Jaksa Sarankan Trump Tidak Dipenjara Saat Vonis Kasus Uang Tutup Mulut

Bella | Suara.com

Jum'at, 10 Januari 2025 | 22:22 WIB
Jaksa Sarankan Trump Tidak Dipenjara Saat Vonis Kasus Uang Tutup Mulut
Donald Trump [Arsip Kedutaan Besar AS di Italia]

Suara.com - Dalam perkembangan terbaru dari kasus pidana yang menjerat Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, jaksa New York merekomendasikan agar Trump tidak dijatuhi hukuman penjara saat vonis dijatuhkan pada Jumat mendatang. Kasus ini terkait pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film dewasa beberapa hari sebelum pelantikannya pada 20 Januari.

Sidang ini akan menjadi penutup dari proses hukum yang sempat mengguncang perjalanan Trump menuju Gedung Putih. Hakim Juan Merchan, yang memimpin persidangan selama enam minggu, telah memberikan sinyal bahwa ia tidak berniat memenjarakan Trump maupun memberlakukan denda yang berat. “Putusan dalam kasus ini bulat dan tegas, dan harus dihormati,” ujar Joshua Steinglass, jaksa dari kantor Jaksa Distrik Manhattan, Alvin Bragg.

Trump, yang hadir bersama tim pengacaranya melalui sambungan video, tampak duduk tenang dengan latar dua bendera Amerika Serikat. Ia mengenakan dasi merah bergaris putih tanpa memberikan tanggapan ketika hakim menyambutnya di awal sidang.

Vonis dan Dampaknya pada Trump

Vonis terhadap Trump akan mencatatkan hukuman pidana pertama bagi seorang presiden Amerika Serikat, baik yang masih menjabat maupun mantan. Meskipun Merchan memberikan sinyal tidak akan ada hukuman penjara, putusan bersalah tetap akan dicatatkan dalam catatan permanen Trump.

Jaksa Steinglass menambahkan bahwa Trump terlibat dalam kampanye sistematis yang bertujuan melemahkan kredibilitas kasus tersebut. Menurutnya, Trump sengaja menyebarkan kebencian terhadap lembaga peradilan dan supremasi hukum. Trump sendiri telah menyatakan tidak bersalah dan berjanji akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kasus ini bermula pada Maret 2023 ketika Trump didakwa dengan 34 tuduhan memalsukan catatan bisnis. Tuduhan tersebut terkait pembayaran sebesar $130.000 oleh mantan pengacaranya, Michael Cohen, kepada bintang film dewasa Stormy Daniels. Pembayaran tersebut dilakukan untuk membungkam klaim Daniels terkait hubungan yang dia sebut pernah terjadi dengan Trump, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Trump.

Selama persidangan, Trump sempat didenda sebesar $10.000 karena melanggar perintah hakim untuk tidak berbicara di luar ruang sidang mengenai kasus ini. Juri akhirnya memutuskan Trump bersalah atas semua tuduhan pada 30 Mei. Jaksa menyebut kasus ini sebagai upaya untuk memengaruhi hasil pemilu 2016.

Persaingan Politik dan Tantangan Hukum

Kasus uang tutup mulut ini menambah daftar panjang tantangan hukum yang dihadapi Trump, termasuk tiga kasus pidana lainnya. Namun, kasus yang diajukan oleh Jaksa Bragg adalah satu-satunya yang berhasil mencapai tahap pengadilan meskipun menghadapi banyak tantangan dari tim hukum Trump.

Setelah vonis dijatuhkan, beberapa pihak menyebut langkah ini sebagai senjata politik untuk menjegal Trump dalam upaya merebut kembali kursi kepresidenan. Sebaliknya, Trump mengklaim bahwa semua tuduhan ini adalah bagian dari konspirasi lawan politiknya untuk merusak citra dan kampanye pemilihannya kembali.

Menariknya, meski sempat memicu lonjakan kontribusi kampanye setelah didakwa pada Maret 2023, popularitas Trump di kalangan pemilih Republik dilaporkan merosot setelah vonis bersalah dijatuhkan. Namun, isu ini perlahan tenggelam dari pemberitaan setelah dinamika politik di AS berubah drastis, terutama dengan mundurnya Presiden Joe Biden dari pencalonan dan penggantian posisinya oleh Wakil Presiden Kamala Harris sebagai kandidat utama dari Partai Demokrat.

Hakim Merchan semula menjadwalkan vonis pada 11 Juli, tetapi akhirnya menundanya beberapa kali atas permintaan tim hukum Trump. Penundaan ini dilakukan untuk menghindari kesan adanya intervensi terhadap proses politik.

Pemalsuan catatan bisnis yang menjadi dasar dakwaan memiliki ancaman hukuman hingga empat tahun penjara. Namun, mengingat usia Trump yang telah mencapai 78 tahun dan ketiadaan catatan kriminal sebelumnya, kecil kemungkinan ia akan dipenjara. Kendati demikian, pelanggaran perintah diam dari pengadilan yang dilakukan Trump selama persidangan bisa menjadi faktor pemberat.

Dengan kemenangan politik yang telah diraih Trump, hukuman penjara atau masa percobaan dianggap kurang praktis oleh banyak pengamat politik. Kini, dunia menanti bagaimana kasus ini akan memengaruhi perjalanan politik Trump ke depan, termasuk pelantikannya yang semakin dekat jika ia berhasil kembali menduduki Gedung Putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hutan Hancurkan Los Angeles, Ribuan Rumah Ludes, 10 Jiwa Melayang

Kebakaran Hutan Hancurkan Los Angeles, Ribuan Rumah Ludes, 10 Jiwa Melayang

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 17:12 WIB

PT 20 Persen DIhapus, Jimly Asshiddiqie Sebut Ketakutan Anggaran Bengkak Tidak Beralasan

PT 20 Persen DIhapus, Jimly Asshiddiqie Sebut Ketakutan Anggaran Bengkak Tidak Beralasan

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 17:01 WIB

Moment Langka! Trump dan Obama Terlihat Akrab saat Pemakaman Jimmy Carter

Moment Langka! Trump dan Obama Terlihat Akrab saat Pemakaman Jimmy Carter

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 16:39 WIB

Bikin Deg-degan! Ini 4 Rekomendasi Film dan Drama Mirip Squid Game

Bikin Deg-degan! Ini 4 Rekomendasi Film dan Drama Mirip Squid Game

Your Say | Jum'at, 10 Januari 2025 | 20:20 WIB

Yoon Suk Yeol Segera Ditahan, Pesan Tegas Kepala Badan Keamanan Presiden Korsel

Yoon Suk Yeol Segera Ditahan, Pesan Tegas Kepala Badan Keamanan Presiden Korsel

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 15:59 WIB

Joe Biden Ungkap Perkembangan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan Hamas

Joe Biden Ungkap Perkembangan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan Hamas

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 15:47 WIB

Kenapa Perumahan di Los Angeles Hangus Dilalap Api Tapi Pohon Masih Hijau Berdiri?

Kenapa Perumahan di Los Angeles Hangus Dilalap Api Tapi Pohon Masih Hijau Berdiri?

Lifestyle | Jum'at, 10 Januari 2025 | 15:33 WIB

Di Tengah Provokasi Trump soal Negara Bagian ke-51, Kanada Kirim Bantuan Kebakaran ke California

Di Tengah Provokasi Trump soal Negara Bagian ke-51, Kanada Kirim Bantuan Kebakaran ke California

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 12:55 WIB

AS Siap Beri Sanksi ICC, Bela Israel dari Tuduhan Kejahatan Perang

AS Siap Beri Sanksi ICC, Bela Israel dari Tuduhan Kejahatan Perang

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 11:24 WIB

Jokowi Dibandingkan dengan Soeharto Gegara Jadi Tokoh Paling Korup di Dunia Versi OCCRP

Jokowi Dibandingkan dengan Soeharto Gegara Jadi Tokoh Paling Korup di Dunia Versi OCCRP

Tekno | Jum'at, 10 Januari 2025 | 10:34 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB