Guci Zaman Perunggu 'Disulap' Kembali Setelah Dipecahkan Balita di Museum Israel

Aprilo Ade Wismoyo

Kamis, 12 September 2024 | 15:24 WIB
Guci Zaman Perunggu 'Disulap' Kembali Setelah Dipecahkan Balita di Museum Israel
Ilustrasi guci kuno. [Foto: Istimewa]

Suara.com - Sebuah guci langka dari Zaman Perunggu yang tidak sengaja dipecahkan oleh seorang anak berusia 4 tahun yang sedang mengunjungi museum kembali dipamerkan pada hari Rabu setelah para ahli restorasi berhasil menyatukan kembali artefak tersebut dengan hati-hati.

Bulan lalu, sebuah keluarga dari Israel utara sedang mengunjungi museum tersebut ketika putra bungsu mereka menjatuhkan guci tersebut, yang kemudian pecah berkeping-keping.

Alex Geller, ayah anak laki-laki tersebut, mengatakan bahwa putranya, yang termuda dari tiga bersaudara, sangat ingin tahu, dan saat mendengar suara benturan itu, "tolong jangan biarkan itu terjadi pada anakku" adalah pikiran pertama yang terlintas di benaknya.

Guci tersebut telah dipamerkan di Museum Hecht di Haifa selama 35 tahun. Guci tersebut merupakan satu-satunya wadah seukuran itu dan dari masa itu masih lengkap saat ditemukan.

Guci Zaman Perunggu tersebut merupakan salah satu dari banyak artefak yang dipamerkan di tempat terbuka, bagian dari visi Museum Hecht untuk memungkinkan pengunjung menjelajahi sejarah tanpa penghalang kaca, kata Inbal Rivlin, direktur museum, yang bekerja sama dengan Universitas Haifa di Israel utara.

Kemungkinan besar digunakan untuk menyimpan anggur atau minyak, dan berasal dari antara tahun 2200 dan 1500 SM.

Rivlin dan museum memutuskan untuk mengubah momen tersebut, yang menarik perhatian internasional, menjadi momen pembelajaran, dengan mengundang keluarga Geller kembali untuk kunjungan khusus dan kegiatan langsung untuk mengilustrasikan proses restorasi.

Rivlin menambahkan bahwa insiden tersebut memberikan pengalih perhatian yang menyenangkan dari perang yang sedang berlangsung di Gaza. "Yah, dia masih anak-anak. Jadi saya pikir entah bagaimana hal itu menyentuh hati orang-orang di Israel dan di seluruh dunia," kata Rivlin.

Roee Shafir, seorang ahli restorasi di museum, mengatakan perbaikannya akan cukup sederhana, karena potongan-potongan itu berasal dari satu toples yang utuh. Para arkeolog sering menghadapi tugas yang lebih berat, yaitu memilah-milah tumpukan pecahan dari beberapa objek dan mencoba menyatukannya.

baca juga

Para ahli menggunakan teknologi 3D, video beresolusi tinggi, dan lem khusus untuk merekonstruksi guci besar itu dengan susah payah.

Kurang dari dua minggu setelah pecah, toples itu kembali dipajang di museum. Proses perekatan meninggalkan retakan kecil, dan beberapa bagian hilang, tetapi ukuran toples yang mengesankan itu tetap ada.

Satu-satunya perbedaan yang terlihat dalam pameran itu adalah tanda baru yang bertuliskan "jangan sentuh."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat Pilpres AS Putaran Pertama, Donald Trump Sebut Kamala Harris Anti-Israel

Debat Pilpres AS Putaran Pertama, Donald Trump Sebut Kamala Harris Anti-Israel

News | Kamis, 12 September 2024 | 03:55 WIB

Tentara Israel Perlihatkan Kondisi Terowongan Tempat Tawanan Hamas

Tentara Israel Perlihatkan Kondisi Terowongan Tempat Tawanan Hamas

News | Rabu, 11 September 2024 | 19:24 WIB

Donald Trump: Kamala Harris Benci Israel

Donald Trump: Kamala Harris Benci Israel

News | Rabu, 11 September 2024 | 18:44 WIB

Palestina Ambil Bagian di Sidang ke-79 Majelis Umum PBB: Duduk di Tempat yang Seharusnya

Palestina Ambil Bagian di Sidang ke-79 Majelis Umum PBB: Duduk di Tempat yang Seharusnya

News | Rabu, 11 September 2024 | 18:40 WIB

Aktivis Amerika Keturunan Turki Ditembak Mati Pasukan Israel, Begini Reaksi Joe Biden

Aktivis Amerika Keturunan Turki Ditembak Mati Pasukan Israel, Begini Reaksi Joe Biden

News | Rabu, 11 September 2024 | 18:27 WIB

Presiden AS Joe Biden Sebut Penembakan Aktivis Turki-Amerika oleh Sniper Israel sebagai Kecelakaan

Presiden AS Joe Biden Sebut Penembakan Aktivis Turki-Amerika oleh Sniper Israel sebagai Kecelakaan

News | Rabu, 11 September 2024 | 11:52 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×