Prabowo Menang, Ahmad Dhani Sindir Anies: Pilpres bukan Ajang Bacot-bacotan

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Senin, 19 Februari 2024 | 14:59 WIB
Prabowo Menang, Ahmad Dhani Sindir Anies: Pilpres bukan Ajang Bacot-bacotan
Ilustrasi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela. Ahmad Dhani sindir Anies Baswedan. [Instagram]

Suara.com - Ahmad Dhani meminta kepada para paslon dan para pendukung yang kalah di Pilpres 2024 untuk menerima kenyataan. 

Ahmad Dhani mengatakan, paslon yang kalah harus menerima hasil Pilpres 2024 dengan lapang dada dan tidak perlu kesal dan sedih.

"Kalo paslon kalah terima dengan lapang dada dan ga perlu bete. Karena memang Prabowo legendaris bro," ujar dia dikutip dari YouTube Ahmad Dhani Dalam Berita.

Baca Juga:

Reaksi Iwan Fals Lihat Komeng Jadi Anggota Dewan: Negeriku Tambah Lucu Nih

1 Pendukung Ganjar Pranowo Masuk Rumah Sakit Terkena Gangguan Jiwa

Ada sejumlah faktor menurut Ahmad Dhani yang membuat Prabowo Subianto menang di Pilpres 2024. Pertama Prabowo adalah sosok legendaris yang semua orang mengenalnya.

Prabowo kata Dhani, sudah tiga kali mengikuti Pilpres sejak tahun 2009 sehingga membuat dirinya dikenal masyarakat Indonesia. 

"Semua orang tahu Prabowo dan kita harus akui kampanyenya paling berhasil dengan lagu oke gas oke gas nomor 2 torang gas. Memang tim kampanyenya bagus," ujar dia.

Menurut pentolan band Dewa 19 ini, Prabowo berhasil memenangkan hati orang Indonesia terlebih di saat debat capres.

"Pilpres itu bukan ajang untuk pinter-pinteran, bukan ajang bacot-bacotan yang paling hebat siapa, ga gaess, Pilpres itu adalah bagaimana cara memenangkan hati rakyat," tuturnya.

Karena itu Ahmad Dhani mengatakan, orang-orang tidak usah heran jika Prabowo menang dengan suara signifikan dibanding dua capres lain.

"Makanya kalau menangnya melonjak ga usah heran. Memang beliau legendaris yang lain kan new comer semua. Ganjar, Anies. Prabowo itu kaya Dewa 19 lagi naik daun jadi sulit dihadang," ujar dia.

Penyebab lain perolehan suara Prabowo tinggi, menurut Ahmad Dhani karena bergabungnya dua kekuatan besar yaitu Jokowi dan Prabowo.

"Itu rasionalisasinya kenapa suaranya sangat signifikan. Kalau kalah ya wajar gaess kecuali paslonnya cuma dua," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TPN Tegaskan Tetap Melawan: Masyarakat Jangan Mau Ditipu Oleh Prabowo Style

TPN Tegaskan Tetap Melawan: Masyarakat Jangan Mau Ditipu Oleh Prabowo Style

Kotak Suara | Senin, 19 Februari 2024 | 14:43 WIB

PDIP Berpotensi Jadi 'Oposisi Jomblo', Pengamat Sebut Megawati Ogah Gabung Prabowo

PDIP Berpotensi Jadi 'Oposisi Jomblo', Pengamat Sebut Megawati Ogah Gabung Prabowo

Kotak Suara | Senin, 19 Februari 2024 | 14:32 WIB

Surya Paloh Bertemu Jokowi, Anies Live TikTok: Saya Menghormati Rakyat

Surya Paloh Bertemu Jokowi, Anies Live TikTok: Saya Menghormati Rakyat

News | Senin, 19 Februari 2024 | 14:24 WIB

Disuruh Sabar Lihat Hasil Quick Count Pilpres 2024, Anies Baswedan: Memang Ada Masalah Apa?

Disuruh Sabar Lihat Hasil Quick Count Pilpres 2024, Anies Baswedan: Memang Ada Masalah Apa?

News | Senin, 19 Februari 2024 | 14:15 WIB

Paham Takfiri, Ahmad Dhani Ungkap Penyebab Anies Keok di Pilpres 2024

Paham Takfiri, Ahmad Dhani Ungkap Penyebab Anies Keok di Pilpres 2024

News | Senin, 19 Februari 2024 | 14:13 WIB

Terkini

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:09 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB