Tidak Masuk Daftar Target Penculikan, Benarkah Soeharto Terlibat G30S PKI?

Vania Rossa

Senin, 16 September 2024 | 13:50 WIB
Tidak Masuk Daftar Target Penculikan, Benarkah Soeharto Terlibat G30S PKI?
Ilustrasi peristiwa G30S PKI (Freepik/user4344078)

Suara.com - Peran Soeharto dalam Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) masih menjadi teka-teki hingga saat ini. Hal itu salah satunya dilatarbelakangi karena Soeharto tidak diculik saat peristiwa berdarah ini. Lalu benarkah Soeharto terlibat G30S PKI?

Kala itu para petinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) diculik dari kediaman mereka dan dibunuh secara kejam oleh sekelompok orang berseragam Cakrabhirawa, pasukan pengawal presiden di masa itu. Sebagaimana diketahui, dalam tragedi ini ,sebanyak 10 orang perwira tewas mengenaskan.

Tentunya posisi Soeharto kala itu, seharusnya jadi salah satu sasaran utama dari serangan keji itu. Akan tetapi, nyatanya tidak terjadi apapun pada Soeharto hingga ia diangkat jadi presiden RI yang ke-2. 

Mengutip berbagai sumber, tepat sehari sebelum tragedi berdarah itu terjadi, Soeharto disebut sudah mengetahui operasi G30S PKI dari Kolonel Abdul Latief dan anak buahnya di Yogyakarta bernama Subagiyo. Akan tetapi, ternyata saat kejadian berlangsung, nama Soeharto tidak pernah terdaftar dalam target pembunuhan PKI.

Kolonel Latief menyebut alasan tidak ditargetnya sosok Soeharto lantaran dirinya dinilai sebagai sosok yang loyalis Bung Karno. Meski demikian, dalam wawancaranya dengan media Jerman, Der Spiegel, pada 19 Juni 1970 silam, Soeharto mengaku ketika kejadian G30S PKI berlangsung, dia sedang menjenguk sang anak Tommy Soeharto di salah satu rumah sakit. Oleh karena itu, Soeharto lolos dalam penculikan Peristiwa G30S PKI yang menargetkan nyawa para Jenderal TNI Indonesia.

Peristiwa G30S PKI jadi awal mula runtuhnya Orde Lama di bawah kepemimpinan Soekarno dan mulainya Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto. Berdasarkan surat perintah tertanggal 11 Maret 1966 yang diteken oleh Soekarno, Soeharto diberi tanggung jawab untuk mengambil alih kendali negara.

Secara perlahan posisi Soekarno pun tergantikan hingga mencapai puncak saat Soeharto dilantik jadi Presiden RI lewat sidang istimwa MPRS pada tanggal 12 Maret 1967 silam. Soeharto kemudian ditetapkan sebagai Presiden secara resmi melalui Sidang Umum MPR pada 28 Maret 1968 yang dipimpin oleh AH Nasution.

Terkait tidak terdaftarnya Soeharto sebagai target PKI sampai saat ini memang masih kontroversial. Menjabat sebagai pangkostrad, Soeharto membawahi pasukan yang disebut ”layak” untuk dilenyapkan PKI. Sebab saat itu PKI berkeinginan memastikan kekuasannya atas TNI, khususnya kelompok TNI AD. Namun hal tersebut tidak pernah tercapai.

Kejadian ini lantas menimbukan munculnya teori keterlibatan Soeharto dalam G30S PKI. Teori ini lantas dikuatkan melalui fakta kedekatan Soeharto dengan Letkol Untung, komandan G30S PKI. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Soeharto juga disebut telah mendapat informasi tentang rencana kudeta PKI dari Koloonel Latief, tokoh PKI. Namun disebutkan jika Soeharto tidak merespons dan terkesan membiarkannya.

baca juga

Bahkan, kala itu Kolonel Latief membuat kesaksian di Mahkamah Militer yang kemudian sering dijadikan sebagai bahan rujukan pengamat dan peneliti sejarah tehtang lolosnya Soeharto dari target PKI.

Meski belum diketahui Soeharto terlibat G30S PKI atau tidak, namun dalang utama di balik penculikan, pembunuhan dan peristiwa G30S PKI tak lain adalah Kolonel Abdul Latief (Komandan Garnisun Kodam Jaya), Letkol Untung (Komandan Batalion Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa), dan juga Mayor Sujono (Komandan Resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan di Halim).

Demikian tadi informasi terkait benarkah Soeharto terlibat G30S PKI.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elegan, Ini 9 Potret Prewedding Anggika Bolsterli dan Omar Armandiego

Elegan, Ini 9 Potret Prewedding Anggika Bolsterli dan Omar Armandiego

Entertainment | Minggu, 15 September 2024 | 12:45 WIB

7 Teori Konspirasi G30S PKI, Keterlibatan Soeharto Hingga Campur Tangan CIA

7 Teori Konspirasi G30S PKI, Keterlibatan Soeharto Hingga Campur Tangan CIA

News | Rabu, 11 September 2024 | 17:05 WIB

Sering Kritik Orde Baru dengan Musik, Setiawan Djody Memancing dengan Soeharto di Pantai Selatan Hanya Demi Hal Ini

Sering Kritik Orde Baru dengan Musik, Setiawan Djody Memancing dengan Soeharto di Pantai Selatan Hanya Demi Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 10 September 2024 | 15:07 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB