Bukan Ikut-ikutan! Ini Alasan Kuat Indonesia Ingin Gabung BRICS

Chandra Iswinarno

Jum'at, 01 November 2024 | 01:00 WIB
Bukan Ikut-ikutan! Ini Alasan Kuat Indonesia Ingin Gabung BRICS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Rolliansyah Soemirat (kiri) menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (31/10/2024). (ANTARA/Nabil Ihsan)

Suara.com - Rencana bergabungnya Indonesia dalam BRICS atau aliansi negara yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan menjadi sorotan berbagai pihak. Menjawab persoalan itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan bahwa ada pertimbangan matang dari pemerintah untuk bergabung.

Juru Bicara Kemlu Rolliansyah Soemirat mengemukakan bahwa keinginan bergabung tersebut bukan sekedar ikut-ikutan saja.

"Partisipasi Indonesia di forum manapun bukan hanya demi ikut-ikut semua forum tanpa arti; kami sudah melakukan banyak kajian terhadap forum yang ada dan kami telah melakukan kajian untuk menentukan bagaimana partisipasi RI dalam forum tersebut," katanya, Kamis (31/10/2024).

Rolli mengemukakan Indonesia sejatinya tidak bermaksud mendekatkan diri dengan kubu tertentu dalam politik global.

Sebab, Indonesia ingin berpartisipasi aktif di semua forum berdasarkan kepentingan nasional.

"Keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS juga merupakan 'pengejawantahan' politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, sebelum memutuskan bakal bergabung dengan BRICS, Kemlu telah melakukan kajian internal. Hasil dari kajian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bakal diuntungkan atas rencana tersebut.

Salah satu manfaatnya, yakni terbukanya akses pasar yang lebih luas bagi ekonomi dan industri Indonesia.

"Yang terpenting adalah partisipasi Indonesia dalam forum-forum manapun sudah jelas-jelas melalui kajian internal dan dipastikan akan memberikan manfaat sepenuhnya bagi bangsa dan negara," ujarnya.

baca juga

Terkait pernyataan keinginan bergabung dengan BRICS yang telah resmi disampaikan Indonesia, ia mengatakan bahwa status RI dalam forum tersebut telah menjadi 'interested country' atau negara berminat yang merupakan tahap pertama aksesi anggota baru BRICS.

Sebelumnya diberitakan, Menlu Sugiono resmi menyatakan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan blok ekonomi BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, Kamis (24/10/2024).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gabung BRICS, Demokrat: Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi Tawar Negara Berkembang

Gabung BRICS, Demokrat: Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi Tawar Negara Berkembang

News | Minggu, 27 Oktober 2024 | 12:25 WIB

Jadi Anggota BRICS, Pengamat Beri Pesan Menohok untuk Pemerintah

Jadi Anggota BRICS, Pengamat Beri Pesan Menohok untuk Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 17:02 WIB

Menlu Sugiono Baru Ikut Hari Kedua Retreat Usai Hadiri BRICS, Langsung Baris di Samping Prabowo

Menlu Sugiono Baru Ikut Hari Kedua Retreat Usai Hadiri BRICS, Langsung Baris di Samping Prabowo

News | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 13:15 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×