi kebut-kebutan saat mengendarai mobil mewah Jeep Rubicon hingga ugal-ugalan menggunakan motor Harley Davidson.
Kejanggalan dari harta kekayaan yang dimiliki ayah Mario Dandy tersebut membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Inspektorat Jenderal Kemenkeu melakukan investigasi. Buntut daripada itu, Rafael Alun dicopot dari jabatannya.
![Cristalino David Ozora Latumahina [Twitter @seeksixsuck]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/06/06/49623-cristalino-david-ozora-latumahina-david-latumahina.jpg)
Belakang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rafael Alun sebagai tersangka penerimaan gratifikasi senilai Rp16,6 miliar.
Dalam perkara penganiayaan, Mario Dandy telah divonis hukum 12 tahun penjara. Sedangkan ayahnya, Rafael Alun divonis 14 tahun penjara atas kasus penerimaan gratifikasi.
Dua Mayat Perempuan Dicor di Bekasi
Dua mayat perempuan bernama Heni Purwaningsih (48) dan Yusi (45) ditemukan dalam kondisi dicor di bahwa tangga sebuah kontrakan di Jalan Nusantara Raya, Harapan Jaya Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada 28 Februari 2023.

Keduanya merupakan korban pembunuhan yang dilakukan seorang pria bernama Permana. Tersangka Permana merupakan teman SMP sekaligus rekan bisnis Yusi. Sementara Heni merupakan rekan Yusi yang tak mengenal Permana namun turut menjadi korban pembunuhan.
Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan suami Yusi, Hariyanto lantaran istrinya tersebut tak pulang ke rumah sejak pamit mengaji pada 26 Februari 2023. Hariyanto lantas melacak keberadaan Yusi lewat GPS atau Global Positioning System hingga mengarah ke rumah Permana.
Setelah melapor ke aparat kepolisian, di dalam rumah tersebut ditemukan Permana dalam kondisi tergeletak bersimbah darah dengan luka sayat di pergelangan tangan. Permana meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.
Belakangan terungkap motif Permana melakukan pembunuhan ini dilatarbelakangi persoalan utang piutang dengan Yusi.
Paspampres Pembunuh Warga Aceh
Jasad Imam Masykur (25) ditemukan tewas mengambang di sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat, pada 18 Agustus 2023. Pemuda asal Kabupaten Bireuen, Aceh tersebut merupakan korban penculikan dan pembunuhan yang dilakukan anggota Paspampres Praka Riswandi Manik dan dua prajurit TNI AD, Praka Heri Sandi serta Praka Jasmowir.
Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar menyebut motif pelaku menculik dan menganiaya Imam Masykur hingga tewas karena uang. Di mana ketiganya sempat menelepon keluarga korban untuk meminta uang tebusan.

Imam Masykur merupakan pedagang kosmetik dan obat-obatan di Ciputat, Tangerang Selatan. Selain melibatkan tiga anggota TNI, kasus ini juga melibatkan tiga warga sipil, yakni Zulhadi, AM dan Heri.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut Zulhadi merupakan kakak ipar Praka Riswandi. Dia berperan sebagai sopir mobil yang gunakan saat menculik Imam Masykur. Sedangkan AM dan Heri merupakan penadah ponsel milik Imam Masykur yang turut dirampas Praka Riswandi Cs.
Pembunuh ala 'Narcos' Mahasiswa UI
Muhammad Naufal Zidan (19) mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tewas dibunuh seniornya Altafasalya Ardnika Basya (23) di sebuah indekos kawasan Beji, Depok, Jawa Barat, pada 4 Agustus 2023.
Motif Altafasalya membunuh korban karena rugi berinvestasi kripto hingga terlilit utang pinjaman online alias pinjol. Kepada penyidik Polres Metro Depok, tersangka mengaku rugi investasi kripto hingga Rp80 juta dan terlilit utang pinjol sebesar Rp15 juta.
