Gangster TKI di Jepang Bikin Warga Lokal Muak: Angkat Kaki dari Negara Kami!

M Nurhadi

Minggu, 01 September 2024 | 16:03 WIB
Gangster TKI di Jepang Bikin Warga Lokal Muak: Angkat Kaki dari Negara Kami!
Kolase video diduga Gangster TKI/WNI di Jepang ganggu ketertiban, dibagikan oleh WN Jepang [Ist]

Suara.com - Kabar mengenai tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran yang diduga membentuk geng di Osaka, Jepang, menjadi viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warga setempat. Perilaku beberapa WNI ini disebut-sebut telah mengganggu ketenangan di sana, membuat warga Jepang merasa tidak nyaman. Salah satu pengguna forum di X menyampaikan keluhan mengenai kelompok ini.

"Meskipun media Jepang belum meliput, beberapa orang Indonesia membentuk geng di Jepang, berkumpul sambil membawa pisau, dan memposting tentang hal ini. Mereka sering berkeliaran di Osaka dengan sepeda, dan sudah dilaporkan di Indonesia. Ini bisa menjadi masalah serius. Mereka berkumpul untuk memblokir orang yang lewat dan mengancam siapa saja yang mengomentari unggahan mereka. Lebih baik diatasi sekarang. Saya harap Kepolisian Prefektur Osaka mengetahuinya, dan saya akan melaporkannya," tulis akun tersebut pada Sabtu (31/9/2024) kemarin.

Cuitan ini telah di-retweet sebanyak 15 ribu kali dan mendapatkan banyak tanggapan dari warga Jepang lainnya. Salah satu respon menyebutkan, "Keamanan akan terus memburuk jika kelompok seperti ini dibiarkan," sementara yang lain menegaskan, "Orang yang datang ke Jepang harus menghormati adat istiadat dan warga setempat. Jika tidak, mereka harus dipulangkan."

"Ini mengkhawatirkan jika polisi diam saja. Tolong angkat kaki dari sini jika mengganggu keamanan!" tulis akun T Tanaka, meminta agar oknum TKI itu dideportasi.

Respon KBRI Jepang

Menanggapi hal ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mengimbau seluruh WNI di Jepang untuk menjaga ketertiban. Imbauan ini dikeluarkan untuk menjaga nama baik Indonesia di mata warga Jepang. Pada Sabtu (31/8/2024), KBRI Tokyo mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.

"KBRI Tokyo dan KJRI Osaka mengimbau seluruh WNI di Jepang untuk mematuhi nilai, norma, kebiasaan, dan aturan hukum setempat. Setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang menjadi tanggung jawab pelaku," tulis KBRI Tokyo dalam pernyataannya.

Selain itu, WNI di Jepang juga diminta untuk tidak merusak nama baik Republik Indonesia dengan tindakan yang tidak tertib. "Jaga nama baik bangsa dan negara," tambah KBRI Tokyo.

Sebelumnya, di media sosial, tersebar informasi mengenai sekelompok WNI atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga membentuk geng di Jepang, yang disebut-sebut telah menyebabkan keresahan karena menghalangi orang yang melintas. Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) sedang menyelidiki informasi ini melalui perwakilan mereka di Jepang, yakni KBRI Tokyo dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.

Informasi ini sebelumnya diunggah oleh akun X SATOU (@minaku_satou) pada Jumat (30/8), dan telah dilihat oleh 1,9 juta pengguna. Akun ini mengutip perbincangan warga Jepang yang terganggu dengan keberadaan geng WNI yang diduga bernama "Pemulih Harga Diri."

"Hal memalukan kayak gini jangan dibawa ke negara orang. Kasihan warga Indonesia lain yang patuh jadi kena imbasnya," tulis Satou.

Seorang PMI bernama Kevin Pramudya Utama yang sudah lama bekerja di Jepang mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang setempat, menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan nama baik Indonesia di luar negeri.

Belakangan, Deportasi juga jadi trending di media sosial usai diramaikan warganet Indonesia yang meminta agar KBRI mendeportasi oknum PMI/TKI yang berbuat ulah di Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta, Publik Soroti SOP Keamanan

Detik-detik Kebakaran di Bandara Soekarno-Hatta, Publik Soroti SOP Keamanan

Bisnis | Minggu, 01 September 2024 | 13:39 WIB

WNI Bikin Ulah di Jepang, Diduga Bentuk Gangster dan Ganggu Ketertiban

WNI Bikin Ulah di Jepang, Diduga Bentuk Gangster dan Ganggu Ketertiban

News | Minggu, 01 September 2024 | 13:21 WIB

KAI Tindak Tegas Perusak Pagar Pembatas di Bekasi, Ancam Pidana Penjara?

KAI Tindak Tegas Perusak Pagar Pembatas di Bekasi, Ancam Pidana Penjara?

Bisnis | Minggu, 01 September 2024 | 12:34 WIB

Terkini

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:32 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:20 WIB

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:37 WIB

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:07 WIB

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:18 WIB

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:17 WIB

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:08 WIB

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 21:02 WIB