Gelombang Protes atas Krisis Politik di Negara-negara Asia Termasuk Indonesia, Siapa 'Dalang' di Baliknya?

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 02 September 2024 | 12:05 WIB
Gelombang Protes atas Krisis Politik di Negara-negara Asia Termasuk Indonesia, Siapa 'Dalang' di Baliknya?
Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPU RI Jakarta, Jumat (23/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kita telah melihat kekuatan Fifth Estate ini dalam semua pemberontakan massal di Sri Lanka, Bangladesh, dan Indonesia. Minggu lalu, saya berbicara dengan banyak individu yang terinformasi di Jakarta untuk memahami dinamika protes yang terjadi seminggu sebelumnya. Namun, tidak seorang pun dapat memahami identitas sebenarnya dari orang-orang di balik gerakan tersebut.

“Tidak, itu bahkan bukan mekanisme terorganisasi yang dapat disebut gerakan. Mereka adalah pemuda, saya akan mengatakan pemuda yang berpikiran sipil dari Gen Z yang menginginkan otoritarianisme dikalahkan dan demokrasi dilindungi dengan cara apa pun,” kata seorang wartawan utama kepada saya.

Tentu saja, mobilisasi itu begitu cepat, dalam hitungan jam, sehingga pusat kota dibanjiri oleh para pengunjuk rasa, tambahnya. Jika situasi berlanjut selama 48 jam lagi, Indonesia akan menyerupai Bangladesh. Jelaslah bahwa, di era digital ini, lembaga-lembaga konvensional mulai terde-institusionalisasi dan fungsi sosial mereka dialihkan kepada individu-individu yang berpikiran sipil dan berjejaring – Pilar Kelima.

Terkait hal itu, apakah influencer atau kreator konten merupakan bagian dari Pilar Kelima yang baru ini?

Mungkin tidak demikian, mengingat bahwa tujuan influencer dan kreator konten adalah untuk mendapatkan uang atau menghasilkan iklan. Mereka sebenarnya adalah bagian dari Pilar Keempat. Pilar Kelima sepenuhnya berpusat pada kepentingan publik dan tidak ada yang lain. Namun pada saat yang sama, kepentingan politik dapat memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh Pilar Kelima. Namun, hal itu wajar dalam demokrasi yang berfungsi. Meskipun demikian, fungsi Pilar Kelima akan terus berlanjut sebagai pengawas yang kuat, secara kelembagaan lemah tetapi secara fungsional berfungsi sebagai pilar yang kuat. Coba pikirkan media sosial, blog, dan jurnalisme warga. Ini bukanlah lembaga yang stabil, tetapi mereka sangat kuat dalam membentuk opini, mengubah persepsi, dan memobilisasi publik.

Pada saat yang sama, Pilar Keempat (yaitu, media lama) juga akan terus berlanjut melalui praktik jurnalisme konvensional. Namun, hal itu akan terus gagal dalam menetapkan agenda bagi masyarakat karena telah banyak dikuasai dan dikompromikan dalam berbagai bentuk oleh berbagai kepentingan. Dalam hal itu, perjuangan untuk Kebebasan Pers terutama akan terus berlanjut di tingkat masyarakat sipil.

Dinamika lain dalam lanskap demokrasi baru ini adalah ketakutan yang dipaksakan oleh Fifth Estate dalam pemerintahan. Itulah yang telah kita lihat dengan jelas di Indonesia. Pemerintah, betapa pun kuatnya, sangat berhati-hati dalam menangani pilar baru warga negara yang peduli ini. Mereka ingin mengaturnya, membuat undang-undang untuk memanipulasi atau mengendalikannya, tetapi tidak berhasil. Bahkan, mereka bingung tentang jenis respons yang harus mereka lakukan, karena hal ini telah berubah menjadi pertempuran antara sistem lama dan globalisasi digital, lanskap baru yang secara efektif telah membunuh batas-batas nasional.

Banyak pemerintah mencoba berbagai cara untuk mengekang atau mengendalikan Fifth Estate. Beberapa bereksperimen dengan Tembok Api Besar Tiongkok untuk memantau komunikasi setiap individu. Mereka mencoba menekan Perusahaan Teknologi Besar untuk bekerja sama dengan mereka untuk mengendalikan konten, tetapi tidak berhasil. Jika menyangkut masalah yang paling kritis, satu-satunya cara yang tersedia adalah penutupan internet atau pemblokiran media sosial. Namun, cara-cara tersebut kontraproduktif dalam hal ekonomi dan fungsi sosial suatu negara.

Di sini, pertanyaan yang bernilai jutaan dolar adalah apakah Deep State dan Fifth Estate dapat bekerja sama dalam menghadapi pemberontakan publik. Sifat dasar Fifth Estate akan mencegah hal ini sejak awal, tetapi kita tidak dapat mengesampingkan kemungkinan tersebut. Bagaimanapun, jika Deep State dan Fifth Estate bekerja sama, Deep State akan tersembunyi jauh di belakang, dan keterlibatannya akan tetap terbatas, paling banter, pada teori konspirasi.

baca juga

Tidak diragukan lagi bahwa kita membutuhkan sistem dan prosedur baru yang melampaui batas negara dalam menangani masalah ini. Pemikiran pemerintah kontemporer, hingga saat ini, sejalan dengan kebutuhan era revolusi industri. Namun, masalah sebenarnya telah beralih ke era revolusi informasi. Kekuatan Fifth Estate pada akhirnya berada di tangan orang-orang. Itu pada dasarnya mewakili kekuatan orang-orang. Dan kekuatan ini telah sepenuhnya didorong oleh kemungkinan internet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Untung Tak Perkuat Timnas Indonesia, Kondisi Elkan Baggott Menyedihkan di Liga Inggris, Blackpool Umumkan...

Untung Tak Perkuat Timnas Indonesia, Kondisi Elkan Baggott Menyedihkan di Liga Inggris, Blackpool Umumkan...

Bola | Senin, 02 September 2024 | 11:41 WIB

Berstatus Putra Eks Napoli, Gelandang PSV Eindhoven Rekan Ivar Jenner Ini Bisa Gusur Marselino Ferdinan?

Berstatus Putra Eks Napoli, Gelandang PSV Eindhoven Rekan Ivar Jenner Ini Bisa Gusur Marselino Ferdinan?

Bola | Senin, 02 September 2024 | 11:35 WIB

Adu Skill Wahyu Prasetyo vs Elkan Baggott, Statistik Ini Bisa Jadi Bukti Keputusan Shin Tae-yong Tepat!

Adu Skill Wahyu Prasetyo vs Elkan Baggott, Statistik Ini Bisa Jadi Bukti Keputusan Shin Tae-yong Tepat!

Bola | Senin, 02 September 2024 | 11:23 WIB

Geng Indonesia di Jepang Bikin Resah Penduduk Asli, Picu Kemarahan di Medsos: Sebaiknya Dihancurkan Sekarang

Geng Indonesia di Jepang Bikin Resah Penduduk Asli, Picu Kemarahan di Medsos: Sebaiknya Dihancurkan Sekarang

News | Senin, 02 September 2024 | 11:12 WIB

Akhirnya! Thom Haye Kasih Update Nasibnya Usai Gagal Berlabuh ke Dinamo Zagreb dan Besiktas, Dia Bilang...

Akhirnya! Thom Haye Kasih Update Nasibnya Usai Gagal Berlabuh ke Dinamo Zagreb dan Besiktas, Dia Bilang...

Bola | Senin, 02 September 2024 | 11:11 WIB

2 Aspek yang Wajib Disoroti Timnas Indonesia Jelang Lawan Arab Saudi, Waspada tapi Jangan Inferior!

2 Aspek yang Wajib Disoroti Timnas Indonesia Jelang Lawan Arab Saudi, Waspada tapi Jangan Inferior!

Bola | Senin, 02 September 2024 | 10:59 WIB

Terkini

Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan

Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok

Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!

Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB

BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian

BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian

Sumbar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak

Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian

Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:46 WIB

BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian

BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB

CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau

CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:27 WIB

×