![Tersangka Altafasalya Ardnika Basya atau Altaf jalani rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap mahasiswa UI yang digelar Polres Metro Depok, Selasa (22/8/2023). [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/08/23/32437-tersangka-altafasalya-ardnika-basya-jalani-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-terhadap-mahasiswa-ui.jpg)
Altafasalya sempat berupaya menjual MacBook dan IPhone milik korban yang dicurinya usai dibunuh. Namun, upaya ini urung dilakukan karena dia mengaku ketakutan usai didatangi korban dalam mimpi.
Sementara pengakuan Altafasalya membunuh korban dengan cara menusuk dada korban sebanyak 10 kali ini diklaim terinspirasi adegan dalam serial Narcos.
Bunuh Diri Ibu dan Anak di Cinere
Jasad Grace Arijani Harahapan (64) dan David Ariyanto Wibowo (38) ditemukan tewas membusuk di dalam kamar mandi yang terkunci di rumahnya Bukti Cinere Indah, Depok, Jawa Barat, pada 7 September 2023. Ibu dan anak ini disimpulkan tewas akibat bunuh diri.

Polisi menyebut metode bunuh diri yang dilakukan Grace dan David pernah ditemukan di Jepang. Proses bunuh diri ini diduga diinisiasi David yang memang memiliki ketertarikan dengan negara Jepang.
Kedua korban bunuh diri dengan mengurung di dalam kamar mandi berukuran 1,8 x 1 meter. Di dalam kamar mandi yang terkunci tersebut ditemukan sebuah bantal, dua dupa berukuran besar dan senter.
Suami Mandikan Jasad Istri Usai Dibunuh di Depan Anak
Suryani Dewi (24) tewas dibunuh suaminya Nando (25) di sebuah kontrakan kawasan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 7 September 2023. Peristiwa pembunuhan ini dilakukan tersangka di hadapan anaknya yang masih berusia di bawah umur.
Motif Nando membunuh Dewi diakuinya karena sakit hati dan adanya masalah ekonomi. Sebelum terjadi peristiwa pembunuhan, Nando sebenarnya telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Polisi menyebut Nando menyayat leher istrinya hingga tewas menggunakan pisau. Seusai dibunuh, jasad korban lalu dimandikan dan dibaringkan di atas kasur bersama anaknya.
Nando berdalih melakukan ini karena masih mencintai istrinya. Sambil menangis dia mengungkap penyesalan saat menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Ayah-Anak Tewas Membusuk di Koja
Seorang bos travel bernama Hamka Rusdi (50) dan anaknya Abid Qushayyi berusia 11 bulan ditemukan tewas membusuk di rumahnya Jalan Balai Rakyat V, RT 6/03, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, pada 28 Oktober 2023. Penemuan jasad korban ini berawal dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau busuk.
Warga yang masuk ke dalam rumah tersebut awalnya menemukan istri Hamka, Nur Hikmah Fujianti (32) dan anaknya berinisial A (4) dalam kondisi lemas. Nur saat itu tak berbicara, dia hanya menunjukkan jarinya ke arah kamar di mana Hamka dan Abid ditemukan sudah dalam kondisi tewas membusuk.
![TKP kasus ayah dan anak ditemukan tewas membusuk di Koja, Jakut, Selasa (31/10/2023). [Foto: Dok. Polres Metro Jakarta Utara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/10/31/98828-tkp-penemuan-mayat-ayah-dan-anak-di-koja.jpg)
Dari hasil penyelidikan selama hampir dua bulan berkolaborasi dengan ahli interprofesi, polisi menyimpulkan Hamka dan Abid tewas akibat sakit. Hamka diperkirakan meninggal dunia sejak 20 Oktober 2023. Sedangkan anaknya meninggal tiga hari setelahnya.
Selama delapan hari sejak Hamka meninggal pada 20 Oktober disusul anaknya, Nur hanya terdiam hingga kondisi kedua jasad korban membusuk.
Polisi menyebut Nur mengalami gangguan psikis sehingga tak mampu berbuat apa-apa ketika suami dan anaknya tersebut meninggal dunia.
