Jelang Debat Pertama Capres AS Nanti Malam, Profesor Hukum Soroti Kelemahan Kamala Harris dan Donald Trump

Andi Ahmad S

Selasa, 10 September 2024 | 17:20 WIB
Jelang Debat Pertama Capres AS Nanti Malam, Profesor Hukum Soroti Kelemahan Kamala Harris dan Donald Trump
Kamala Harris dan Donald Trump [Instagram]

Suara.com - Debat calon presiden (Capres) Amerika Serikat akan berlangsung pada (10/9/2024). Tentunya, pertemuan Capres AS dari Partai Demokrat dan Republik, Kamala Harris dan Donald Trump akan tersaji.

Jelang debat perdana capres AS, tentu ada sisi kelemahan di dua tokoh tersebut. Pertemuan antara Kamala Harris dan Donald Trump tentunya menjadi sorotan dan perhatian masyarakat.

Profesor Hukum Universitas George Mason Francis Buckley mengatakan, dirinya memberikan catatan untuk dua calon tersebut dalam mengatasi kelemahan mendalam mereka untuk tampil baik dalam debat pertama di Philadelphia pada Selasa (10/9) malam.

Penampilan buruk dalam debat melawan Trump pada Juni menjadi pemicu utama yang membuat Presiden Joe Biden mundur dan mendukung Harris sebagai calon presiden dari Partai Demokrat, serta taruhannya tinggi untuk debat Selasa malam ini, dengan margin jajak pendapat yang ketat di sejumlah medan pertempuran negara bagian utama.

Dia juga menekankan bahwa meskipun kedua kandidat secara naluriah bermain untuk basis loyal mereka, tantangan sebenarnya adalah memenangkan hati segmen kecil pemilih yang tidak pasti yang akan memutuskan hasil pemilihan.

"Pertarungan adalah untuk 4 persen pemilih yang beralih dari Trump ke Harris dalam sebulan terakhir," kata Buckley.

Analis ekonomi dan mantan bankir investasi Martin Hutchinson mengatakan, jika Harris menyampaikan pesan yang jelas dan nada yang moderat, dia bisa memenangkan debat, yang akan meningkatkan peluangnya dalam pemilihan.

"Kamala perlu menyajikan serangkaian posisi yang koheren dan moderat tanpa 'kata-kata kosong' dan omong kosong seperti pajak atas keuntungan yang belum direalisasi," kata Hutchinson.

Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)
Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)

Komentator politik dan mantan manajer investasi Charles Ortel menekankan perlunya Harris untuk menahan kecenderungannya untuk retorika yang mengangkat tetapi kosong.

baca juga

"Kamala harus menunjukkan substansi dan melakukan lebih dari sekadar melontarkan klise tentang kemajuan, kesempatan, dan kesetaraan," kata Ortel.

Pada sisi lain, Trump, juga harus menahan kecenderungan alaminya untuk unggul dalam debat, kata Hutchinson, merujuk kelas menengah di pinggiran kota.

"Kerumunan MAGA -Make America Great Again/MAGA- sudah mendukung Trump sepenuhnya; dia perlu memikat pemilih yang apolitis dan ibu rumah tangga pinggiran kota," kata Hutchinson.

Tujuan Trump murni bertahan dan dia harus mempertahankan sikap tenang untuk mengatasi omong kosong bahwa dia "tidak layak" menjadi presiden, papar Hutchinson.

"Dia harus menghindari sikap yang menekan - seperti dalam debat pertamanya dengan Biden pada tahun 2020 - dan membiarkan Kamala membuat kesalahan pada waktunya sendiri," tambah Hutchinson. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekerasan Seksual di Angkatan Bersenjata Australia Menyeruak, Komisi Kerajaan Desak Bentuk Badan Khusus

Kekerasan Seksual di Angkatan Bersenjata Australia Menyeruak, Komisi Kerajaan Desak Bentuk Badan Khusus

News | Selasa, 10 September 2024 | 16:57 WIB

Waduh, Bawaslu Jabar Temukan Dokumen Administrasi Pasangan Calon Pilgub Jabar Belum Valid

Waduh, Bawaslu Jabar Temukan Dokumen Administrasi Pasangan Calon Pilgub Jabar Belum Valid

Kotak Suara | Selasa, 10 September 2024 | 13:25 WIB

Tim Kampanye Donald Trump Tuding Kamala Harris Hanya Boneka Partai Demokrat

Tim Kampanye Donald Trump Tuding Kamala Harris Hanya Boneka Partai Demokrat

News | Selasa, 10 September 2024 | 12:01 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:04 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB