Cek Fakta: Vaksin Covid Mengandung Sebagian Virus HIV

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 22 Januari 2025 | 17:47 WIB
Cek Fakta: Vaksin Covid Mengandung Sebagian Virus HIV
5 Tempat Vaksin Influenza Harga Terjangkau (Unsplash)

Suara.com - Laporan tentang wabah Human Metapneumovirus (HMPV) di Tiongkok telah memunculkan kembali teori konspirasi seputar COVID-19 di media sosial. Misalnya, cuplikan Instagram yang diunggah oleh @haybags73 mengklaim bahwa vaksin COVID-19 mengandung sebagian dari virus imunodefisiensi manusia atau HIV. Video tersebut telah ditonton hampir 10 juta kali di platform media sosial tersebut, dan lebih dari 22.000 kali disukai, dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Video tersebut menampilkan dua segmen: satu menampilkan komentar tentang zat yang mengikat permukaan virus corona, diikuti oleh narasi yang membahas struktur protein lonjakan vaksin dan respons antibodi.

Narasi tersebut menunjukkan bahwa penstabil protein lonjakan dalam vaksin tersebut mengandung "fragmen HIV."

Protein lonjakan adalah struktur yang ditemukan pada permukaan virus tertentu, termasuk virus corona. Lonjakan ini memungkinkan virus menempel dan memasuki sel manusia. Saat virus berada di dalam sel, virus dapat mulai bereplikasi dan menyebabkan penyakit. Dalam kasus COVID-19, protein lonjakan adalah target vaksin, yang mengajarkan sistem imun kita cara mengenali dan melawan virus.

"Bentuk protein lonjakan virus corona sebelum virus bertemu sel-sel kita adalah yang memicu respons antibodi yang paling protektif," kata narator dalam video tersebut. "Jadi, Keith (merujuk pada ahli virologi Australia, Profesor Keith Chappell, yang sebelumnya sedang mengerjakan vaksin COVID) harus membuat protein lonjakan di lab, menguncinya ke dalam bentuk yang persis sama dengan menambahkan protein lain yang bertindak seperti penjepit, dan protein itu adalah fragmen kecil HIV. Ini terlihat sangat rumit, bukan? Dan jika memang demikian, itu bagus karena setiap panah merah ini menunjukkan HIV dalam protein lonjakan."

Video diakhiri dengan rekaman Dr. Richard M Fleming, seorang pria yang sebelumnya dihukum karena penipuan layanan kesehatan dan surat dan dikenal menyebarkan teori konspirasi tentang pandemi COVID-19, juga membahas dugaan komponen HIV dalam protein lonjakan COVID.

Lantas benarkah narasi tersebut?

Penjelasan

Investigasi First Check mengungkapkan bahwa video tersebut secara menyesatkan menggabungkan konten yang tidak terkait, untuk menarik kesimpulan yang salah. Segmen pembuka berasal dari dokumenter tentang kandidat vaksin yang tidak berhasil, sementara bagian terakhir mempromosikan teori yang tidak berdasar tentang asal-usul COVID-19 sebagai senjata biologis, yang tidak terkait dengan pengembangan vaksin.

baca juga

Melalui analisis gambar terbalik dan tanda air BBC yang terlihat, First Check melacak rekaman awal kembali ke dokumenter yang mencatat upaya lima tim global untuk mengembangkan vaksin COVID-19, berjudul "Horizon Special: The Vaccine" dan disiarkan pada bulan Juni 2021. Orang tertentu yang ditampilkan dalam klip tersebut adalah Profesor Keith Chappell, seorang ahli virologi molekuler dan arsitek vaksin COVID yang saat itu dikembangkan oleh Universitas Queensland Australia. Vaksin tersebut kemudian dihentikan setelah uji coba menghasilkan hasil HIV positif palsu. Vaksin tersebut tidak pernah berkembang melampaui uji coba Fase 1 awal dan tidak pernah didistribusikan ke publik.

Bagian kedua dari video tersebut tidak ada hubungannya dengan diskusi vaksin di segmen pertama atau keberadaan HIV dalam vaksin COVID.

Pencarian gambar terbalik dan pencarian sederhana di YouTube, memanfaatkan isyarat visual dalam video, membantu First Check memastikan bahwa itu adalah bagian dari presentasi yang dilakukan pada bulan Oktober 2021 oleh Dr. Richard M Fleming, yang mengidentifikasi dirinya sebagai ahli jantung nuklir dan preventif. Pembicaraan itu untuk mempromosikan bukunya, "Apakah COVID-19 Senjata Biologis?: Investigasi Ilmiah dan Forensik."

