Pesan Rasial Mengguncang Amerika Tak Lama Setelah Pilpres, Tim Kampanye Donald Trump Langsung Bikin Klarifikasi

Bella

Sabtu, 09 November 2024 | 19:31 WIB
Pesan Rasial Mengguncang Amerika Tak Lama Setelah Pilpres, Tim Kampanye Donald Trump Langsung Bikin Klarifikasi
Donald Trump saat berkampanye di hadapan para pendukungnya. (Instagram/@realdonaldtrump)

Suara.com - Sekelompok orang di Amerika Serikat, khususnya dari kalangan kulit hitam, telah menerima pesan teks yang mengejutkan dan menyeramkan, mengklaim bahwa mereka telah terpilih untuk memetik kapas di perkebunan terdekat. Pesan yang mengingatkan pada masa perbudakan ini dikirimkan kepada sejumlah mahasiswa dari universitas ternama seperti Ohio State University, Clemson University, University of Southern California, dan Missouri State University.

Selain itu, beberapa warga kulit hitam di negara bagian lain seperti New York, Alabama, Pennsylvania, Maryland, dan Tennessee juga menjadi sasaran.

Pesan-pesan tersebut pertama kali muncul tak lama setelah hasil pemilu AS diumumkan, dengan beberapa pesan bahkan menyebut nama presiden terpilih, Donald Trump.

Donald Trump (X)
Donald Trump (X)

Meskipun siapa yang berada di balik pengiriman pesan ini belum diketahui, dan motif mereka juga belum jelas, FBI mengonfirmasi bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Kantor Komisaris Federal untuk Komunikasi (FCC) turut menyatakan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap asal-usul pesan-pesan ini.

Beberapa pesan yang diterima mengandung ancaman yang sangat mengganggu, salah satunya kepada Monet Miller, seorang publikasi dari Atlanta.

"Selamat datang Monet M, Anda telah dipilih untuk memetik kapas di perkebunan terdekat," demikian isi pesan yang diterimanya, lengkap dengan ancaman berupa pencarian fisik dan pengawalan menggunakan van.

Monet mengungkapkan bahwa pesan itu membuatnya merasa sangat takut dan terancam.

Tindak lanjut dari kejadian ini datang dari berbagai pihak, termasuk otoritas hukum di Virginia yang mengutuk tindakan ini, serta meminta siapa saja yang merasa terancam untuk segera menghubungi penegak hukum. Di sisi lain, TextNow, layanan pesan yang diduga digunakan oleh pelaku, mengklaim telah menutup akun-akun yang terkait dengan pengiriman pesan-pesan tersebut dalam waktu singkat setelah mendapat laporan.

Sementara itu, reaksi terhadap pesan-pesan ini datang dari berbagai kalangan. NAACP (National Association for the Advancement of Colored People) mengutuk keras pengiriman pesan-pesan tersebut, dengan menilai hal ini sebagai buah dari retorika kebencian yang dikaitkan dengan presiden terpilih Donald Trump.

baca juga

"Pesan-pesan ini menggambarkan peningkatan yang mengkhawatirkan terhadap retorika kebencian yang semakin meluas dari kelompok-kelompok rasis di seluruh negeri," ujar Derrick Johnson, presiden NAACP.

Brian Hughes, perwakilan kampanye Trump, menanggapi dengan keras tuduhan yang mengaitkan presiden terpilih dengan pesan-pesan tersebut. Ia menyebutnya sebagai omong kosong dan menegaskan bahwa Trump telah membangun koalisi yang beragam dan inklusif selama kampanyenya.

Namun, terlepas dari siapa yang bertanggung jawab, pesan-pesan ini menandai sebuah pengingat yang sangat mencolok akan adanya peningkatan kebencian rasial di tengah masyarakat AS. Kini, pihak berwenang bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini, memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melania Trump jadi Sorotan Rusia, Foto-fotonya Tanpa Busana Ditayangkan di Televisi

Melania Trump jadi Sorotan Rusia, Foto-fotonya Tanpa Busana Ditayangkan di Televisi

News | Sabtu, 09 November 2024 | 16:54 WIB

Iran Bantah Keterlibatan dalam Dugaan Rencana Pembunuhan Donald Trump

Iran Bantah Keterlibatan dalam Dugaan Rencana Pembunuhan Donald Trump

News | Sabtu, 09 November 2024 | 16:30 WIB

Trump Menang, Valuasi Tesla Tembus 1 Triliun Dolar AS

Trump Menang, Valuasi Tesla Tembus 1 Triliun Dolar AS

Otomotif | Sabtu, 09 November 2024 | 13:51 WIB

Telepon Pengacara Donald Trump Disadap Peretas dari China

Telepon Pengacara Donald Trump Disadap Peretas dari China

News | Jum'at, 08 November 2024 | 20:55 WIB

Terus Lancarkan Serangan, Amerika Serikat Minta Israel Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Terus Lancarkan Serangan, Amerika Serikat Minta Israel Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

News | Jum'at, 08 November 2024 | 20:42 WIB

Zelenskyy Tolak Perang Rusia-Ukraina Diakhiri dengan Cepat, Ini Alasannya

Zelenskyy Tolak Perang Rusia-Ukraina Diakhiri dengan Cepat, Ini Alasannya

News | Jum'at, 08 November 2024 | 19:31 WIB

Dari Bisnis ke Politik: Jejak Kedekatan Hary Tanoesoedibjo dan Donald Trump

Dari Bisnis ke Politik: Jejak Kedekatan Hary Tanoesoedibjo dan Donald Trump

News | Jum'at, 08 November 2024 | 19:08 WIB

Donald Trump Menang Pilpres AS, Sederet Pesohor Khawatirkan Hak-Hak Perempuan Dirampas

Donald Trump Menang Pilpres AS, Sederet Pesohor Khawatirkan Hak-Hak Perempuan Dirampas

Entertainment | Sabtu, 09 November 2024 | 08:00 WIB

Terpilih Jadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Bakal Hubungi Vladimir Putin?

Terpilih Jadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Bakal Hubungi Vladimir Putin?

News | Jum'at, 08 November 2024 | 17:26 WIB

Soal Perdagangan Karbon CCS Jerman Masih Ragu? Padahal AS dan Norwegia Berhasil Raup Untung

Soal Perdagangan Karbon CCS Jerman Masih Ragu? Padahal AS dan Norwegia Berhasil Raup Untung

Video | Sabtu, 09 November 2024 | 09:05 WIB

Terkini

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

×