Tanpa Pasangan Fresh, Peluang Risma di Pilgub Jatim 2024 Diramal Kandas

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Sabtu, 20 Juli 2024 | 11:15 WIB
Tanpa Pasangan Fresh, Peluang Risma di Pilgub Jatim 2024 Diramal Kandas
Kolase Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini. [dok Suara.com]

Suara.com - Menteri Sosial yang juga politikus PDIP, Tri Rismaharini atau Risma, disebut berpotensi maju di Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2024. Tetapi untuk bisa mengimbangi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil), Risma harus menggandeng figure muda dan fresh atau segar.

Hal ini seperti disampaikan oleh Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo. Dia menilai Risma bisa maju sebagai cagub apabila PKB mau mengalah.

“Bisa saja Risma jadi calon gubernur dari PDIP, dan PKB mau mengalah untuk mencarikan figur yang fresh, anak muda dan milenial yang bisa mengimbangi figur Emil Elestianto Dardak, sebagai calon wakilnya,” ujar Mochtar seperti diberitakan beritajatim.com - jaringan Suara.com, Sabtu (20/7/2024).

Pasangan untuk Risma kata Mochtar, harus benar-benar orang fresh untuk bisa menandingi Emil. Baik dari sisi kualitas, popularitas, maupun usia.

“Itu bisa dicari. Tidak harus warga Jawa Timur. Kalau pasangan Risma itu merupakan tokoh senior seperti Kiai Marzuki atau Gus Halim Iskandar, saya kira sulit mengimbangi Khofifah-Emil. Risma juga mana mau misalnya jadi nomor dua,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kekinian duet Khofifah-Emil telah mendapatkan rekomendasi dari tujuh partai parlemen dan satu partai non parlemen yaitu Perindo. Total sudah delapan partai yang memberikan tiket kepada pasangan petahana itu untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jatim 2024.

“Masih ada PKB, PDIP dan NasDem. Masih ada tiga partai yang belum memberikan rekomnya. PKB dan PDIP adalah dua partai pemenang di Jatim. PKB punya basis massa akar kultural dan PDIP punya mesin partai sampai level terbawah. Ini bukan akhir dan belum bisa menyimpulkan melawan kotak kosong,” kata Mochtar.

Lebih lanjut ia menyebut siapa yang bakal menjadi rival Khofifah-Emil tergantung komunikasi politik antara PDIP dan PKB ini berhasil atau tidak. Ini menilai komunikasi tersebut tidak mudah, apalagi keduanya diyakini bakal ngotot ingin posisi cagub, terlebih PKB merupakan partai pemenang Pemilu di sana.

Selama ini, lanjut dia, yang digaung-gaungkan PKB untuk dimajukan adalah mantan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Tapi popularitas dan elektabilitas Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Malang ini masih terbilang kecil.

“PDIP oke, banyak alternatif tokoh yang dimajukan. Tapi PDIP juga sulit memaksakan jagonya untuk menjadi calon gubernur atau nomor satu," kata dia.

"Ini karena PDIP hanya memiliki 21 kursi DPRD Jatim. PDIP kalah kursi dengan PKB yang punya 27 kursi. Kedua partai ini harus menyelesaikan problem ini dulu. Atau dengan kehadiran NasDem ini diharapkan bisa mencairkan kebekuan komunikasi politik PKB dan PDIP,” Mochtar menambahkan.

Kekinian Mochtar belum bisa menjawab secara gambalang saat ditanya siapa tokoh yang bisa mengimbangi Khofifah-Emil. Ini dikarnekan PDIP dan PKB belum bersatu terkait saiapa yang akan diusung sebagai Cagub.

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, mendatangi Kantor DPP PKS di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024). (Suara.com/Bagaskara)
Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, mendatangi Kantor DPP PKS di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024). (Suara.com/Bagaskara)

"Semisal, PDIP jadi nomor satu, itu bisa diinventarisir. Dalam pilkada, figur nomor satu itu yang menentukan. Sejauh ini PKB kan belum clear. Tapi dalam politik Indonesia, banyak manuver yang mungkin terjadi,” kata dia.

Survei Kompas

Sebelumnya berdasarkan survei Litbang Kompas periode Juni 2024, elektabilitas Khofifah mencapai 26,8 persen. Lalu, disusul oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dengan 13,6 persen.

Sementara itu, dua nama lainnya, yakni Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf hanya dipilih kurang dari empat persen responden. Masing-masing 3,8 persen dan 1,8 persen.

Kemudian muncul juga nama mantan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Namun, elektabilitas keduanya tidak mencapai satu persen. Eri Cahyadi mendapat 0,8 persen. Sedangkan, KH Marzuki Mustamar hanya memeroleh 0,4 persen.

Meski demikian dalam survei ini ada sebanyak 51 persen responden tidak menjawab atau menjawab tidak tahu. Hal itu disampaikan peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaget Perolehan Elektabilitas Khofifah Baru 26 Persen, PKB yakin Bisa Kalahkan di Pilgub Jatim

Kaget Perolehan Elektabilitas Khofifah Baru 26 Persen, PKB yakin Bisa Kalahkan di Pilgub Jatim

News | Sabtu, 20 Juli 2024 | 03:20 WIB

Anggap Elektabilitas Khofifah di Jatim Masih Rawan, PKB: Masih Mungkin untuk Dikalahkan

Anggap Elektabilitas Khofifah di Jatim Masih Rawan, PKB: Masih Mungkin untuk Dikalahkan

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:40 WIB

Litbang Kompas Pilgub Jatim 2024: Khofifah dan Risma Kuasai Hasil Survei

Litbang Kompas Pilgub Jatim 2024: Khofifah dan Risma Kuasai Hasil Survei

Kotak Suara | Jum'at, 19 Juli 2024 | 16:14 WIB

Tak Gentar Lawan Koalisi Gemuk Khofifah-Emil, PDIP: Kami sama PKB dan NasDem akan Duduk Bareng Bahas di Pilkada Jatim

Tak Gentar Lawan Koalisi Gemuk Khofifah-Emil, PDIP: Kami sama PKB dan NasDem akan Duduk Bareng Bahas di Pilkada Jatim

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 15:56 WIB

PKB, PDIP dan NasDem Ditantang Bentuk Koalisi kalau Tak Mau Lihat Khofifah-Emil Lawan Kotak Kosong di Jatim

PKB, PDIP dan NasDem Ditantang Bentuk Koalisi kalau Tak Mau Lihat Khofifah-Emil Lawan Kotak Kosong di Jatim

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 14:55 WIB

Terkini

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:47 WIB

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:21 WIB

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:15 WIB