Suara PDIP Tak Linier dengan Ganjar, Pengamat: Tampaknya Ada Faksi di Dalam Mesin Politiknya

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 17 Februari 2024 | 18:07 WIB
Suara PDIP Tak Linier dengan Ganjar, Pengamat: Tampaknya Ada Faksi di Dalam Mesin Politiknya
Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kiri) dan Mahfud MD (kanan) menyapa relawan saat kampanye akbar di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).[ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat].

Suara.com - Hasil quick count Pemilu 2024 telah keluar. Menarik dari hitungan cepat itu, perolehan persentase perolehan suara pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Ganjar Pranowo-Mahfud MD tidak linier dengan perolehan PDIP.

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut memimpin, sedangkan capres-cawapres yang diusung jauh berada di bawahnya.

Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khiorul Umam menyebut fenomena yang dialami pasangan Ganjar-Mahfud dengan suara yang diperoleh PDI Perjuangan di Pileg patut dicermati.

Baca Juga:

Capres dan cawapres nomor urut 03 itu disebutnya mengalami split tiket voting yang paling fatal dari calon lain. Jika melihat dari kekuatan partai pengusungnya di parlemen, yakni PDIP dan PPP yang berjumlah 25 persen, bila dicocokkan dengan perolehan 17 persen diraih Ganjar-Mahfud, maka ada 9 persen suara hilang.

"Sekarang 9 persen itu kali 204 juta DPT (daftar pemilih tetap) Indonesia di Pemilu 2024, praktis ada sekitar 16 sampai 17 juta yang hilang, dan hal itu terkonfirmasi di banyak titik dikandang-gadang banteng," ujarnya dikutip dari kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia pada Sabtu (17/2/2024).

Elektabilitas Ganjar-Mahfud berdasarkan hasil quick count yang dinilai sangat rendah tersebut memunculkan banyak spekulasi di tubuh PDI Perjuangan.

Umam menduga ada faktor-faktor yang membuat terciptanya situasi yang mengarah kepada tidak solidnya kekuatan internal PDIP. "Saya khawatir jangan-jangan salah satu faktor yang menciptakan situasi ini adalah tidak solidnya kekuatan internal PDIP," katanya.

"Apakah betul ada semacam faksionalisme internal di dalam mesin politik dan juga infrastruktur pemenangan di PDIP atau tidak. Kita bisa berspekulasi tapi angkanya terjadi menunjukkan demikian," imbuhnya.

baca juga

Dia pun lantas mencotohkan situasi yang terjadi di Solo Raya yang merupakan basis suara Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Namun, yang menang di wilayah tersebut justru Capres-Cawapres pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Artinya apakah betul ada spirit menangkan partainya, urusan capres silakan masing-masing. Karena ini kan bisa diukur sebenarnya infrastruktur pemenangan bisa dilihat, apakah ini linear atau tidak kinerja terhadap pileg nyambung enggak dengan pilpres," ungkapnya.

Menurut analisa Umam, harusnya instruksi partai nyambung dengan memenangkan calon presiden yang diusung.

"Kalau misal ukurannya ternyata berbeda, maka ada instruksi yang tidak berjalan. Maka ada sesuatu yang harus bisa dievaluasi di sana, dan saya menduga tampaknya memang ada faksionalisme di dalam infrastruktur pemenangan mesin politik PDIP. Dan barangkali itu terkait dengan situasi lama yang tampaknya lukanya belum selesai," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efriza Sebut Ganjar-Mahfud Kalah Karena Sikap Jumawa, Arogan, dan Tinggi Hati

Efriza Sebut Ganjar-Mahfud Kalah Karena Sikap Jumawa, Arogan, dan Tinggi Hati

News | Sabtu, 17 Februari 2024 | 17:25 WIB

Pakai Kebaya dan Berkonde, Penampilan Selvi Ananda di HUT Solo Disanjung Netizen: Aura Bu Wapres

Pakai Kebaya dan Berkonde, Penampilan Selvi Ananda di HUT Solo Disanjung Netizen: Aura Bu Wapres

Lifestyle | Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:59 WIB

Kisah Arseto Solo, Klub Milik Keluarga Titiek Soeharto yang Lolos Semifinal Liga Champions Asia

Kisah Arseto Solo, Klub Milik Keluarga Titiek Soeharto yang Lolos Semifinal Liga Champions Asia

Bola | Sabtu, 17 Februari 2024 | 16:30 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×