Prabowo Akui Kejar Budiman Sudjatmiko, Begini Cerita Eks PRD Saat Ditangkap di Bekasi

Galih Prasetyo

Minggu, 28 Januari 2024 | 14:59 WIB
Prabowo Akui Kejar Budiman Sudjatmiko, Begini Cerita Eks PRD Saat Ditangkap di Bekasi
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Budiman Sudjatmiko (kanan) berpose sambil mengepalkan tangan usai menghadiri deklrasi Gerakan PraBu di Gedung Marina. [ANTARA]

Suara.com - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengakui bahwa dulu saat ia masih menjadi Danjen Kopassus, dirinya memang mengejar aktivis Budiman Sudjatmiko.

Hal itu disampaikan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam agenda 'Suara Muda Indonesia Untuk Prabowo-Gibran' di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (27/1/2024).

"Hadir juga Ahmad Muzani, Jadar Habsah bersama saya sekian tahun. Agus, ketua Prima, maaf dulu saya kejar-kejar Anda. Dulu, atas perintah. Bandel sih dulu....," kata Prabowo.

Baca Juga:

"Kemudian saudara Budiman Sudjatmiko, ini juga, sorry Man, dulu kejar-kejar lu juga. Tapi gue sudah minta maaf sama lu, ya," sambung Prabowo.

Lantas seperti apa cerita pengejaran Prabowo kepada Budiman?

Budiman Sudjatmiko lahir di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah pada 10 Maret 1970. Setelah lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Budiman kemudian sempat berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Budiman tak sampai selesai di UGM karena drop out. Alasannya karena aktivitasnya di politik Indonesia saat itu. Pada 1996, Budiman kemudian mendirikan Partai Rakyat Demokratik alias PRD.

Pendirian PRD membuat Budiman jadi sosok yang dikejar oleh aparat Orde Baru saat itu. Di salah satu wawancara, Budiman sempat menceritakan momen dirinya dikejar aparat karena aktivitas politiknya.

Perburuan kepada Budiman semakin masif setelah ia dituduh menjadi dalang peristiwa kerusuhan di markas PDI di jalan Diponegoro, Jakarta pada 27 Juli 1996. Peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa Kudatuli.

Budiman sempat mengatakan bahwa ia ditangkap oleh badan intelejen ABRI bukan dari prajurit Kopassus yang saat itu dipimpin oleh Prabowo Subianto.

"Jadi pak Prabowo tidak pernah berhadapan dengan saya. Tapi beliau ini memang bagian dari prajurit tentara," ucap Budiman seperti dikutip, Minggu (28/1).

"Jadi saya ditangkap bukan oleh satuan Kopassus tapi oleh badan intelijen ABRI pada waktu itu namanya," tambahnya.

Budiman seperti dilihat dari tayangan Youtube Harian Kompas sempat mengatakan bahwa ia ditangkap di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat. Budiman menceritakan bahwa kala itu matanya ditutup kain hitam dan tangan diborgol.

Ia juga sempat dipaksa untuk bertelanjang dada dan ditodong pistol. Budiman mengatakan pikirannya kala itu menerawang bahwa ia akan dieksekusi di sebuah tepi pantai tanpa adanya saksi.

"Kami pikir, wah kalau ini ujungnya ke tepi pantai atau sebuah tempat yang enggak ada saksi," cerita Budiman.

Budiman kemudian dibawa ke kompleks Badan Intelijen ABRI yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selama di sana, ia menghuni sel dengan kasur yang penuh bercak darah kering.

Selama di sana, Budiman diinterogasi selama berhari-hari, dari pagi hingga tengah malam. Yang ditanya kata Budiman seputar manifesto PRD dan juga sumber uang yang dimilikinya.

Setelah ditangkap, Budiman kemudian diseret ke pengadilan. Ia kemudian divonis bersalah dengan tuduhn makar dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Reformasi 1998 pecah dan Budiman hanya menjalankan hukuman 3,5 tahun penjara. Budiman mendapat amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 Desember 1999.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKN Terjunkan Relawan Ketuk Pintu Ajak Masyarakat Datang ke TPS Pilih Prabowo-Gibran

TKN Terjunkan Relawan Ketuk Pintu Ajak Masyarakat Datang ke TPS Pilih Prabowo-Gibran

Kotak Suara | Minggu, 28 Januari 2024 | 14:58 WIB

Terima Dukungan Dari Santri Muda, TKN Pastikan Prabowo-Gibran Wujudkan Dana Abadi Pesantren

Terima Dukungan Dari Santri Muda, TKN Pastikan Prabowo-Gibran Wujudkan Dana Abadi Pesantren

Kotak Suara | Minggu, 28 Januari 2024 | 14:54 WIB

Cak Imin Temui Santri di Jawa Tengah: Negeri Kaya Raya  Bisa Dinikmati Seluruh Rakyat Indonesia

Cak Imin Temui Santri di Jawa Tengah: Negeri Kaya Raya Bisa Dinikmati Seluruh Rakyat Indonesia

Kotak Suara | Minggu, 28 Januari 2024 | 14:19 WIB

JK Hadiri Kampanye Akbar Anies di Bandung, Ini Kata Surya Paloh

JK Hadiri Kampanye Akbar Anies di Bandung, Ini Kata Surya Paloh

Video | Minggu, 28 Januari 2024 | 14:40 WIB

Selvi Ananda dan Gibran Makan Sepiring Berdua: Duduknya Mantu Jokowi Anggun Banget

Selvi Ananda dan Gibran Makan Sepiring Berdua: Duduknya Mantu Jokowi Anggun Banget

News | Minggu, 28 Januari 2024 | 13:50 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB