Hanya Asmawa Tosepu Yang Bisa Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor?

Andi Ahmad S

Minggu, 15 September 2024 | 06:25 WIB
Hanya Asmawa Tosepu Yang Bisa Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor?
Proses penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Bogordaily]

Suara.com - Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu belakangan ini menjadi sorotan warga Bumi Tegar Beriman, lantaran aksi yang dilakukannya itu bisa disebut sangat nekat, seperti penertiban bangunan liar dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Puncak, Cisarua.

Meski mendapatkan penolakan dari berbagai pihak, Asmawa Tosepu nampaknya tak segan-segan melakukan pembongkaran ratusan bangunan liar di Puncak Bogor. Tujuannya sendiri agar para PKL bisa menempati Rest Area Gunung Mas.

Tak hanya itu saja, Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu juga baru-baru ini mendapatkan kecaman dari sejumlah mahasiswa dan pedagang di Puncak Bogor, lantaran tidak menerima bangunanya digusur.

Namun hal itu nampaknya tak membuat Asmawa Tosepu gentar. Aksi yang dilakukannya itu malah mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak, mulai dari pemuda di Bogor, netizen hingga Dedi Mulyadi.

Salah seorang netizen dikutip Suara.com pada unggahan video penertiban tahap 2 Puncak Bogor @bogor24update, memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, lantaran telah berani melakukan aksi tersebut meski mendapatkan tekanan dari sejumlah pihak.

Mereka juga mengatakan, dengan adanya penertiban itu tentu bisa mengembalikan kembali kawasan wisata Puncak Bogor kembali asri seperti tahun 1990.

"Mantapp kembali Asri seperti thn 90'an," komentar netizen.

"Gebrakan PLT bupati nya luar biasa. Keren dan berani. Asal untuk penataan yg lebih baik LANJUTKAN.. kalau hanya untuk kepentingan Pengusahan LAWAN," komentar netizen.

Salah satu pemuda asal Kabupaten Bogor, Sandi (25) mengatakan bahwa sangat diwajarkan jika Pj Bupati Bogor melakukan aksi tersebut (Penertiban PKL) di kawasan Puncak karena tidak mempunyai kepentingan.

baca juga

Dirinya berujar bahwa jika sebelumnya sempat mendengat aksi pembongkaran itu akan dilakukan oleh mantan bupati Bogor sebelumnya, seperti Ade Yasin dan Iwan Setiawan.

Namun dia menilai, dua pejabat Bumi Tegar Beriman itu tidak akan berani melakukan aksi 'se gila' seperti Asmawa, karena masih memiliki kepentingan.

"Mungkin kepada kepentingan ya (Pejabat lama) dan mungkin melihat tidak tega jika dibongkar. Tapi saya menilai Asmawa ini nekat karena tidak memiliki kepentingan," ucapnya.

Dedi Mulyadi mendampingi keluarga 7 terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Dedi Mulyadi mendampingi keluarga 7 terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon, melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Bakal calon gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut menyoroti pembongkaran bangunan liar di Puncak Bogor.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku mendukung penataan kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, untuk memperindah wilayah tersebut.

"Ya begini, kita paham bahwa Puncak itu adalah areal yang indah. Karena itu areal yang indah maka harus diperindah, orang berinvestasi di Puncak itu tidak boleh mengganggu konservasi," ungkapnya di sela-sela kunjungan ke Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu.

Menurut dia, penataan kawasan wisata Puncak bisa dilakukan dengan perubahan perilaku masyarakat dengan tidak mengganggu konservasi. Kemudian, juga penyediaan tempat-tempat yang lebih layak bagi para pedagang.

Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan).
Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan).

"Saya punya pengalaman bagaimana pasar gratis, bagaimana kios-kios gratis, memang ada problem ketika pemerintah memberikan gratis kepada masyarakat, masyarakatnya tidak mau mengelola dengan baik, hanya sekedar kebersihan," ujar pria yang akrab disapa KDM.

Sekedar informasi tambahan, Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bertekad memperkuat identitas budaya lokal di kawasan wisata Puncak yang kerap menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai suguhan seni dan budaya asli daerah untuk juga membantu peningkatan jumlah kunjungan di kawasan wisata Puncak.

"Saat ini tahap optimalisasi kawasan wisata di Puncak. Menjadikan kawasan wisata yang berkelanjutan trigernya tetap ada di Rest Area Gunung Mas Puncak," ungkap Yudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berani Bongkar Bangunan Liar di Kawasan Puncak Hingga Didukung Dedi Mulyadi, Siapa Asmawa Tosepu?

Berani Bongkar Bangunan Liar di Kawasan Puncak Hingga Didukung Dedi Mulyadi, Siapa Asmawa Tosepu?

News | Sabtu, 14 September 2024 | 20:44 WIB

402 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Malaysia, Polisi Amankan Guru Agama Hingga Pengasuh

402 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Malaysia, Polisi Amankan Guru Agama Hingga Pengasuh

News | Jum'at, 13 September 2024 | 02:25 WIB

Aktivis Amerika-Turki Tewas Dibunuh Tentara Israel, Rusia: Ini adalah Peristiwa Tragis

Aktivis Amerika-Turki Tewas Dibunuh Tentara Israel, Rusia: Ini adalah Peristiwa Tragis

News | Jum'at, 13 September 2024 | 01:44 WIB

Terkini

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:50 WIB

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:36 WIB

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:29 WIB

×