Geng Indonesia di Jepang Bikin Resah Penduduk Asli, Picu Kemarahan di Medsos: Sebaiknya Dihancurkan Sekarang

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 02 September 2024 | 11:12 WIB
Geng Indonesia di Jepang Bikin Resah Penduduk Asli, Picu Kemarahan di Medsos: Sebaiknya Dihancurkan Sekarang
Kelompok diduga gangster WNI di Jepang (X)

Suara.com - Media sosial Jepang sedang dihebohkan dengan kemunculan geng berisi orang-orang Indonesia yang menetap di sana. Sekumpulan WNI itu dianggap meresahkan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Salah seorang pengguna media sosial X mengungkapkan keresahan tersebut lewat sebuah unggahan. Ia menyayangakn fenomena sosial yang berpotensi menjadi masalah besar itu tidak mendapat sorotan tajam dari media Jepang.

Warganet tersebut menjelaskan apa yang dilakukan oleh geng tersebut hingga membuat banyak orang khawatir. Mulai dari bergerombol sambil membawa pisau dan mengunggah aktivitas 'mengerikan' tersebut di media sosial hingga menakut-nakuti banyak orang.

"Media Jepang tidak memberitakannya, tetapi orang Indonesia membentuk geng di Jepang, berkumpul dengan membawa pisau, dan memposting tentang hal itu. Mereka masih muda, jadi mereka tidak menimbulkan masalah besar, seperti nongkrong di Osaka dengan sepeda tandem, tetapi hal itu dilaporkan di Indonesia. Cepat atau lambat, hal itu akan menjadi masalah. Tidak seperti penjahat Jepang," tulisnya.

Dijelaskan juga bahwa geng tersebut berkumpul di tempat-tempat tertentu untuk menghadang para pengguna jalan. Mereka juga mengancam orang-orang.

"Mereka berkumpul untuk menghalangi pejalan kaki dan mengancam orang-orang yang mengomentari postingan tersebut," lanjutnya.

Warganet tersebut merasa fenomena ini harus segera dihentikan. Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas atas kemunculan geng berisi orang Indonesia itu.

"Sebaiknya saya hancurkan sekarang. Apakah Kepolisian Prefektur Osaka mengetahui hal ini? Saya akan menghubungi Kepolisian Prefektur Osaka lagi," pungkasnya.

Menanggapi potensi aksi kriminal yang melibatkan WNI, Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha segera menyampaikan peringatan keras kepada WNI yang terlibat dalam geng tersebut.

baca juga

Pihak Kemlu RI juga mendorong warga negara Indonesia di luar negeri untuk menghormati norma budaya setempat dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu aktivitas warga.

“Kemlu dan Perwakilan RI juga terus mengimbau masyarakat Indonesia di luar negeri agar selalu mematuhi hukum negara setempat,” ucapnya, Minggu (1/9/2024).

Imbauan itu disampaikan Judha untuk merespons kabar soal adanya sekelompok orang, yang diduga WNI, membentuk suatu geng di Osaka, Jepang, sehingga berpotensi mengganggu ketertiban.

Kolase video diduga Gangster TKI/WNI di Jepang ganggu ketertiban, dibagikan oleh WN Jepang [Ist]
Kolase video diduga Gangster TKI/WNI di Jepang ganggu ketertiban, dibagikan oleh WN Jepang [Ist]

Sejumlah video yang menunjukkan aktivitas kelompok itu sudah menjadi viral di media sosial. Salah satu video memperlihatkan sekelompok orang tersebut bergerombol di fasilitas umum Osaka hingga menghalangi jalan.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah akun media sosial yang diduga mewakili kelompok itu.

“KBRI Tokyo dan KJRI Osaka saat ini sedang mendalami kebenaran dan akurasi informasi tersebut,” kata Judha.

Untuk itu, ia memastikan bahwa perwakilan RI telah berkomunikasi dengan komunitas Indonesia di Jepang.

Judha juga kembali mengingatkan WNI yang berada di luar negeri agar tetap menjaga ketertiban di fasilitas umum serta mematuhi kebiasaan masyarakat setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Tertua di Dunia Sudah Beroperasi Selama 1446 Tahun, Ada di Negara Mana?

Perusahaan Tertua di Dunia Sudah Beroperasi Selama 1446 Tahun, Ada di Negara Mana?

News | Senin, 02 September 2024 | 03:30 WIB

Hidup Super Ngirit Cuma Rp7000 Sekali Makan, Wanita Ini Bisa Beli 3 Rumah

Hidup Super Ngirit Cuma Rp7000 Sekali Makan, Wanita Ini Bisa Beli 3 Rumah

News | Minggu, 01 September 2024 | 17:35 WIB

Geng WNI di Osaka Bikin Heboh, Ancam Citra Indonesia

Geng WNI di Osaka Bikin Heboh, Ancam Citra Indonesia

News | Minggu, 01 September 2024 | 16:46 WIB

Gangster TKI di Jepang Bikin Warga Lokal Muak: Angkat Kaki dari Negara Kami!

Gangster TKI di Jepang Bikin Warga Lokal Muak: Angkat Kaki dari Negara Kami!

News | Minggu, 01 September 2024 | 16:03 WIB

WNI Bikin Ulah di Jepang, Diduga Bentuk Gangster dan Ganggu Ketertiban

WNI Bikin Ulah di Jepang, Diduga Bentuk Gangster dan Ganggu Ketertiban

News | Minggu, 01 September 2024 | 13:21 WIB

Liburan Gratis ke Jepang? BRI Kasih Tiket Pesawat PP Cuma Modal Gesek Kartu!

Liburan Gratis ke Jepang? BRI Kasih Tiket Pesawat PP Cuma Modal Gesek Kartu!

Bri | Minggu, 01 September 2024 | 12:27 WIB

Terkini

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:34 WIB

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:32 WIB

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:29 WIB