'Mati Satu, Mati Semua' Sikap Ekstrim dalam Konflik Israel-Palestina

Andi Ahmad S

Senin, 07 Oktober 2024 | 19:41 WIB
'Mati Satu, Mati Semua' Sikap Ekstrim dalam Konflik Israel-Palestina
Warga Palestina membawa beberapa barang yang diselamatkan ketika mereka menuju kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Kamis (30/5/2024). [Omar AL-QATTAA / AFP]

Suara.com - Konflik Israel-Palestina hingga saat ini masih terus berlanjut, bahkan sebagian negara di dunia sudah menyerukan agar segera melakukan gencatan senjata dengan tujuan mengakhiri perang di jalur Gaza.

Namun apakah filosofi jawa Tiji Tibeh akan terjadi di Palestina?

Perlu diketahui, Tiji Tibeh adalah sebuah filosofi Jawa yang berarti mati siji, mati kabeh (mati satu, mati semua) dipopulerkan oleh Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa, dan dalam konteks peperangan, dapat berarti perjuangan tanpa henti, baik untuk menang ataupun menghadapi kekalahan bersama-sama.

Menariknya, filosofi ini dapat dijadikan refleksi terhadap konflik Israel-Palestina yang terus berkecamuk.

Ada dua interpretasi utama dari Tiji Tibeh. Yang pertama, “mati siji, mati kabeh,” sering diterapkan oleh mereka yang bertindak dengan emosional dan cenderung egois.

Mereka berjuang habis-habisan untuk mencapai tujuan, meski harus mengorbankan orang lain di sekitar mereka.

Ketika gagal, mereka ingin agar semua orang merasakan kegagalan yang sama.

Sebaliknya, makna kedua adalah “mukti siji, mukti kabeh,” yang mencerminkan sikap lebih bijaksana. Orang yang memegang prinsip ini tetap berharap pada masa depan meskipun tidak meraih kemenangan penuh.

Mereka tidak akan mengorbankan orang lain dan masih bisa bekerja sama dengan pihak pemenang untuk mewujudkan tujuan bersama.

baca juga

Hubungan dengan Konflik Israel-Palestina

Dalam konteks kawasan Timur Tengah, prinsip Tiji Tibeh bisa dilihat dari sikap yang diambil oleh para pemimpin di Palestina dan Israel serta para pemimpin yang mendukung kedua otoritas tersebut.

Terlebih lagi, konflik yang awalnya hanya berkutat pada dua negara ini, kini meluas ke wilayah seperti Lebanon, Suriah, Yaman, Irak, dan Iran.

Serangan Israel yang bertubi-tubi di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon memicu kemarahan di kawasan ini, membuat pihak-pihak lain ikut terlibat.

Israel dengan kekuatan kubu Barat antara lain Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Palestina dengan dukungan milisi yang dikatakan sebagai proksi Iran seperti Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan beberapa gerakan perlawanan di Irak dan Suriah.

Meski sudah setahun sejak konflik bersenjata dimulai pada 7 Oktober 2023, upaya perdamaian yang nyata belum terlihat jelas walaupun para pihak yang bertikai mendapati negaranya sudah babak belur.

Pengamat: Ada Upaya Membumihanguskan Gaza

Sudah ada puluhan ribu orang tewas di Jalur Gaza, Palestina imbas serangan yang diluncurkan oleh Israel pada 7 Oktober 2024 hingga detik ini.

Hal itu tentu menjadi sorotan banyak pihak di berbagai negara. Kali ini Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Sya'roni Rofii turut buka suara.

Perlu diketahui, bahwa konflik Palestina dan Israel terhitung telah terjadi lebih dari setengah abad lalu. Berbagai langkah diplomatik dalam bentuk perjanjian dan prakarsa telah beberapa kali dilakukan untuk mencapai perdamaian.

Namun, berbagai upaya tersebut tidak berhasil dan konflik antar keduanya masih terjadi hingga saat ini.

Kepada Suara.com, Sya'roni sapaan akrabnya memberikan gambaran sekilas soal konflik Israel vs Palestina tersebut.

Peristiwa itu kata dia tentunya tidak lepas dari adanya serangan pada 7 Oktober 2024 oleh kelompok Hamas ke Israel.

Hal tersebut tentunya menjadi sebuah peristiwa yang tidak dapat diprediksi oleh Israel, meski negara Zionis itu memiliki intelijen yang luar biasa hebatnya.

"Menurut saya apa yang terjadi saat ini memang tidak lepas dari peristiwa 7 Oktober 2023, dimana ada serangan dari Hamas ke Israel. Kemudian serangan itu menjadi sesuatu tidak diprediksi Israel, kendati Israel memiliki intelijen yang luar biasa hebatnya," katanya dihubungi Suara.com.

Padahal, banyak negara yang menilai pertahanan Israel sangat sulit ditembus. Namun, peristiwa 7 Oktober itu dibantah keras dengan adanya serangan dari Hamas.

"Pertahanan di udara dan darat dan semua teritori kelihatannya susah ditembus, tapi bisa ditembus juga (Oleh Hamas)," dia berujar.

Tentunya, kata pengamat UI itu, serangan yang dilancarkan oleh Hamas tentu menjadi pukulan besar bagi Israel.

"Bagi Israel itu pukulan, bahaimana mereka berusaha untuk memulihkan citra kekuatan penting di kawasan. Lebih dari itu, ada sandera yang di ambil oleh Hamas jumlahnya kurang lebih ratusan, ada yang dilepas ada juga yang masih disandera," imbuh dia.

Namun, ditengah tujuan PM Israel, Benjamin Netanyahu melakukan politik Membumihanguskan Gaza, ada tekanan dari warganya sendiri untuk membebaskan sandera.

"Jadi memang di Israel sendiri saya kira, pemerintah PM Israel, Benjamin Netanyahu mendapat tekanan dari warga Israel, bahwa sandera harus dibebaskan disisi lain natanyahu menggunakan membebaskan sandera politik bumi hangus," ucap Roni sapaan akrabnya juga.

Dia menilai, bahwa peristiwa yang saat ini terjadi di Gaza merupakan sejarah dan konflik baru Israel-Palestina, hingga memerlukan sudut pandang yang cukup luas.

"Dan berusaha membumi hanguskan Gaza, sehingga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. Saya kira peristiwa terakhir itu adalah babak baru dalam sejarah konflik Israel Palestina. Saya kira ini merupakan sejarah konflik ini. Ini memerlukan sudut pandang sangat luas," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doktrin Militer Israel Dipertanyakan Setelah Serangan Rudal Iran

Doktrin Militer Israel Dipertanyakan Setelah Serangan Rudal Iran

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:11 WIB

Komunitas Yahudi Austria Tolak Palestina Merdeka

Komunitas Yahudi Austria Tolak Palestina Merdeka

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:11 WIB

Dramatis! Pria Coba Bakar Diri di Tengah Demo Membara Kecam Perang Gaza

Dramatis! Pria Coba Bakar Diri di Tengah Demo Membara Kecam Perang Gaza

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 19:02 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×