Erick Thohir Soroti Kecelakaan Pesawat: Kelelahan Kru dan Kondisi Pesawat Jadi Fokus Utama

Andi Ahmad S Suara.Com
Jum'at, 03 Januari 2025 | 07:25 WIB
Erick Thohir Soroti Kecelakaan Pesawat: Kelelahan Kru dan Kondisi Pesawat Jadi Fokus Utama
Petugas pemadam kebakaran dan petugas penyelamat bekerja di dekat reruntuhan pesawat Boeing 737-800 seri Jeju Air setelah pesawat itu jatuh dan terbakar Jeju Air di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). [JUNG YEON-JE / AFP]

Suara.com - Kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan nampaknya menjadi sorotan khusus bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Dia menekankan pentingnya mitigasi kecelakaan pesawat dan memastikan waktu istirahat kru (awak) yang cukup untuk mencegah kelelahan, serta menjaga keselamatan penerbangan yang optimal.

Selain itu, Erick juga mengungkapkan adanya kecelakaan di Kanada dan Norwegia, meskipun ia memilih untuk tidak menyebutkan jenis pesawat atau jumlah korban demi menjaga etika dan perasaan keluarga korban.

"Saya tidak sebutkan pesawat terbangnya karena ini etika ya. Dan juga jumlahnya saya nggak mau sebutkan karena ini juga menjaga perasaan," kata Erick.

Sebagai respons, Erick menekankan pentingnya melakukan review terhadap kondisi pesawat yang dimiliki masing-masing maskapai untuk memastikan pesawat-pesawat tersebut dalam keadaan aman dan terawat dengan baik.

Selain itu, Erick juga menyoroti pentingnya melakukan evaluasi terhadap tingkat kelelahan kru, meskipun ia yakin para kru yang bertugas sudah berpengalaman dalam menghadapi situasi penerbangan yang berbeda.

"Nah, tentu tadi kita review memastikan bagaimana kondisi pesawat-pesawat terbang yang dimiliki masing-masing maskapai ini supaya benar-benar kita jaga. Dan juga tingkat kelelahan kru juga di-review," ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar keselamatan di bandara terus diperhatikan, dengan beberapa bandara sedang menjalani evaluasi terkait sistem keselamatan yang ada.

Erick memberikan apresiasi kepada Bandara Jakarta-Bali, yang telah mencapai tingkat kepatuhan tinggi terhadap standar internasional, meskipun ada beberapa bandara lain yang masih perlu ditinjau lebih lanjut.

Baca Juga: Garuda Indonesia dan Pelita Air Segera Bersatu, Erick Thohir Bicara Nasib 6 Bulan ke Depan

Ia juga mengingatkan bahwa kecelakaan bisa disebabkan oleh faktor luar biasa, seperti cuaca ekstrem atau burung yang masuk ke mesin pesawat. Sehingga Airnav diminta untuk memberikan sistem peringatan dini.

"Tapi beberapa airport sedang di-review lagi, termasuk tadi ada beberapa mungkin antisipasi karena beberapa kecelakaan juga itu karena extraordinary. Ada udara, ada burung yang masuk ke mesin, tadi juga kita sudah sampaikan ke AirNav untuk juga early warning," jelas Erick.

Diketahui, insiden kecelakaan pesawat terbaru dialami salah satu maskapai asal Korea Selatan pada hari Minggu (20/12/2024) di Bandara internasional Muan, Korea Selatan. Pesawat yang berangkat dari Bangkok tersebut membawa 175 penumpang dan enam awak kabin. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI