Bayang-bayang Firli Bahuri, IM57+ Ingatkan DPR Soal Rekam Jejak Capim KPK

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Senin, 11 November 2024 | 11:33 WIB
Bayang-bayang Firli Bahuri, IM57+ Ingatkan DPR Soal Rekam Jejak Capim KPK
Ilustrasi KPK. [Antara]

Suara.com - Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha menanggapi rencana DPR yang bakal melakukan fit and proper tes terhadap 10 nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang diajukan Presiden Ke-7 Joko Widodo.

Menurutnya, DPR mesti memperhatikan latar belakang dan rekam jejak Capim KPK agar tidak ada potensi pelanggaran sebagaimana yang dilakukan mantan Ketua KPK Firli Bahuri.

Sebab, Praswad menilai bahwa salah satu faktor kehancuran KPK dalam lima tahun terakhir ialah pimpinan KPK dengan rekam jejak buruk yang dipilih oleh DPR.

“Pada 2019 Firli Bahuri catatan potensi pelanggaran etiknya lengkap namun tetap dipilih. Akhirnya, tidak mengagetkan ketika terpilih, hanya dalam hitungan bulan, sudah melakukan pelanggaran etik pertama,” kata Praswad kepada wartawan, Senin (11/11/2024).

Untuk itu, dia menilai rekam jejak menjadi hal penting yang seharusnya diperhatikan DPR saat melakukan fit and proper test terhadap capim KPK.

Selain itu, dia menyebut independensi capim KPK juga menjadi salah satu yang perlu diperhatikan agar lembaga antirasuah tidak menjadi alat politik.

“Publik sudah lelah melihat KPK menjadi alat bargain dan alat gebuk politik. Ketika KPK sibuk melakukan hal tersebut maka kerja tidak akan dilakukan secara sungguh-sungguh,” ujar Praswad.

“Kalau soal kapasitas, KPK sudah memiliki resources yang kuat dan profesional. Indepedensi dan rekam jejak integritas adalah persoalan nyata hari ini,” tambah dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan DPR dan Presiden Prabowo Subianto tidak boleh menempatkan kepentingan politik di atas kepentingan publik yang mengharapkan pemberantasan korupsi.

baca juga

Terlebih, Prabowo sudah menyampaikan komitmennya untuk melakukan pemberantasan korupsi. Untuk itu, Praswad berharap agar hal itu tidak hanya menjadi retorika semata.

“Pemilihan Pimpinan KPK ini adalah bukti nyata dan kongkrit apabila ingin mengembalikan kerja pemberantasan korupsi yang sesungguhnya. Saatnya pesan kesungguhan disampaikan ke publik melalui tindakan konkret,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yusril Sebut Prabowo Setujui Capim KPK dan Calon Dewas yang Diajukan Jokowi, Ini Nama-namanya

Yusril Sebut Prabowo Setujui Capim KPK dan Calon Dewas yang Diajukan Jokowi, Ini Nama-namanya

News | Jum'at, 08 November 2024 | 11:00 WIB

Jamin Prabowo Tak Langgar Aturan jika Ganti Capim KPK Bentukan Jokowi, Mahfud MD: Persoalannya Presiden Mau atau Tidak

Jamin Prabowo Tak Langgar Aturan jika Ganti Capim KPK Bentukan Jokowi, Mahfud MD: Persoalannya Presiden Mau atau Tidak

News | Rabu, 06 November 2024 | 22:10 WIB

Ogah Bongkar Ulang Capim KPK, Prabowo Ternyata Ikut Pilihan Jokowi

Ogah Bongkar Ulang Capim KPK, Prabowo Ternyata Ikut Pilihan Jokowi

News | Rabu, 06 November 2024 | 19:14 WIB

Terkini

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

×