Setelah Penembakan Trump, Biden: Kita Harus Bersatu Sebagai Satu Bangsa

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Minggu, 14 Juli 2024 | 12:43 WIB
Setelah Penembakan Trump, Biden: Kita Harus Bersatu Sebagai Satu Bangsa
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato di Gedung Putih. [Dok.Antara]

Suara.com - Presiden Joe Biden berbicara pada hari Sabtu beberapa jam setelah mantan Presiden Donald Trump terluka dalam penembakan di sebuah rapat kampanye di Pennsylvania, mengatakan “semua orang harus mengutuk” kekerasan politik.

“Tidak ada tempat di Amerika untuk kekerasan semacam ini, ini sakit, ini sakit,” kata Biden.

Pada saat pernyataannya, Biden mengatakan dia belum menghubungi Trump karena mantan presiden tersebut sedang bersama dokternya dan “nampaknya dia baik-baik saja.” Biden berbicara dengan Trump kemudian pada Sabtu malam, menurut Gedung Putih.

Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Dok.Antara]
Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Dok.Antara]

Presiden mengatakan Trump seharusnya bisa mengadakan rapat politik dengan damai, dan mengatakan gagasan kekerasan politik di Amerika “tidak bisa diterima” dan “tidak pantas.”

“Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi. Kita tidak bisa seperti ini. Kita tidak bisa membenarkan ini,” kata Biden.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis sebelumnya pada hari Sabtu, Biden mengatakan “kita harus bersatu sebagai satu bangsa untuk mengutuk kekerasan seperti insiden di rapat umum". Pemimpin lain, termasuk mantan Presiden Barack Obama, mengeluarkan pernyataan serupa yang mendesak penghormatan dan penolakan terhadap kekerasan politik.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. [Instagram/@joebiden]
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. [Instagram/@joebiden]

Seorang pejabat kampanye Biden mengatakan timnya sedang berupaya “menghentikan semua komunikasi keluar dan menarik iklan televisi kami secepat mungkin” mengingat penembakan di rapat umum tersebut.

Menurut The Associated Press, pejabat penegak hukum mengatakan penembakan tersebut sedang diselidiki sebagai upaya pembunuhan.

Biden berada di Delaware saat penembakan terjadi dan dijadwalkan untuk tetap di sana sepanjang akhir pekan, tetapi sekarang kembali ke Gedung Putih, di mana dia akan menerima briefing terbaru tentang penembakan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Ditembak Saat Kampanye di Pennsylvania, Darah Mengalir dari Telinga Kanan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI