Tegas! Prof Ikrar Nusa Bhakti Sebut Jokowi Pembunuh Politik yang Tidak Berperasaan

Muhammad Yunus

Rabu, 31 Januari 2024 | 13:04 WIB
Tegas! Prof Ikrar Nusa Bhakti Sebut Jokowi Pembunuh Politik yang Tidak Berperasaan
Analis politik Ikrar Nusa Bhakti dalam program podcast Abraham Samad Speak Up [Suara.com/Youtube Abraham Samad]

Suara.com - Prof Ikrar Nusa Bhakti menyebut Jokowi sebagai pembunuh politik yang tidak berperasaan. Hal itu diungkap Ikrar Nusa saat berbincang dengan Abraham Samad dalam program podcast Abraham Samad Speak Up.

Ikrar Nusa juga menyinggung moral politik dari Presiden Jokowi. Berusaha membangun dinasti politik. Sampai melupakan partai dan teman perjuangan yang dulu mendukung Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden.

"Bahkan berusaha mendiskreditkan partai dan kawan seperjuangan. Agar calon nomor 3 lenyap dari pembicaraan masyarakat," kata Ikrar Nusa, dikutip dari podcast Abraham Samad.

Baca Juga:

Dorothea Eliana Indah Wanita yang Setia pada Si Gembel Kolektif Absolut Adian Napitupulu

Pengasuh Pondok Pesantren Tertua di Jatim Beri Kode 2 Jari, Sosok Ini Disebut Jadi Kunci

Gibran Motoran di Bandung, Marshel Widianto: Mas Motornya Ngalangin yang Lain

Dia mengatakan, sikap Jokowi tersebut telah membajak demokrasi Indonesia. Tapi tidak sedikit yang menyebut Jokowi mengkhianati bangsa Indonesia.

Sebab demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, yang tinggal beberapa langkah lagi menuju sempurna dijalankan. Dimana orang akan memilih calon presiden atas dasar kemampuan. Bukan karena bansos.

baca juga

"Sekarang benar hancur," ungkap Ikrar.

Ikrar menyebut Jokowi tidak malu lagi membangun dinasti politik keluarga.

"Apa yang saya katakan ini bukan hanya kekuasan untuk kelompok tapi juga untuk keluarga. Karena dia tidak akan berbagi kekuasaan dengan kelompok yang selama ini mendukung dia".

Ikrar mencontohkan, salah satu anak Jokowi jadi ketua partai, dan satunya lagi Calon Wakil Presiden. Anak mantu mulai dititipkan sebagai calon Gubernur Sumatra Utara.

Faktor Sayang Anak

Sebelumnya dalam wawancara dengan salah stasiun TV, Analis politik Ikrar Nusa Bhakti juga mengungkapkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Padahal seharusnya jika presiden ingin berkampanye, maka harus mengajukan cuti terlebih dulu.

"Faktor sayang anak itu, saya mengutip Wakil Presiden Jusuf Kalla, Pemilu 2024 dikatakan salah satunya ada unsur 'politik sayang anak'," kata Ikrar Nusa Bhakti dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa, 30 Januari 2024.

Ikrar menilai bahwa Jokowi sibuk berkampanye belakangan ini. Hal itu tentunya melanggar undang-undang.

"Kita masyarakat pasti sudah memahami ngapain presiden capek-capek pergi ke wilayah Jawa Tengah sampai berkali-kali," ujar Ikrar.

Dalam wawancara dengan Abraham Samad, Ikrar Nusa menyebut aksi Jokowi ke Jawa Tengah sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap Ganjar Pranowo.

"Character assassination," kata Ikrar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Pendidikan Jokowi vs Luhut: Disebut Sopir Angkot dan Kenek oleh Eks Mendag Ini

Adu Pendidikan Jokowi vs Luhut: Disebut Sopir Angkot dan Kenek oleh Eks Mendag Ini

Lifestyle | Rabu, 31 Januari 2024 | 12:36 WIB

Curiga karena Tanpa Libatkan Mensos Risma, Aksi Jokowi Bagi-bagi Bansos Bikin Kubu Ganjar Cemas!

Curiga karena Tanpa Libatkan Mensos Risma, Aksi Jokowi Bagi-bagi Bansos Bikin Kubu Ganjar Cemas!

Kotak Suara | Rabu, 31 Januari 2024 | 12:23 WIB

Biodata dan Profil Guntur Soekarnoputra, Kakak Megawati Rendahkan Jokowi?

Biodata dan Profil Guntur Soekarnoputra, Kakak Megawati Rendahkan Jokowi?

Lifestyle | Rabu, 31 Januari 2024 | 12:12 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×