Tegang! Pasukan PBB Tolak Permintaan Israel untuk Mundur dari Lebanon Selatan

Bella Suara.Com
Minggu, 13 Oktober 2024 | 05:00 WIB
Tegang! Pasukan PBB Tolak Permintaan Israel untuk Mundur dari Lebanon Selatan
Ilustrasi UNIFIL, Pasukan perdamaian PBB. (ANTARA/Anadolu/py)

Suara.com - Pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon menolak permintaan Israel untuk mundur dari posisinya di Lebanon selatan, tempat terjadinya bentrokan dengan kelompok militan Hizbullah, menurut juru bicara UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), Andrea Tenenti, pada Sabtu (12/10).

Israel meminta pasukan PBB untuk menarik diri dari posisi mereka di sepanjang Garis Biru, yang merupakan garis demarkasi antara Lebanon dan Israel, atau hingga sejauh lima kilometer dari garis tersebut.

"Mereka meminta kami untuk mundur dari posisi di sepanjang Garis Biru... atau hingga lima kilometer dari Garis Biru," kata Tenenti kepada AFP.

Namun, permintaan itu ditolak dengan keputusan bulat oleh pasukan PBB.

"Ada keputusan bulat untuk tetap bertahan," tegas Tenenti.

Bentrokan antara pasukan Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan telah menimbulkan kerusakan yang cukup besar pada posisi-posisi UNIFIL di wilayah tersebut. Tenenti mengungkapkan bahwa kondisi kerja pasukan perdamaian sangat sulit akibat kerusakan besar yang terjadi, bahkan di dalam pangkalan mereka sendiri.

"Sangat sulit untuk bekerja karena banyak sekali kerusakan, bahkan di dalam pangkalan," jelasnya.

Salah satu insiden terbaru terjadi di posisi pasukan perdamaian Ghana di Lebanon selatan, di mana ledakan hebat yang terjadi di dekat lokasi tersebut merusak beberapa kontainer dengan sangat parah.

"Hanya tadi malam, di posisi pasukan perdamaian Ghana, ledakan yang terjadi di luar begitu kuat sehingga menghancurkan beberapa kontainer di dalam pangkalan dengan sangat buruk," kata Tenenti.

Baca Juga: Israel Tetap Berperang saat Yom Kippur, Hari Paling Suci Bagi Umat Yahudi

Lebih lanjut, ia menyatakan kekhawatirannya bahwa eskalasi serangan Israel terhadap Hizbullah di selatan Lebanon dapat segera berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.

"Ini berisiko berubah menjadi konflik regional yang berdampak bencana bagi semua pihak," kata Tenenti, sembari menyerukan solusi diplomatik untuk mengakhiri ketegangan yang terus meningkat.

Dengan situasi yang semakin memanas, banyak pihak kini berharap upaya diplomatik dapat segera ditempuh untuk mencegah krisis ini meluas lebih jauh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI