Ngaku Ogah Nyalon Jika Rapor Merah, Cak Imin Tetap Bakal Dipaksa Maju Ketum PKB Lagi, Kenapa?

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 19 Agustus 2024 | 15:02 WIB
Ngaku Ogah Nyalon Jika Rapor Merah, Cak Imin Tetap Bakal Dipaksa Maju Ketum PKB Lagi, Kenapa?
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba), Heru Widodo mengaku bakal memaksa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maju lagi sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia tak menerima alasan apabila Cak Imin menyatakan tak bersedia memimpin partai kesekian kalinya.

Heru menilai tak ada kader di internal PKB saat ini yang mampu menggantikan posisi Cak Imin. Menurutnya Cak Imin tak punya pilihan selain menerima tawaran ini.

"Kalau Gus Muhaimin enggak mau, kami akan paksa (maju lagi jadi Ketum PKB). Harus mau," ujar Heru di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Senin (19/8/2024).

Heru menyebut di bawah kepemimpinan Cak Imin, banyak anggota Gemasaba yang berkesempatan maju dalam kontestasi politik. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tingkat kabupaten/kota dan nasional 2024, anggota Gemasaba yang berhasil lolos naik dari 15 ke 27.

Jika ada penggantinya, Heru tak yakin bisa mencapai prestasi yang diraih Cak Imin.

"Belum tentu nanti kalau misalnya ada yang menggantikan Gus Muhaimin sebagai ketua umum PKB, belum tentu memberikan ruang kepada kami, anak-anak muda PKB untuk berekspresi di politik praktis dan nyata," jelasnya. 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Dea)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Dea)

Karena itu, ia berharap Cak Imin bersedia untuk maju lagi sebagai Ketua Umum PKB dalam Muktamar di Bali 24-26 Agustus mendatang.

"Maka tidak ada alasan lagi. Pokoknya Gus Muhaimin harus mau. Kalau tidak mau, harus kita paksa," ucapnya.

"Karena kita tidak mau lagi kemudian nanti ada pemimpin baru PKB yang kemudian tidak mengakomodir dan memberikan ruang kepada kami," imbuhnya.

Ogah Nyalon jika Rapor Merah

Cak Imin sebelumnya mengaku belum berencana maju kembali dalam pemilihan pimpinan partai di Muktamar 2024. Ia mengaku akan lebih dulu melihat bagaimana evaluasi atas kinerjanya. 

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Suara.com/Fakhri)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Suara.com/Fakhri)

Cak Imin mengatakan, setiap muktamar akan ada evaluasi kinerja ketua partai dari para peserta muktamar alias muktamarin. Mereka akan menilai baik dan buruknya perjalanan partai selama satu periode. 

"Setiap muktamar harus begitu, menyerahkan sepenuhnya kepada para muktamarin, DPC, DPW Karena di muktamar itu akan ada evaluasi," ujar Cak Imin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (15/8/2024). 

"Evaluasi kegagalan, kesalahan, kekurangan itu pasti dihajar. Tapi juga ada evaluasi keberhasilan, prestasi, penghargaan," imbuhnya. 

Apabila nantinya penilaian muktamar menyatakan kepemimpinannya gagal, Cak Imin mengaku tak mau lagi mencalonkan diri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Mati-matian Dukung Anies Baswedan, PKB Kini Merapat ke Prabowo-Gibran, Cak Imin Bicara Makan Siang Gratis

Dulu Mati-matian Dukung Anies Baswedan, PKB Kini Merapat ke Prabowo-Gibran, Cak Imin Bicara Makan Siang Gratis

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 19:21 WIB

Cak Imin Sindir PBNU: PKB Bukan Milik Muhaimin Atau NU, Tapi Milik Rakyat

Cak Imin Sindir PBNU: PKB Bukan Milik Muhaimin Atau NU, Tapi Milik Rakyat

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 18:20 WIB

Resmi Didukung PKB, Bobby Ogah Pakai Kata 'Melawan' Edy Rahmayadi: Istilah Kasar, Yang Benar Siap Adu Gagasan

Resmi Didukung PKB, Bobby Ogah Pakai Kata 'Melawan' Edy Rahmayadi: Istilah Kasar, Yang Benar Siap Adu Gagasan

Kotak Suara | Minggu, 18 Agustus 2024 | 16:17 WIB

Maruf Amin Soal Konflik PBNU dan PKB: Awalnya Gegeran, Akhirnya 'Ger-geran'

Maruf Amin Soal Konflik PBNU dan PKB: Awalnya Gegeran, Akhirnya 'Ger-geran'

News | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 14:51 WIB

Terkini

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:59 WIB

Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Tradisi 200 Tahun, Ribuan Jemaah Syattariyah Nagan Raya Rayakan Idul Fitri Hari Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:47 WIB

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat

Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H Tanggal 20 Maret 2026, Indonesia Tunggu Sidang Isbat

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:45 WIB

Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum

Koalisi Sipil Desak Tersangka Prajurit TNI Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:32 WIB

Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL

Perantau Bangka Belitung Bahagia Mudik Gratis Pakai Kapal Perang TNI AL

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:24 WIB

Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?

Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:15 WIB

Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik

Macet Parah Gilimanuk Makan Korban, Bukti Buruknya Manajemen Mudik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:06 WIB

Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus

Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01 WIB

Redam Konflik Berdarah, PBB Sambut Baik Jeda Pertempuran Afghanistan-Pakistan Jelang Lebaran

Redam Konflik Berdarah, PBB Sambut Baik Jeda Pertempuran Afghanistan-Pakistan Jelang Lebaran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:56 WIB

Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?

Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:55 WIB