Namun, Dr. Fleming telah lama didiskreditkan sebagai ilmuwan serius dan bahkan dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk berpartisipasi dalam studi obat apa pun.

Berdasarkan bukti ini, First Check menentukan bahwa video viral ini secara menipu menggabungkan rekaman untuk secara keliru menyiratkan vaksin COVID mengandung HIV. Segmen pertama merujuk pada vaksin yang dihentikan produksinya dan gagal dalam uji coba Fase 1 karena hasil positif palsu HIV, sedangkan segmen kedua mempromosikan klaim konspirasi yang tidak terkait tentang asal-usul COVID-19.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebut HIV merupakan bagian dari komposisi vaksin COVID-19 merupakan narasi yang salah atau hoax.

Vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Profesor Keith Chappell, seorang ahli virologi molekuler, pada tahun 2020 menggabungkan segmen protein HIV kecil tetapi tidak menimbulkan risiko penularan HIV. Vaksin tersebut tidak pernah berkembang melampaui uji coba Fase 1 awal dan tidak pernah didistribusikan ke publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: Elon Musk Pamer Robot Pemotong Rambut

Cek Fakta: Elon Musk Pamer Robot Pemotong Rambut

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 17:13 WIB

Cek Fakta: Raffi Ahmad Didesak Mundur dari Jabatan di Pemerintahan

Cek Fakta: Raffi Ahmad Didesak Mundur dari Jabatan di Pemerintahan

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 17:02 WIB

Bolehkah Konsumsi Daging Sapi dan Kerbau yang Terpapar Virus PMK? Ini Penjelasannya

Bolehkah Konsumsi Daging Sapi dan Kerbau yang Terpapar Virus PMK? Ini Penjelasannya

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 15:51 WIB

Cek Fakta: Prabowo Desak PSSI Tarik Kembali Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia

Cek Fakta: Prabowo Desak PSSI Tarik Kembali Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 13:08 WIB

Cek Fakta: Benarkah Pemerintah Liburkan Sekolah Selama Bulan Ramadhan 2025?

Cek Fakta: Benarkah Pemerintah Liburkan Sekolah Selama Bulan Ramadhan 2025?

News | Rabu, 22 Januari 2025 | 12:05 WIB

Cek Fakta: HMPV Sebabkan Kerusakan Otak

Cek Fakta: HMPV Sebabkan Kerusakan Otak

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 20:03 WIB

Terkini

Kemeriahan HKBP 165 Padel Series di Medan: Disambut Antusias, Berlanjut ke GBK

Kemeriahan HKBP 165 Padel Series di Medan: Disambut Antusias, Berlanjut ke GBK

Sumut | Minggu, 20 September 2026 | 16:11 WIB

Houthi Akui 73 Anggotanya Tewas dalam Sehari, Total Korban Capai 413 Orang

Houthi Akui 73 Anggotanya Tewas dalam Sehari, Total Korban Capai 413 Orang

News | Minggu, 20 September 2026 | 16:02 WIB

Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih

Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 16:02 WIB

Motif Pria Tendang Wanita di Senayan City Terkuak, Mengaku Terganggu dan Dihalangi Korban

Motif Pria Tendang Wanita di Senayan City Terkuak, Mengaku Terganggu dan Dihalangi Korban

News | Minggu, 20 September 2026 | 16:00 WIB

5 Zodiak Paling Susah Move On, Belum Bisa Lepas dari Masa Lalu?

5 Zodiak Paling Susah Move On, Belum Bisa Lepas dari Masa Lalu?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 15:59 WIB

Olok-olok Netizen Jersey Ketiga Timnas Indonesia: Mirip Seragam SPPG hingga Simbol Politik 02

Olok-olok Netizen Jersey Ketiga Timnas Indonesia: Mirip Seragam SPPG hingga Simbol Politik 02

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 15:56 WIB

Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil

Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 15:52 WIB

Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik

Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 15:50 WIB

Harimau Malaya Datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Jersey Anyar, Siap Tantang Indonesia di GBK

Harimau Malaya Datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Jersey Anyar, Siap Tantang Indonesia di GBK

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 15:46 WIB

Kecelakaan VW Tiguan vs Sedan Mazda di Tol Wiyoto Wiyono, Pembatas Jalan Jebol

Kecelakaan VW Tiguan vs Sedan Mazda di Tol Wiyoto Wiyono, Pembatas Jalan Jebol

News | Minggu, 20 September 2026 | 15:44 WIB

×