Kasus Pemerasan Firli Bahuri
Polda Metro Jaya menetapkan eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL pada 22 November 2023.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang di antaranya berupa dokumen penukaran mata uang asing pecahan SGD dan USD di beberapa outlet money changer senilai Rp7.468.711.500 miliar.
![Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri (tengah) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/27/88541-firli-bahuri-diperiksa-pemeriksaan-firli-bahuri.jpg)
Penetapan Filri sebagai tersangka menjadi sejarah baru bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Sejak KPK berdiri pada 29 Desember 2003, baru pertama kali pimpinannya menjadi tersangka korupsi.
Selain menetapkan Firli sebagai tersangka kasus pemerasan, Polda Metro Jaya kekinian tengah mendalami adanya dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU di balik kasus ini. Dugaan terkait adanya TPPU ini menyusul ditemukan adanya sejumlah aset atau harta milik Firli yang tak dicantumkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN.
Mayat Julita Terlakban
Jasad perempuan bernama Julita alias JS (25) ditemukan dalam kondisi membusuk dengan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di dalam kontrakan kawasan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada 8 Desember 2023. Pelaku dalam kasus pembunuhan ini ialah AMW alias Ade Mugis (34) kekasih gelap korban.

Pembunuhan ini dilakukan Ade pada 3 Desember 2023 sekitar pukul 08.15 WIB. Dia mencampuri racun tikus ke dalam makanan dan minuman yang diberikan kepada simpanannya itu untuk sarapan.
Dalam kondisi Julita lemas keracunan, Ade kemudian melakban mulut, tangan dan kakinya untuk memastikan korban benar-benar tewas. Setelah dipastikan tewas dia lantas melarikan diri hingga akhirnya ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 9 Desember 2023.
Polisi menyebut motif di balik peristiwa pembunuhan ini dilatarbelakangi persoalan utang hingga asmara. Di mana korban sempat mengancam membocorkan hubungan gelapnya kepada istri Ade.
Selain itu, Ade juga kesal karena kerap ditagih utang. Terlebih utang sebesar Rp2 juta yang dipinjam tersangka dari pihak keluarga korban ini dikenakan bunga hingga mencapai Rp6 juta.
Kasus Ayah Pembunuh 4 Anak di Jagakarsa
Panca Darmansyah (41) membunuh empat anak kandungnya berinisial A (1), A (3), S (4) dan V (6) di sebuah kontrakan Jalan Kebagusan Raya, Gang Roman RT 04/03, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada 3 Desember 2023.
Keempat korban dibunuh secara bergantian dimulai dari usia yang terkecil. Pembunuhan ini dilakukan Panca dengan cara membekap mulut korban selamat 15 menit.
Seusai dibunuh, keempat jasad korban lalu dijejerkan oleh Panca di atas kasur. Panca juga sempat menyusun mainan kesukaan keempat anaknya.
![Rekonstruksi pembunuhan 4 bocah di Jagakarsa, Jaksel yang digelar pada Jumat (29/12/2023). [Suara.com/Faqih]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/29/82032-rekonstruksi-pembunuhan-4-bocah-di-jagakarsa-jaksel.jpg)
Polisi mengungkap Panca melakukan perbuatan kejinya ini sambil direkam menggunakan kamera handphone atau HP. Video tersebut kemudian disimpan ke dalam laptop agar bisa disaksikan istrinya yang tengah dirawat di rumah sakit akibat dianiayanya.
Panca lalu berupaya bunuh diri dengan cara menyayat lengannya sendiri menggunakan pisau. Bahkan dia turut menulis sebuah pesan 'Puas Bunda, Tx for All' menggunakan darahnya di atas lantai.
Kepada penyidik, Panca mengaku melakukan pembunuhan ini karena motif cemburu kepada istrinya berinisial DP yang diduga berselingkuh. Dugaan perselingkuhan ini diketahuinya usai melihat isi pesan mesra dalam akun Instagram antara istrinya dengan beberapa pria lain.
Panca juga berdalih membunuh anak-anaknya lalu berupaya bunuh diri agar istrinya tersebut bisa hidup bebas sesuai keinginannya.