Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan penerapan pajak baru pada 2027. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya bakal menerapkan pajak baru pada 2027 jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh diatas 6 persen.
  • Meski demikian wacana ini akan mempertimbangkan banyak hal, seperti daya beli masyarakat. 
  • Salah satu pajak baru yang akan diterapkan adalah pajak e-commerce. 

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemerintah menerapkan pajak-pajak baru pada tahun 2027. Syaratnya, perekonomian Indonesia harus tembus di angka 6 persen.

Purbaya mengatakan pemerintah tetap akan melihat kondisi daya beli masyarakat sebelum memutuskan penerapan pajak baru. Jika pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 6 persen dan kondisi ekonomi dinilai mendukung, ruang untuk menambah pajak akan terbuka.

"Tahun depan bisa tumbuh 6%, apakah langsung saya kenakan pajak? Kalau baru triwulan I belum mungkin, tapi ruang itu jadi terbuka lebar. Nanti kita lihat gimana kondisi daya beli masyarakat sebetulnya," kata Purbaya dalam sesi tanya jawab konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Purbaya bahkan menyebut kemungkinan penerapan pajak baru akan lebih terbuka jika pertumbuhan ekonomi pada akhir 2026 sudah mencapai 6 persen dan mampu kembali tumbuh setidaknya 6 persen pada kuartal I 2027.

"Kalau akhir tahun ini bisa 6%, triwulan pertama bisa 6% lagi lebih, mungkin kita akan kenakan pajak-pajak yang baru," ujarnya.

Purbaya tidak merinci jenis pajak baru yang dimaksud. Ia juga tidak menyebut besaran tarif maupun objek pajak yang akan dikenakan jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen. Karena itu, pencapaian target pertumbuhan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan ruang kebijakan fiskal pemerintah.

"Kalau baru triwulan I belum mungkin, tapi ruang itu jadi terbuka lebar," kata Purbaya.

Selain pajak baru, pemerintah juga tengah mengevaluasi kebijakan perpajakan yang sudah masuk dalam pipeline. Salah satunya kebijakan pajak marketplace yang untuk sementara ditunda hingga November 2026.

baca juga

Purbaya mengatakan pemerintah akan melihat kondisi masyarakat sebelum memutuskan apakah kebijakan tersebut dapat diterapkan setelah masa penundaan berakhir. Jika kondisi belum memungkinkan, penundaan masih dapat diperpanjang.

"Sementara ditunda 2 bulan dulu, November, tapi nanti kita evaluasi dulu kondisi masyarakat seperti apa. Kalau memungkinkan kita jalankan, tapi kalau masih dalam analisa kita belum cukup kuat, kita tunda lagi," ujar Purbaya.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan penerimaan pajak pada 2027 mencapai Rp2.591,4 triliun atau tumbuh 12 persen. Purbaya mengatakan masih terdapat potensi peningkatan penerimaan apabila pemerintah berhasil memperbaiki rasio pajak atau tax ratio.

Ia menyebut tax ratio dari pajak ditargetkan sebesar 9,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara rasio dari bea cukai sebesar 1,1 persen.

"Artinya kalau saya berhasil memperbaiki cara kita mengumpulkan pajak tahun ini, dengan bisa memperbaiki tax ratio-nya, jadi masih ada potensi upside dari pengumpulan pajak tahun depan, kira-kira gitu," kata Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ungkap RAPBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun

Prabowo Ungkap RAPBN 2027: Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:12 WIB

Transfer ke Daerah di RAPBN 2027 Naik 5,5 Persen

Transfer ke Daerah di RAPBN 2027 Naik 5,5 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:26 WIB

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×